
Elvinia duduk disebuah batang pohon panjang dan didepannya ada kayu bertumpuk yang dimakan oleh api, tangannya sibuk menusuk daging buruan yang ia dapatkan. Api yang membakar kayu itu terasa hangat dan mulai sedikit demi sedikit memanas, Elvinia yang sudah menyiapkan dagingnya kemudian menancapkan makan pagi atau makan siangnya itu disekeliling api.
"siip..... Dengan ini sudah selesai, tinggal menunggu sampai dagingnya matang". kata Elvinia dengan semangat, seolah dia bangga terhadap dirinya.
Gadis Elf itu kemudian membasahi tangannya dengan air yang dia bawa, kemudian membasuh kedua tangannya sampai bersih, tak lupa dia juga mengeringkan tangannya dengan sihir angin yang ia kuasai.
Setelah semuanya selesai Elvinia duduk bersantai sambil menanti makanan yang ia bakar siap untuk dimakan, tapi seekor Serigala berbulu putih berlari menghampiri gadis Elf itu.
"Woof woof" suara serigala itu seolah ingin menunjukkan sesuatu.
Elvinia yang tidak mengerti perkataan serigala itu hanya mengelus-elus kepala serigala putih itu dengan lembut, dan ketika dia mendengar suara kecil yang berasal dari pintu tempat persembunyiannya, gadis Elf itu terkejut karena anak manusia yang sudah ia selamatkan ternyata sudah siuman.
...----------------...
Pemandangan yang ada didepan Neron adalah sesuatu yang baru pertama kali dia lihat, seorang Gadis dengan rambut silver panjang dan mata hijau seperti zamrud sedang membakar daging dan mengelus serigala putih yang tadi ada didalam ruangan, Neron menyadari ada yang berbeda dengan gadis itu yaitu telinganya yang panjang dan runcing, anak manusia itu tau bahwa gadis didepannya bukanlah manusia seperti dirinya 'Dia Elf' pikir Neron saat melihatnya.
Neron berjalan dengan lemas, tubuhnya seolah tidak memiliki tenaga untuk berjalan, apa karena dia lapar? atau mungkin karena mimpi yang dia alami barusan, 'mimpi, apakah benar itu hanya sebuah mimpi?', Neron bertanya kepada dirinya sendiri didalam pikirannya. Gadis Elf yang melihat Neron berjalan dengan tertatih-tatih segera menghampirinya dan membantunya berjalan, dibelakang Elvinia serigala putih mengekor padanya sampai kebatang pohon yang tadi diduduki gadis itu.
"Bagaimana keadaanmu sekarang?" Elvinia memulai percakapan.
Neron yang duduk lemas menjawab "sepertinya tubuhku sudah membaik, meskipun sedikit lemah"
"Ah iya, perkenalkan namaku Elvinia Greenwood, aku hidup dihutan ini, tapi sekarang aku tinggal di desa yang tak jauh dari tempat ini dan tempat istirahat yang tadi kau gunakan adalah tempat persembunyianku" karena Neron melihat Elvinia dengan penasaran, gadis itu langsung memperkenalkan dirinya dengan lengkap.
"Namaku Neron, aku berasal dari luar hutan ini" Kata Neron yang melihat ke api didepannya atau lebih tepatnya kedaging yang dibakar dihadapannya.
"kamu pasti lapar ya, tunggu sebentar ya daging ini hampir matang" ucap Elvinia yang melihat Neron menatap daging yang dia bakar, ya wajar saja sudah lima hari Neron tidak sadarkan diri, jadi sekarang pasti tubuhnya sangat membutuhkan makanan.
Neron yang mendengar perkataan gadis Elf itu merasa sedikit malu, tapi tidak ada eskpresi diwajahnya, dan Neron hanya menjawab perkataan Elvinia dengan anggukan.
Biasanya Elvinia hanya makan diluar sendiri, tapi karena sekarang ada Neron, jadi dia senang karena bisa makan dengan orang lain, apalagi Neron masih kecil jadi Elvinia bisa menganggap Neron sebagai adiknya meskipun mereka berdua berbeda ras.
Neron yang melihat Elvinia senyum-senyum sendiri merasakan perasaan aneh, karena Neron menatapnya seperti itu seolah wajahnya mengatakan bahwa Neron bertanya-tanya apa yang ada dipikiran gadis Elf itu, Elvinia mengatakan "Bagaimana kalau kamu memanggilku kakak?"
"kakak?" Neron mengulangi kata itu
__ADS_1
"Mau ya?" Elvinia mengatakan itu dengan mata berbinar. Didesa dulu, Neron tidak pernah memanggil seorang perempuan dengan sebutan kakak, karena kebanyakan Remaja yang lebih tua sedikit darinya adalah seorang laki-laki, jadi ini pertama kalinya seorang perempuan ingin dipanggil kakak olehnya, tapi karena ini adalah permintaan dari seseorang yang telah menyelamatkannya jadi Neron hanya mengiyakan.
"Apakah kamu berasal dari benua es?" tanya Elvinia, sudah lama dia penasaran dengan tempat Neron tinggal dulu, akhirnya sekarang dia menanyakannya.
"Kruk,kruk" suara perut Neron menjawab terlebih dahulu dibandingkan mulutnya.
Elvinia yang mendengar itu tertawa kecil.
"Dagingnya sudah matang, ini makanlah" kata gadis Elf itu kemudian memberikan daging tusuk yang tadi dia bakar kepada Neron.
"Makasih......em....kak" Kata Neron sambil menambahkan kata kak dibelakang, karena Elvinia seolah menunggu kata itu keluar dari mulut Neron.
"ini Enak" kata Neron kemudian dia memakan dagingnya dengan lahap
"Bener kan? makan yang banyak agar kamu cepat sembuh" ucap Elvinia
Neron hanya mengangguk kemudian menjawab pertanyaan dari Elvinia.
"Aku bukan berasal dari benua es.....aku berasal dari benua Zairl, Kenapa kakak berpikir aku dari benua es?" Neron memberitahu Elvinia dan kemudian menanyakan pikiran Elf itu.
"Rambut putih dan mata biru adalah ciri khas dari benua es" lanjut Elvinia supaya jawaban yang tadi dia berikan menjadi lebih jelas.
Pertanyaan dan jawaban yang diberikan oleh gadis Elf itu membuat Neron penasaran darimana asal dia sebenarnya, Karena ingatannya hilang Neron tidak tahu pasti darimana dirinya berasal, tapi dari apa yang Elvinia katakan, sekarang Neron bisa menentukan kemana arah tujuannya, meskipun ada beberapa hal yang dia butuhkan seperti kekuatan untuk tetap hidup dan tentang mimpi yang dia alami tadi, Neron tidak menceritakannya kepada Elvinia karena menurutnya itu bukanlah hal yang harus dia ceritakan, jadi untuk sekarang Neron menyimpan mimpi itu dibelakang otaknya dan berfokus pada pengembangan dirinya.
Menatap ke depan Neron melihat api yang menyala dengan beberapa daging tusuk disekelilingnya dan itu membuat dia terpikirkan sesuatu.
"Kak Elvinia" ucap Neron
"Iya?" Elvinia yang sedang memberi makan serigala putih menoleh kearah Neron.
"Apa tidak bahaya menyalakan api ditengah hutan?" tanya Neron dengan wajah datar.
"Hmmmm......" Elvinia menggigit daging yang dia ambil dan mengunyahnya dengan pelan sambil berpikir "tidak, karena aku akan menyiramnya dengan air" lanjut gadis Elf itu
"Apakah kakak yakin apinya akan mati?" tanya Neron sekali lagi.
__ADS_1
"Tentu, karena jika tidak aku akan menyiramnya lagi" kata Elvinia sambil memakan daging yang terakhir.
"Oh baiklah"
"Neron, Entah itu baik atau jahat, lemah ataupun kuat sebuah kekuatan, itu semua tergantung cara kamu menggunakannya, ingat itu!!"
Semua daging sudah habis, gadis Elf itu adalah orang yang makan paling banyak, bahkan Neron tidak menyangka bahwa ada gadis yang memiliki nafsu makan seperti itu. Menggunakan tusuk daging barusan Elvinia menunjuk salah satu ranting pohon.
"Apa kamu bisa tau sesuatu dibalik pohon itu?" tanya Elvinia
Neron berkosentrasi dan mencoba merasakannya "seekor burung?"
"Bukan, itu adalah Tupai" kata Elvinia dengan wajah bangga "ini adalah Teknik Sense, Teknik Elf yang menggunakan mana dialam untuk merasakan mana yang ada didalam tubuh makhluk hidup, teknik ini juga bisa digunakan untuk menghilangkan keberadaan karena itulah ras Elf jarang ditemukan oleh ras lain" lanjut Elvinia dengan menjelaskan tentang kekuatan yang dia pakai barusan.
"Teknik sense..... Bisakah kakak mengajariku?" Tanpa pikir panjang Neron langsung meminta Elvinia untuk mengajarinya, meskipun dia tertarik tapi tidak ada tanda-tanda bersemangat diwajahnya. Elvinia yang melihatnya tidak tahu harus berkata apa tapi melihat kearah Neron, gadis Elf itu melihat Mata seseorang yang berkeinginan kuat.
"Aku bisa mengajarimu tapi ingat yang kukatakan tadi... sebuah kekuatan tergantung dari bagaimana kamu memakainya...jadi bagaimana kamu akan memakainya? untuk apa?" tanya Elvinia dengan wajah serius.
"Untuk apa?" Neron berpikir dan bertanya pada dirinya sendiri "Untuk diriku sendiri" Neron kemudian dengan tegas mengatakan itu.
"Kenapa bukan untuk orang lain?" tanya Elvinia sekali lagi.
"Karena.......aku cuma sendiri"
Elvinia kemudian memeluk Neron dengan kuat seakan tidak ingin melepaskan dia, gadis Elf itu tidak menanyakan apa yang terjadi kepada Neron karena waktu dia menemukan Neron, anak itu dalam keadaan luka yang sangat parah mungkin ada bandit yang menyerang desanya dan menyebabkan luka itu, tapi untuk kedua orang tua Neron, apakah mereka masih selamat? itu adalah sebuah pertanyaan yang ingin Elvinia juga tanyakan, tapi Elvinia mengurungkan niatnya karena takut dengan kemungkinan terburuk, mengingatkan Neron dengan hal yang buruk yang ia alami bukanlah hal yang tepat jadi sekarang Elvinia memeluk Neron dengan hangat.
Neron yang berada di pelukan Elvinia hanya diam tidak bergerak, sebelumya dia tidak merasakan apa-apa tapi sekarang Neron mengingat tentang perasaan ini, seolah dia kembali mengingat orang yang memberinya pelukan ini, meskipun dengan orang yang berbeda tapi rasa yang ditunjukkan sama yaitu kasih sayang.
"Woof...grggrggr...Woof" Serigala putih menggeram memberitahu kepada Elvinia bahwa ada seseorang yang datang.
Elvinia melepaskan Neron dan memadamkan api didepannya dengan air yang dia bawa.
"Neron Sembunyi Dibelakangku!!!" perintah Elvinia
Neron menyadarinya juga, meskipun tidak sehebat teknik sense tapi Indra perasanya lebih tajam daripada manusia lainnya.
__ADS_1
Setelah beberapa saat muncullah dua Elf dari dalam hutan dan mereka berdua langsung mengarahkan senjata mereka kearah Elvinia.