
Rasanya ingin menangis lihat pemandangan ini. Abun selaku pimpinan Geng, bersama 4 rekannya tertidur di bawah motorbodong miliknya. Jadi, motor itu menindihkan tubuh Mereka sampai darah Mereka bergelimang di sisi jalan. Jalur itu memang sangat sepi,
jarang dilalu lalang pengendara mobil atau motor, sekalipun ada mungkin Mereka tak berani melihat pemandangan mengerikan
seperti ini. Aku hanya bisa diam membatu melihat pemandangan mengerikan itu.
Tak lama raksasa itu muncul seperti yang Aku lihat satu tahun lalu. Rambutnya panjang menunjukkan kalau dia adalah betina, namun tubuhnya kekar berotot seperti pria, parasnya sangat menakutkan dipenuhi dengan setan, bulunya pun lebat seperti bulu anjing herder atau serigala. Dia berjalan mendekatiku, dan Aku pun menjadi pasrah, maklumlah Aku sudah tidak pernah melihatnya hampir dalam waktu yang cukup lama walau baru satu tahun.
Ekspresinya seakan-akan ingin membunuhku, Aku harus berbuat bagaimana?Memperlakukannya seperti dulu adalah salah
satu cara agar selamat dari pukulannya.
“Kamu? Doni?” ungkap Manusia serigala itu.
Dia masih ingat, sepertinya Dia tak akan memperlakukan padaku kalau Aku berbuat baik dengannya.
Ekspresi wajahnya kian melunak, walaupun Dia terus mendekat. Dia mendekat, dan mendekat namun perlahan tubuhnya mulai mengecil, wajahnya berubah melas, hatinya tak mampu bergumam apapun, dan akhirnya berubah wujud lagi menjadi manusia. Kembali menjadi Allysa yang tak berbusana sedikitpun seperti yang Aku llhat dulu. Dia yang tak berbusana, Kenapa Aku yang malu? Dia pingsan tepat depanku.
Kalau sampai ada orang tahu semua kejadian miris ini, bisa-bisa Aku ditangkap Polisi. Mau tak mau, Aku segera bawa dia ke tempat sepi. Kupakaikan jaket ojekku padanya, dan membiarkannya berbaring lemah di sampingku. Aku terus duduk di pinggir kali, sambil mendengar deru air yang mengalir.
Rasanya sejuk, damai, dan hanya ditemani satu set lampu PJU yang menerangi tepat di atas kepala Kami. Andai saja, ada warga atau
siapapun yang melintas dan melihatku Aku bisa ditangkap.
Hari semakin larut, memasukki jam 10 malam. Aku masih duduk dengan menekuk kakiku, sedang Allysa masih berbaring sampingku dengan wajah yang polos. Andai pikiranku dihiasi pikiran kotor, posisi Allysa yang tak berbusana seperti ini mungkin habis dipermainkanku. Tapi, Aku tak mau berbuat seperti itu, itu sama saja mendatangkan perkara dalam hidupku, Aku sudah merusak jati diriku.
Tak lama Allysa membuka matanya, “Dimana Aku?” gumamnya. Aku tak menjawab sama sekali, Aku masih tak menduga kenapa
Allysa bisa bersikap kejam seperti itu. Kejadian tadi yang membuatku trauma, Aku tak mampu berkata apa-apa. Pikiranku langsung kosong
melompong dihantui dengan rasa takut tadi. Jangan sampai warga menemukan mayat-mayat itu dan Mereka mencari siapa pelakunya.
Sesungguhnya Aku sendiri benar-benar cemas, maka dari itu Aku sengaja menengankan diriku dengan ASMR suara air sungai agar tenang. Mungkin, besok pagi Aku akan dapat berita di TV terkait kematian anak-anak Geng itu.
__ADS_1
“Dimana Aku?” Allysa bertanya lagi. Aku hanya sejenak menoleh.
Lalu, dia bangun duduk di sampingku.
“Doni?” tanyanya lagi.
Aku tak menghiraukannya, sebenarnya Aku juga jengkel kenapa Allysa begitu kejam kepada Anak-anak itu, tak habis pikir.
“Lah?” Dia kaget ketika menyadarinya, tak ada baju menempel di badannya. “Astaga, Aku...” lanjutnya. Aku dengan beranikan diri mulai mengungkapkan yang sudah terjadi tadi, kenapa dia bisa begitu kejam kepada Mereka?
“Allysa, Aku mohon minta penjelasanmu. Apa kekuatan serigala itu bisa Kamu tarik? Atau, paling tidak Kamu jangan membunuh
orang sekejam itu!” pintaku dengan nada cemas.
“Hah? Serigala?” bantahnya.
Pikiranku langsung terhenti disitu, sepertinya Dia tidak menyadari kalau dirinya berubah menjadi monster selama bertahun-tahun.
“Artinya selama ini, Kamu enggak tahu kalau Kamu berubah jadi monster besar?” tanyaku lagi.
pingsan, kira-kira ada apa ya?” Bantah Allysa.
Aku bisa langsung tarik kesimpulan, kalau Allysa sendiri sebenarnya tak mengerti apa yang sudah terjadi padanya.
“Apakah Kamu enggak tahu, Kamu sudah melukai orang?” sengaja kusensor ucapanku, ditakutkan nanti dia emosi.
“Melukai orang? Kamu asal fitnah saja ya?” dia mulai marah, suaranya meninggi. Aku seperti didepak olehnya, karena Aku sendiri tak punya kemampuan memberikan bukti yang sebenarnya terjadi.
Kalaupun kutunjukkan buktinya dengan anak-anak Geng tadi yang berbaring sama saja Aku mefitnahnya, dan lagipula mungkin saja
Polisi sudah di TKP.
“Aduh...” keluh Allysa sambil memegang pundaknya.
__ADS_1
Aku langsung panik, jangan sampai Allysa berubah lagi. Kalau berubah mungkin dia sudah tak bisa dikendalikan. Salah satu caranya
adalah, buat dia tenang dulu.
“Allysa, ayo makan malam!” tawarku hanya sekedar basa-basi saja biar psikopatnya tidak kambuh lagi.
“Perasaan Aku barusan beli makan di online?” tanya Allysa sambil lihat jari jemarinya yang perlahan-lahan berubah lagi seperti serigala.
“Sepertinya, Aku....” Allysa mulai menyadarinya walaupun sebenarnya Aku sendiri sudah cemas luar biasa, bahkan Allysa sendiri
juga sepertinya tampak cemas.
“Aku...Aku adalah manusia serigala.” Pungkasnya.
Aku merasa lega, dia mulai menyadari kalau dirinya adalah sosok manusia serigala. Tak lama, bulu itu menghilang, kulit Allysa kembali menguning terang seperti umumnya, Aku kian melega tapi tidak bagi Allysa. Allysa malah mencemaskan kepadaku. Dia segera memegang dua bahuku, dengan wajah penuh ketakutan menatap wajahku.
“Doni, tolong ceritakan! Apa yang sebenarnya sudah terjadi padaku, Doni? Tolong ceritakan! Ceritakan cepat!” Allysa menuntut padaku. Tapi, bagiku saat ini adalah kesempatan yang terbaik untuk menceritakan semuannya. Mungkin saja, Allysa dalam keadaan tidak sadar dengan semua ini.
“Panjang sekali.” Jawabku singkat.
“Ayolah ceritakan, Kumohon.” Allysa kian gelisah. Aku menarik nafas dengan tinggi, mataku terpejam, memang Aku tak pandai bercerita, tapi harapanku bisa bercerita dengan
siapapun yang Aku kenal.
“Jadi begini....” gumamku.
“Sejak kejadian, Kau mengejar anjing liar itu, dan saat Kau digigit hingga pingsan, yang kemudian Aku bawa Kamu di motor, dengan posisi tertidur lelap, tanpa disadari saat kubawakan motormu. Kamu telah berubah menjadi raksasa yang menakutkan, sontak disitu Aku kaget.
Kemudian, entah tiba-tiba serigala itu menarikku hingga terjatuh. Dan, disaat itulah Aku baru menyadari kalau Kamu bisa berubah menjadi serigala. Aku sering mendengar berita di Sekolah, terkait sosok manusia serigala. Aku tak ingin membeberkan itu semua karena, ditakutkan nanti Kamu tak terima. Setelah itu, barusan Kamu sudah menghilangkan nyawa 15 orang.” Singkat ceritaku.
“Hahh??” Allysa langsung kaget.
Aku tak menyadari kenapa dia kaget. Astaga, ternyata Aku baru sadar kalau Aku bilang telah menghilangkan 15 nyawa orang. Gawat,
__ADS_1
rasanya Aku keceplosan bicara, Aku tak bisa menarik kata-kataku lagi. Allysa langsung terlihat depresi langsung menutup wajahnya dengan rambut panjangnya. Aku harus bagaimana ini?