Seven Monster Spirit

Seven Monster Spirit
Prolog


__ADS_3

Di dalam ruangan terdapat banyak sekali tabung besar, disetiap tabung berisi anak kecil kira kira berumur lima tahun sampai dengan tujuh tahun dan didepan tabung seorang pria dengan pakaian jas putih mengamati isi dari tabung itu.


" Profesor mana yang akan anda pilih ? "


seseorang pria datang dan menanyakan tentang anak yang akan dipilih untuk melakukan percobaan penggabungan antara manusia dan monster.


profesor itu langsung menjawab


" tentu saja objek 963, Dia adalah objek terbaik dari semua objek yang ada disini"


mereka berdua langsung menuju ketempat objek tersebut berada.


objek 963 adalah objek spesial karena dia adalah objek yang berhasil melakukan semua tes dengan sempurna.


melewati pintu mereka berdua masuk kesebuah ruangan dengan banyak orang yang memakai jas putih sama seperti milik mereka.


"Apakah persiapannya sudah selesai?"


sang profesor bertanya kepada salah satu orang yang sedang sibuk melakukan percobaan tersebut.


"ya, kita tinggal memulai percobaannya sekarang"


"kalau begitu cepat lakukan"


"baik"


orang orang dengan jas putih itu langsung melakukan pekerjaan mereka.

__ADS_1


Didalam ruangan yang sama dengan sang profesor berada yang hanya dipisahkan dengan tembok kaca, ada dua tabung yang salah satunya berisi dengan anak kecil seperti diluar dan sebuah tabung kecil ditabung yang lainnya.


Percobaan pun dimulai orang yang berada di sana merasa tegang apakah percobaan ini akan berhasil atau gagal, Sedangkan profesor terlihat senang seolah dia sudah menunggu datangnya saat ini.


mana yang ada di udara berkumpul dikedua tabung dan memancarkan cahaya ungu gelap yang terasa menakutkan


'BOOOOM'


Ledakan kecil terjadi, suaranya bergema didalam ruangan dan tabung yang berisi anak itu pecah mengeluarkan isinya.


"hah...hah...hah"


anak itu ngos-ngosan dan setelah beberapa saat, dia merasakan tubuhnya seperti akan meledak tapi yang terjadi bukan itu, mana pekat mulai berkumpul disekitar tubuhnya dan membentuk semacam zirah hitam dengan aura pekat yang terlihat jelas oleh semua orang yang ada diruangan itu. mereka semua terkejut lalu panik tak terkecuali profesor.


anak itu berdiri tapi dalam keadaan tidak sadar kemudian menerjang kearah profesor dan yang lainnya.


"Apa yang terjadi? "


Pria itu terkejut melihat lab itu hancur tidak seperti sebelumnya.


"Apakah para monster itu mengamuk? "


Dia pernah datang kesini untuk menerima misi tentang penangkapan monster dari profesor ditempat ini. memang beberapa saat yang lalu dia merasakan ada aura negatif dari dalam ruangan tempat biasa orang orang disini bekerja.


ketika masuk kedalam sebuah ruangan yang terdapat banyak tabung pria itu melihat mayat anak anak yang telah terbaring ditanah, ternyata bukan hanya anak anak tetapi para staf dilab ini, juga ada yang sudah menjadi mayat. asap hijau tua memenuhi ruangan.


"uhuk...uhuk"

__ADS_1


pria itu mulai terbatuk-batuk.


"Apakah ini racun? sial sepertinya racun ini berbahaya"


mencoba menutupi hidungnya dengan sebuah sapu tangan yang ia bawa dia terus melanjutkan perjalanan kedalam.


membuka pintu dia melihat banyak orang dengan jas putih yang kini sudah berubah menjadi merah terbaring dengan kehilangan lengan, kaki ataupun ada lubang ditubuh mereka.


Melihat sekeliling pandangannya tertuju pada seorang anak kecil yang bersandar pada tembok tanpa luka. Pria itu lalu mendekatinya dan mencoba untuk memastikan apakah dia masih hidup atau tidak.


"Apa hanya kau yang bertahan?"


Dia mengambil anak itu dan menggendongnya lalu bersiap pergi dari tempat itu.


" bip...bip....bip"


sebuah suara aneh terdengar.


pria itu segera bergegas untuk pergi karena tahu bahwa tempat ini akan segera hancur. ketika melewati pintu kabut gas aneh sudah menunggunya. Dia lalu menutup hidung anak itu dengan sapu tangan miliknya, sementara itu dia menahan nafas sambil menggendong anak yang dia bawa menuju pintu keluar.


beberapa detik sebelum sampai di pintu keluar ledakan terjadi dibelakangnya. Pria itu menggunakan sihir untuk membuat perisai udara disekelilingnya tapi entah kenapa sihirnya tidak bekerja dengan baik, ledakan terjadi dan mengenai sebagian tubuhnya. Anak itu tidak terluka karena pria itu melindunginya.


Akhirnya mereka bisa keluar dari tempat itu.


melihat lab itu hancur pria bergegas pergi tapi karena lukanya cukup parah larinya pincang dan lambat. Setelah agak jauh dari tempat itu dia sudah merasa tidak kuat untuk berlari dan kemudian bersandar disebuah batu besar.


Melihat seseorang datang dia tersenyum

__ADS_1


"Bisakah aku minta tolong untuk merawat anak ini?"


__ADS_2