Serigala Cinta Segitiga

Serigala Cinta Segitiga
Allysa K.O


__ADS_3

Sepertinya kalau Aku kabur ini sudah aman, Aku keluar Ruangan dan kembali lagi ke lobbi utama. Keluar dari Gudang, dan disana bertemu dengan Jaki, yang sudah sampai Gudang. Ada Jaki, disusul Alfina. Sedang Satria masih menunggu bersama pihak kepolisian di Luar Gudang, agak jauh dari tempat kami, kartena


Gudang itu besar sekali, belum lagi ada beberapa Ruangan terbuka yang membuat Gudang ini semakin terkesan raksasa.


“Hey, Doni. Kamu enggak apa-apa?” ucap Alfina.


Jaki langsung masuk ke dalam Ruang Gudang itu. Tapi, ketika hendak mau masuk. Jaki terlempar lagi bersama Meylinda yang


berhasil dikalahkan Allysa. Kejadian itu terulang lagi, Aku terusir.


Allysa langsung dengan cepat melompat seperti terjun ke atas kasur langsung menyergap tubuh Meylinda, tangan Jaki langsung dia cakar hingga berdarah. Alfina sudah dibekali tembakan oleh Polisi langsung


menmbakkan kearah Allysa yang menindih tubuh Meylinda.


Alfina menembaki tubuh Allysa berulangkali hingga tubuh Allysa dipenuhi dengan peluru. Dan, sepertinya Allysa sendiri merasa


kesakitan dengan apa yang telah terjadi. Allysa mulai lumpuh, Ini kesempatan Meylinda untuk memukul balik Allysa.


Meylinda membanting tubuh Alllysa. Walaupun kaki Allysa masih bisa bergerak dan langsung menendang dagu Meylinda Meylinda langsung K.O. Aku langsung lari menjauh, Alfina masih terus menembaki tubuh Allysa dengan perasaan khawatir juga jangan sampai


mengenai tubuh Meylinda atau Jaki. Tapi, Jaki kembali mendekati Alfina. Tepat para Polisi langsung berdatangan. Ada sekitar 8 polisi


datang bersama, dikawal Rama dan Mayang. Semua sudah semakin ramai, sepertinya Allysa sudah digempur, dan para Polisi semakin yakin dengan sosok Allysa-lah manusia aneh yang bisa berwujud menjadi siluman serigala.


Keempat polisi langsung mengayunkan tangannya ke depan dan menembaki kearah tubuh Allysa dengan cepat. Allysa kali ini


tidak melawan, tapi mirisnya lagi beberapa Polisi akhrinya memutuskan untuk menembaki Meylinda, karena dianggap


membahayakan. Kami melihat proses penembakkan dua siluman serigala itu tepat di depan Kami. Membayangkan Mereka berdua


kesakitan luar biasa disantap puluhan peluru tembus ke tubuh Mereka. Allysa dan Meylinda semakin lemah, perlahan Mereka memuntahkan darah dari tubuhnya, dan itu berulangkali sampai akhirnya Meylinda dulu langsung terjatuh, ini mungkin karena


Meylinda memiliki kekebalan tubuh yang lebih lemah jika dibanding Allysa yang seorang atlet dan tubuh yang kuat.


Tapi, tak sampai 1 menit. Allysa langsung terjatuh.


Seorang Polisi dengan pangkat garis dua langsung memberi aba-aba kepada

__ADS_1


anak buahnya untuk berhenti mengeluarkan peluru dari pistolnya. Akhirnya satu persatu mulai berhenti. Meylinda dan Allysa sudah dipastikan tak bisa melawan lagi, Mereka berdua sudah tertidur lelap usai diserang puluhan peluru tembus ke tubuhnya, walaupun kulit Mereka memang tebal.


“Silahkan dua orang dekati Mereka!” ucap Polisi dengan pangkat garis dua itu.


“Baik.” Dua anak buah disiplin langsung mendekatinya.


“Wahh..tubuh Mereka mengeluarkan asap ini. Sepertinya


Mereka akan...” ucap salah satu Polisi muda itu.


Allysa dan Meylinda berubah wujud menjadi manusia. Keedua


Poilisi itu langsung malu-malu dan langsung cepat menutup mata Mereka jangan sampai melihat tubuh Allysa dan Meylinda yang tak


berbusana.


“Pak, Mereka tertidur dalam kondisi yang tak wajar pak.” Teriak salah satu Polisi muda itu.


“Cepat ambil handuk di dalam mobil, buat tutupkan tubuh Mereka.” perintah polisi berpangkat garis dua itu.


“Baik.”


lanjut tentang Mereka berdua. Untuk masalah ini, mau tak mau Aku yang harus menghadap pihak Kepolisian. Semua rekanku kuputuskan


untuk pulang. Aku berterima kasih besar atas kerjasama Mereka yang sudah menumpaskan masalah ini hingga selesai walaupun besar kecil kontribusi Mereka itu lebih banyak pekerjaanku tapi Aku patut berterima kasih pada Mereka.


Allysa dan Meylinda untuk malam ini tidak tidur di Rumah, tapi tidur di tempat yang sudah disediakan oleh kepolisian di Sektor.


Mereka dibiarkan tidur bersebelahan di dalam satu Ruangan, sedang Aku harus berhadapan dengan pihak kepolisian untuk diminta


keterangan lanjut, padahal hari itu sudah masuk jam 12 malam, dan mataku mulai kehilangan kekuatan.


“Baik, jadi begini. Apakah benar sosok Allysa yang saudara maksud itu ialah dia?” tanya Pak Polisi berpangkat garis dua.


“Betul, pak.”


“Lalu, yang satu lagi siapa? Apakah dia terlibat dalam kasus penghilangan nyawa 15 pemuda beberapa waktu lalu?” lanjutnya.

__ADS_1


“Oh, itu bukan. Dia justru adalah mantan kekasih dari salah satu korban.” Tegasku. Polisi itu berangguk paham, dan menuliskan catatan lagi.


Tak lama Polisi langsung bangun dari kursi menuju Ruangan tempat Allysa dan Meylinda berada. Aku terpaksa menunggu lama lagi, rasanya sudah muak dengan masalah ini.


Tapi, Aku tak menunggu lama. Polisi itu datang lagi tak sampai 10 menit Aku menunggu. Dengan gelagat dingin, dan nafas panjang


dia berkata.


“Untuk saat ini, saydari bernama Allysa akan kami penjarakan dalam waktu 2 tahun, nanti jika memang dia terbukti sehat dan salah,


maka Kami akan menambah massa penahanannya. Untuk Meylinda juga sama, butuh 6 bulan untuk mengetahui semua kasus ini. Tapi, untuk penjara Mereka berdua, tidak akan Kami tempatkan pada tempat umum. Tempat yang Kami maksud adalah tempat yang


sangat isolatif, dalam arti tertutup.” Jelas Pak Polisi.


“Mengapa begitu?” tanyaku lagi.


“”Mengingat Mereka memang sangat menyeramkan, dan sangat berbahaya, Kita tidak bisa bertindak apa-apa untuk masalah ini. Salah satu caranya ialah membawa Mereka di tempat yang isolasi.” Jelasnya singkat dan dimengerti.


“Baik, pak.”


“Kalau, begitu. Selamat malam.” Polisi itu memberikan tangan kepadaku.


“Malam juga.”: Aku ikut menyaliminya.


“Untuk informasi lebih lanjut, akan Kami hubungi nanti.” Lanjut Polisi.


“Baik, Pak. Terima kasih.”


“Sama-sama.”


Aku meninggalkan kantor Kepolisian sektor dan menuju pulang dikala gemerlap dan sepinya malam. Syukurlah, Aku bisa tenang.


Sekarang, Aku tak perlu cemas lagi terkait masalah Allysa dan Meylinda. Tapi, entah kelanjutannya bagaimana nanti? Meylinda didekam di dalam Penjara, begitu juga dengan Allysa.


Besok-besok cerita tentang keberadaan Allysa dan Meylinda muncul diberbagai berita di sosial media. Aku tak mungkin akan menjauhi


informasi ini, ataupun menutup informasi ini. Salah satu jalannya ialah Aku lebih baik menjauh.

__ADS_1


Aku merasa lega dengan masalah ini, Meylinda dan Allysa berada dalam tanggung jawab Pihak kepolisian.


__ADS_2