
Elnad berlari dengan cepat dari pohon ke pohon, Kali ini dia sendirian tapi otaknya sangat berisik sampai membuat dia kesal 'ini alasannya aku tidak suka sendirian' Kekesalan itu yang ada di otaknya. Elnad jadi teringat tentang sebuah Cerita, seorang anak Elf yang dibenci oleh elf lain karena sihirnya yang bisa membuat hutan hancur tapi karena kerja kerasnya, anak Elf itu sekarang menjadi kapten Leaf Guard, meskipun masih ada beberapa yang tidak suka dengan sihirnya, namun ada beberapa orang yang menerima dirinya sekarang.
Keberadaan anak manusia didesanya tidak terlalu berpengaruh terhadap dirinya, selama anak manusia itu tidak membahayakan hutan ataupun desa Elf. Meskipun Anak bernama Neron itu dituduh sebagai perusak hutan, tapi Elnad tau bukan dia pelakunya, Karena Teknik Sensenya memberitahu bahwa ada monster yang sudah melakukannya.
Daripada Neron, Elnad lebih mengkhawatirkan Elvinia, dia takut gadis Elf itu lebih dulu menemukan monster itu, Jadi sekarang Elnad pergi untuk menyusul Elvinia agar gadis Elf itu tidak bertindak ceroboh.
Mengaktifkan teknik sense, Elnad menghentikan langkah kakinya.
"Dia datang" Kata Elnad dengan waspada.
Mengambil sesuatu didalam saku bajunya, Elnad mengeluarkan sebuah kristal hijau kecil. Mengarahkan Kristal yang dia pegang kearah atas, Elnad menghancurkannya dan dalam sekejap kristal itu mengeluarkan cahaya hijau yang sangat terang, ini adalah benda yang digunakan sebagai sinyal agar para Leaf Guard berkumpul.
Dalam jarak kurang dari 100 m, seekor Monster berjalan lurus kearah desa.
'Aku harus berusaha menghentikannya sambil menunggu yang lain datang' kata Elnad pada dirinya sendiri.
Monster itu adalah monster yang belum pernah Elf laki-laki itu lihat, tubuhnya terlihat seperti batu besar yang berjalan dan ada lumut dibeberapa bagian tubuhnya, Karena tubuhnya yang besar, monster itu berjalan dengan lambat. Mengambil busurnya yang terlipat, Elnad mulai menciptakan anak panah dengan sihir create magic nya.
Elf laki-laki itu kemudian mefokuskan dirinya dan bersiap untuk menembak.
"whusssh"
Sebuah anak panah dengan cepat memotong udara yang kosong, dari kejauhan Elnad melihat anak panah itu hancur saat mengenai tubuh musuhnya 'Sekeras apa sih tubuhnya itu' pikir elf itu kesal.
Bersiap untuk serangan kedua, kali ini Elnad mefokuskan untuk membuat anak panah yang kuat dan bukan cuma satu anak tapi ada beberapa, menarik nafas dari hidungnya untuk menenangkan diri lalu dia berkata "Create magic : Elimination True Arrow", dengan cepat dan kuat 3 anak panah menuju kearah monster tapi tidak ada perubahan, monster itu tidak berhenti dan anak panah tadi tidak hancur melainkan hanya menancap ditubuhnya, hal itu membuat Elnad mendengus kesal 'Dasar Monster batu menyebalkan', biasanya serangan itu sudah cukup untuk membunuh monster lain dengan satu serangan, tapi monster didepan elf laki-laki itu berbeda, serangan tadi sama sekali tidak berpengaruh.
Dan dalam waktu serangan itu, jarak monster itu dengan desa semakin dekat, tapi sekarang Elnad sedikit senang karena apa yang dia tunggu telah tiba.
"Kalian lama sekali" kata Elf laki-laki itu dengan senyuman.
"Kami tiba kapten" suara Rein mewakili pasukan yang lain.
"Bagus" menarik nafas dalam-dalam "Para Leaf Guard bersiap diposisi, jangan biarkan Monster didepan kita pergi kedesa, semuanya kerahkan seluruh kemampuan kalian" perintah Elnad dengan tegas.
"Baik" jawab para Leaf Guard bersamaan.
Para Leaf Guard mulai mengambil posisi mereka, ada yang diatas pohon, didekat monster dan diatas tanah. Para pemanah mulai mempersiapkan anak panah mereka, ahli tombak mulai menyerang monster itu dari jarak dekat tapi tetap berhati-hati terhadap serangan balik monster itu. Serangan anak panah dan tusukan tombak mulai menghujani tubuh monster batu tapi semua serangan itu tidak berpengaruh, monster itu tetap berjalan kearah desa.
"Jangan menyerah" Teriak Rein
__ADS_1
Rein mulai mempersiapkan serangannya, busurnya diarahkan keatas bukan kearah monster didepannya.
"Create Magic : Prison of Rain" tembakan satu anak panah ke langit membuat sebuah lingkaran sihir yang mendatangkan hujan anak panah disekeliling monster itu, dan membuat monster itu berhenti bergerak atau seharusnya itu yang terjadi, tapi monster didepannya tidak mempedulikan hujan panah, dan terus berjalan meskipun tubuhnya dihujani serangan dari atas.
" Yang benar saja" kata Rein tidak percaya
Menepuk pundak Rein, Elnad berjalan kedepan dan menghadap kearah monster yang berjalan.
"aku harus menggunakannya" mempersiapkan kuda-kuda, Elnad mengambil pedang yang tergantung di pinggangnya.
"fire magic sword style : Flame burst slash"
Tebasan Api langsung mengarah ke monster batu karena dorongan serangan Elnad, monster didepannya mundur sedikit, tapi hasil yang didapat tidak sepadan dengan serangan itu, karena ada beberapa pohon yang terkena serangan itu meskipun cuma sedikit.
"Jangan dipikirinkan, akan lebih bahaya lagi kalau Monster itu tiba didesa" Kata Rein berusaha meyakinkan Elnad
"Ya, aku tau" jawab Elnad, meskipun dia selalu benci sihir itu karena bisa merusak hutan ini, tapi yang dikatakan oleh Rein itu Benar, tidak ada waktu untuk menyalahkan diri sendiri.
Serangan dari para Elf terus berlanjut tapi tidak ada yang berubah Monster itu tetap berjalan menuju kearah desa.
"WRAAAUUUU" Suara raungan kesakitan terdengar membuat Elnad dan para Leaf Guard terkejut.
Sebuah panah angin menancap ditubuh monster itu, serangan itu adalah serangan Elf yang Elnad kenal.
"Kamu selalu membuatku terkejut, Elvinia" kata Elnad lega melihat Elvinia ada disini.
...----------------...
Disebuah ruangan dengan pagar kayu yang dikelilingi oleh tanaman rambat, seorang anak kecil dan seekor monster diikat menggunakan tanaman rambat yang sama seperti dipagar kayu tersebut. Monster serigala disebelah anak kecil itu, dari kemarin berusaha untuk menghancurkan pagar yang mengurung mereka dengan menggunakan cakar ataupun giginya yang tajam, tapi tidak ada tanda-tanda kayu itu akan hancur, malahan tanaman rambat yang mengikat mereka berdua yang terus-menerus menyerap mana mereka, Sekarang serigala putih terbaring lemah karena mananya diserap.
"Hey Naga hitam, kenapa manaku tidak terserap oleh tanaman itu?" tanya Neron kepada monster didalam tubuhnya.
['karena aku yang menyerap energi manamu'] Kata monster didalam tubuh Neron dengan santai.
"Apa karena itu aku tidak bisa menggunakan sihir?" tanya Neron tanpa ekspresi diwajahnya.
['Iya tapi sebagai gantinya kau bisa menggunakan kekuatanku'] pernyataan dari Artaros membuat semuanya jelas, Neron sudah menduga hal itu sejak pertemuan mereka pertama kali, jadi dia tidak terkejut sama sekali.
"WRAAAUUUU"
__ADS_1
Sebuah suara terdengar.
['Ada monster dalam jarak beberapa puluh meter, hey bocah kau bisa mengambil jiwanya jika mengalahkannya, apa kau akan pergi?' bukannya kau bisa melepaskan tanaman ini dengan mudah]. karena tanaman ini Neron tidak bisa menggunakan teknik sense jadi anak itu tidak merasakannya.
"Ayo kita periksa terlebih dahulu" ajak Neron, Anak itu dengan mudah melepaskan ikatan pada dirinya, kemudian melepaskan ikatan dari serigala putih.
"Woof woof"
Serigala itu kembali bersemangat.
['ini ambilah']
Sebuah lubang muncul didepan Neron dan dari dalam lubang itu keluarlah Vrodast Sword.
['Tidak akan kubiarkan kau memegang senjata kelas dunia ditempat para Elf yang membencimu, tapi sekarang kau harus mendapatkan jiwa Monster itu'].
Neron mengambil pedang yang Hazel berikan dan menebas pagar didepannya, kemudian berlari keluar ruangan dengan serigala putih yang mengikutinya.
Ada seseorang yang menunggu Neron diluar, dia adalah Tetua Elf didesa ini yaitu Aeron folword. Melihat Elf didepannya Neron langsung waspada.
"Tenang saja aku tidak akan menangkapmu dan mengembalikanmu kedalam penjara itu" kata Aeron.
"Apa yang kamu inginkan?" tanya Neron sambil melihat apa yang akan Elf tua itu lakukan.
"Tidak ada, aku hanya ingin memintamu untuk pergi dan jangan kembali lagi kesini"
"Baiklah, aku akan kembali ke benua Zairl"
"Silahkan" mengatakan itu Aeron membiarkan Neron lewat.
Melewati Elf tua itu, Neron pergi keluar dari desa Elf. Dari kejauhan akhirnya Neron melihatnya, Monster dengan ukuran 3 meter menuju kearah desa Elf ini, tapi para Leaf Guard berusaha menghentikannya dengan kemampuan mereka.
['Bagaimana? apa kau akan menyelamatkan desa ini?']
Ingatan tentang desa crew muncul kembali di otak Neron.
"Tidak, kita ambil jiwa Monster itu kemudian pergi dari sini" kata Neron fokus dengan monster itu.
Neron dengan cepat berlari kearah Monster batu dan melakukan tebasan secepat kilat, para Elf yang melihatnya terkejut.
__ADS_1
"Neron" Teriak Elvinia
"Aku datang untuk membantu kakak"