
Sudah 3 hari berlalu sejak Para goblin menyerang Rumah Gorgus. Hazel sekarang sedang membantu Gorgus bersama para penduduk yang lain untuk memperbaiki rumahnya, Dan Neron setiap pagi tetap melanjutkan latihannya tapi beberapa hari terakhir ada orang yang memperhatikan latihannya, dia adalah Gobu. Menurut Hazel Gobu adalah anak yang selalu bersemangat tapi sedikit ceroboh. Dan setelah Neron menyelamatkannya setiap pagi dia selalu datang kesini untuk melihat Neron berlatih, Bukannya Neron mengabaikannya tetapi sudah beberapa kali Neron atau pun Hazel mengajak Gobu untuk bermain dihalaman rumah dan Gobu hanya berkata "aku ingin tetap berada disini" jadi Neron atau pun Hazel tidak memaksanya, dan setelah Gobu duduk agak lama diluar pagar dia pasti segera pergi dan itu membuat Hazel bingung dengan tingkah anak itu.
Pada pagi hari ini, Neron tetap melakukan latihan dihalaman. Dia sudah mempelajari teknik pedang yang Hazel berikan dan sekarang dia ingin mencoba melakukan suatu hal baru, yaitu sumber kekuatan dari dunia ini yaitu Mana Dan Aura.
Aura adalah energi dalam tubuh yang berguna untuk memperkuat tubuh dan bisa mengalirkannya ke benda yang kita inginkan. Sedangkan Mana adalah energi yang berada disekitar kita, dan tubuh kita memiliki inti untuk bisa menyerapnya sehingga kita bisa merubah bentuk mana menjadi sebuah sihir.
Karena kemarin dia mencobanya tapi gagal hari ini Neron Ingin melakukannya lagi. Yang ingin Neron lakukan adalah cara mengendalikan mana karena dia sudah bisa mengalirkan aura jadi sekarang dia ingin menggunakan mana.
Menurut Hazel menggunakan mana sama seperti menggunakan aura, hanya saja jika kita menggunakan aura, kita menggunakan energi dalam tubuh untuk mengalirkannya atau memperkuat tubuh kita. Sedangkan Mana, kita mengumpulkannya dari luar tubuh dan membentuknya, lalu kita melepaskannya kedalam bentuk lain.
Neron sudah mengerti apa yang Hazel sampaikan tapi dia tetap tidak bisa merasakan mana.
"Neron waktunya makan"
Dari dalam rumah, Hazel memanggil Neron. Saat Neron sedang latihan diluar rumah Hazel menyiapkan sarapan didalam, karena sudah siap Hazel kemudian memanggil Neron. Mendengar itu Neron menghentikan latihannya dan masuk kedalam rumah.
"hmm ..... Kau dipenuhi keringat sebelum kau makan, kau harus mandi terlebih dahulu"
Neron yang masuk kerumah untuk makan harus menunda sarapannya karena setelah dia mencium badannya sendiri dia merasa mau muntah, jadi dia pergi mandi terlebih dahulu.
Hazel yang sudah duduk dimeja makan menunggu Neron untuk makan bersama tapi setelah beberapa menit Neron belum keluar jadi dia makan terlebih dahulu.
Beberapa menit kemudian sebuah ketukan terdengar dari pintu dan Neron juga sudah selesai mandi.
"Kau makan terlebih dahulu?"
"Kau terlalu lama, apa kau dengar itu? sepertinya ada tamu. Bagaimana kalau membiarkan dia masuk?"
"Tapi aku belum memakai Baju"
Hazel tahu itu karena Neron hanya memakai handuk yang menutupi pinggangnya, tapi Hazel merasa malas jika dia harus membuka pintu saat sedang makan.
"pakai bajumu dulu setelah itu buka pintunya"
"Baik-baik"
Neron mengatakan itu seolah terpaksa.
Neron dengan cepat berganti baju dan langsung membuka pintu, yang ada dibalik pintu adalah seorang pria yang seumuran dengan Hazel dengan rambut kuning kecoklatan dan memiliki mata coklat yang membuatnya terlihat seperti Elang yang menatap mangsanya, tubuhnya sangat berisi dan membuat pria itu terlihat besar.
Disamping pria itu ada anak perempuan yang umurnya sama dengan Neron, dia memiliki rambut kuning yang halus seperti cahaya dan matanya berwarna hijau seperti permata kulitnya putih seperti susu dan dia bisa dikatakan sebagai anak perempuan yang cantik.
"Apa Hazel ada dirumah?"
Pria itu sepertinya datang untuk bertemu dengan Hazel, tapi sebelum Neron bisa menjawabnya Hazel datang.
"oh...aku sudah menunggumu Gerald. Ayo masuk"
mereka berempat kemudian masuk dan duduk dimeja makan.
"Ayo makan dulu"
"Tapi kami sudah makan"
"Sudahlah jangan malu-malu aku sudah menyiapkan ini untuk kalian"
__ADS_1
"jadi karena itu kau banyak memasak makanan. Kenapa kau tidak memberitahuku aku bisa membantumu"
"Sudahlah, Kau masih kecil"
"Apa kau sering membatu Hazel, Neron ?"
"Ya, aku selalu ingin membantunya tapi kadang dia tidak mengizinkanku"
"Kau harus tumbuh besar dulu" Gerald sedikit bercanda. karena dia sudah pernah kesini waktu pemakaman jin jadi Gerald sudah pernah bertemu dengan Neron.
"Tapi sebelum itu, siapa kau? Aku tidak pernah melihatmu didesa ini"
"Sepertinya Hazel belum memberitahumu. Namaku Gerald Zayxavier. Aku adalah temannya Hazel dan Aku adalah pemimpin dari Gold Imperial Knight. Dan dia adalah putriku namanya adalah Ceithrine Zayxavier".
"fufufu sekarang kau pasti terkejut"
anak perempuan yang dari tadi diam sekarang berbicara
"Jadi begitu pantas saja kau memiliki Aura yang kuat"
"Kau kurang ajar seharusnya kau terkejut"
"kau memang benar, aku memang terkejut tapi mungkin kau tidak melihatnya"
Neron menjawab dengan santai. Anak perempuan itu merasa kesal karena dia berpikir bahwa Neron menghina ayahnya.
"Sudahlah dan Ceith anak gadis tidak boleh berbicara seperti itu"
Gerald berusaha menenangkan Ceithrine tapi Ceithrine membuang muka
"Dia semakin besar sejak terakhir kali aku melihatnya Gerald"
"Neron juga begitu sekarang dia berlatih ilmu pedang"
"Sungguh? itu bagus, itu pasti berguna dimasa depan"
"3 hari yang lalu rumah Gorgus diserang oleh goblin dan aku membawa Neron apa kau tahu apa yang dia lakukan?"
"apa itu?"
cerita yang disampaikan Hazel membuat Gerald penasaran.
"Dia berhasil membunuh 3 goblin dan menyelamatkan anak Gorgus yang dijaga oleh Hobgoblin".
"Itu Hebat sekali dia pasti akan menjadi pendekar pedang yang hebat dimasa depan"
Ceithrine merasa cemburu kepada Neron karena Gerald memujinya.
"Bukankah itu terlalu berlebihan, jika Neron memang sangat hebat aku menantangnya untuk melakukan duel"
Neron yang sedang memperhatikan mereka tetap melanjutkan memakan makanannya.
"Bagaimana apa kau takut?"
Ceithrine mengatakannya dengan nada provokasi dan Neron berpikir sebentar sebelum mengambil keputusan.
__ADS_1
"Baiklah, aku ingin menguji diriku selain melawan Hazel mungkin aku bisa mencobanya denganmu".
Neron, Hazel, Ceithrine dan Gerald mereka berempat kemudian pergi ke halaman.
Neron dan Ceithrine sudah siap diposisi dengan pedang kayu ditangan.
"kalian hanya bertarung menggunakan teknik pedang jangan menggunakan serangan yang kuat dan Neron jangan gunakan Aura"
Hazel yang menjadi wasit memberitahukan peraturannya.
"Jadi Neron sudah bisa menggunakan Aura, itu hebat Ceith masih belajar cara mengendalikannya"
"Ayah!!!"
Ceithrine merasa malu seolah tidak ingin diberitahu hal itu.
"Baiklah, sekarang mulai"
Pertarungan pun dimulai, orang yang menyerang pertama kali adalah Ceithrine dia berlari dan langsung menyerang dari depan, Neron berhasil menghentikan semua serangan itu dengan mudah. Karena menyadari tidak ada celah Ceithrine melompat mundur untuk menjaga jarak.
"Apa kau tidak ingin menyerangku lagi?" pertanyaan Neron terdengar seperti mengejek ditelinga Ceithrine. Kemudian anak perempuan itu berlari untuk melakukan serangan lagi tapi Neron menghilang dan kemudian muncul dibelakang Ceithrine, Neron lalu melakukan tebasan dengan pedang kayunya tapi Ceithrine dengan cepat menepisnya tapi karena serangan itu terlalu kuat hingga membuat Ceithrine terpental tapi dia masih bisa berdiri.
'dia melakukan tebasan dengan ringan tapi kenapa rasanya sangat berat' itulah yang dipikirkan Ceithrine.
"Suduh cukup" Hazel menghentikan duel itu.
"Sepertinya latihanmu masih belum cukup Ceith"
"Ya aku tahu, Tapi Lihat saja aku juga akan menjadi pendekar pedang yang hebat sepertimu Ayah"
Ceithrine mengatakan itu dalam keadaan menangis dia merasa kesal karena dia telah puas dengan teknik berpedangnya saat ini tapi mulai hari ini dia bertekad untuk terus menjadi lebih kuat.
...----------------...
Siang harinya keadaan sudah semakin tenang Ceithrine sedang tidur dikamar Neron dan Neron duduk disamping Ceithrine sambil membaca buku karena tidak ada kamar lagi jadi Ceithrine dibiarkan tidur dikamar Neron.
Hazel dan Gerald berada didapur bukan untuk makan tapi untuk membicarakan hal penting.
"Jadi apa ada alasan khusus kau datang kemari?"
Hazel memulai percakapan sambil menyeruput teh yang ada didepannya.
"Masalah Gate jadi semakin serius. Ada banyak yang muncul disekitar ibu kota jadi kami para Imperial Knight akan sangat sibuk untuk mengurus para Monster yang keluar dan juga aku mungkin harus menyelidikinya di benua Dezaritto. Jadi aku ingin meminta bantuan?"
"Apa kau ingin mengajakku juga untuk menyelidiki Gate itu?"
"Tidak bukan itu, aku ingin kau menjaga Ceith, Karena semua Imperial Knight sedang sibuk hanya kau yang bisa kupercaya"
"Aku sih tidak keberatan tapi bagaimana dengan Ceithrine apa dia mau tinggal disini?"
"Dia harus, jika tidak itu hanya akan menjadi masalah bagiku. Jadi aku akan segera pergi"
Gerald berdiri dan hendak pergi
"Apa kau tidak ingin berpamitan dengannya dulu?"
__ADS_1
"Tidak, Jika aku berpamitan dengannya dia tidak akan melepaskanku jadi aku titipkan dia dalam pengawasanmu"
meninggalkan kata-kata itu Gerald pergi tanpa menoleh kebelakang.