Serigala Cinta Segitiga

Serigala Cinta Segitiga
Si Dara yang Hilang


__ADS_3

“Oh Istriku.” Pungkasku.


Polisi di sampingnya langsung menoleh kearahku.


“Jadi Kamu sekarang sudah menikahinya?” tanyanya sambil menatap jalan di depannya.


“Iya, Pak. Aku menikahinya agar Dia tak depresi lagi, yang dimana rasa depresi itu


membuatnya berubah menjadi serigala.” Jawabku dengan alasan yang pro-keamanan.


“Bagus.” Ucap Polisi itu tanpa melanjutkan omongan lagi.


Tiba-tiba perutku keroncongan kuat, maklumlah Aku sendiri penderita maag, jadi mudah lapar dalam keadaan apapun.


"Pak, Apa perlu Kita ke Kedai sebentar?" tawarku


"Memang masih ada kedai yang buka?" tanya Pak Polisi.


"Sepertinya ada." ucapku walau tidak yakin.


Terus terang, dari tadi Aku tidak menemukan Kedai sedikitpun yang buka di jam itu. Tapi, Akhirnya kulihat sebuah Minimarket depan mataku.

__ADS_1


"Pak, itu ada Minimarket." tunjukku.


Seorang Polisi akhirnya membelokkan mesin mobilnya dan berhenti di depan Minimarket.


Kepalaku mulai berpikir, kalau Aku berhenti di Minimarket ini untuk membeli apa? sedangkan setahuku di Minimarket hanya menyediakan makanan kemasan yang tentu saja tak akan mengenyangkan.


Akhirnya, kuputuskan membeli Chiki, makanan yang rasanya gurih tapi tak mengenyangkan, yang penting mengganjal kan perut. Kubeli 4 bungkus agar 3 Polisi yang bersamaku bisa ikut makan.


"Silahkan, Pak. Dimakan dulu!" tawarku sambil memberikan Chiki jajanan itu.


"Terima kasih, tapi sejatinya Kami lebih suka Rokok." ungkap polisi yang ada di sampingku


"Kalau Aku sukanya, Kopi coklat saja." sambil mengunyah jajanan yang kuberikan, Polisi yang ada di belakangku bergumam.


Akhirnya, Kita putuskan berehat sebentar di dalam mobil polisi, sambil memakan jajanan kecil itu. Waktu sudah menunjukkan pukul 1 pagi hari. Dua polisi yang ada di Belakangku sedikit mengantuk, mungkin karena Mereka sudah lelah beberapa hari berpatroli Kini masih harus melayani Aku, terus terang Aku merasa bersalah.


Baru pukul 2 pagi hari, Kami memutuskan melanjutkan perjalanan Kami ke berkeliling Kota. Jalanan memang sudah sepi, agak menyeramkan, tak ada kendaraan yang melintas sama sekali, hanya ada satu kendaraan di tiap satu kilometer, maklumlah bukan Kota besar seperti Kota tetangga.


Tapi, Kami terus mencari keberadaan Meylinda, Sayangku.


Namun, hingga memasukki pukul 4 pagi. Belum menemukan sedetikpun keberadaan Meylinda. Polisi di sampingku, sudah menguap layaknya singa yang ngantuk. Rasanya tak enak batinku, apabila terus memaksa Polisi untuk melanjutkan perjalanan.

__ADS_1


Akhirnya, Kami pulang. Aku pun juga lumayan ngantuk, semalam tidak tidur. Padahal, Pagi Aku harus segera berangkat kerja. Dan, sebelum kerja sendiri Aku harus membuat Surat izin tidak masuk untuk Meylinda. Kalau Aku memang tidak bisa izin dari Kerja, sebab Aku sendiri sudah melanggar peraturan terkait waktuku untuk cuti.


Tiba di Rumah, ku tak melihat tanda-tanda ada Meylinda di Rumah itu. Rasanya sedih sekali, dalam batinku melihat Meylinda kemarin menikmati ulang tahunnya, Kini dia harus menghilang entah kemana.


Mungkin jika di posisi Meylinda, dia sepertinya tersiksa dengan nasibnya yang labil. Disatu sisi, kepada Siapapun yang mendekatinya terutama Aku. Aku harus lelah menanti Meylinda yang tak pasti.


Aku berbaring di atas kasur yang berantakan, padahal hari mulai terang. Sudah tak bisa tertidur lagi, kuputuskan untuk tetap berjaga-jaga jangan sampai ketiduran.


Hari ini tak seperti biasanya, jika hari biasannya Aku masih bisa merasakan enaknya minum Kopi buatan istriku, tapi kini harus menyeduh sendiri, dan makan pun terpaksa merebus mie. Padahal dua hari lalu sudah makan mie, ditakutkan Nanti kena maag lagi.


Selesai makan, dan minum kopi. Ku langsung mandi, dan dengan cepat harus berangkat pagi. Mengingat Rumah Makan tempat Meylinda bekerja buka lebih pagi, dan tutup lebih awal. Terpaksa Aku membuatkan surat, dan titipkan ke Gladyscha, teman dekat Meylinda di Kantor itu.


"Gal, ini surat Meylinda hari ini tidak bisa bekerja secara formal." ucapku sambil menyerahkan surat itu.


"Oh, Baik. Terima kasih, tapi Meylinda sakit apa?" tanyanya.


Lantas pertanyaan Gladyscha, membuatku bingung. Jika kubilang jujur, nanti dia tahu kalau Meylinda itu jelmaan.


"Ohh, Dia sakit jantung." gumamku


"Jantung? parah berarti?" balas Gladyscha dengan kaget.

__ADS_1


"Aku pun baru sadar, kalau kebohonganku tentu membuat Gladyscha tak percaya. Waduh, harus berbohong apa lagi?


__ADS_2