
"Kenapa mereka masih belum datang?"
Hiro yang dari tadi menunggu teman-temannya merasa bosan karena terlalu lama menunggu.
Anak itu kemudian membaringkan tubuhnya dibawah pohon besar tempat biasa mereka bermain. Berharap dia bisa tidur siang sambil menunggu yang lain.
Beberapa saat kemudian Neron dan Ceithrine datang.
"Kau sendirian? dimana yang lain?" Ceithrine bertanya dengan penasaran karena Hiro hanya sendirian disini.
"oh ternyata kalian"
Hiro yang tadi tidur langsung dalam posisi duduk dia merasa senang karena sudah ada yang datang.
"Aku tidak tahu, aku dari tadi menunggu kalian"
"maaf kami terlambat, kami masih melakukan sesuatu" Neron meminta maaf karena terlambat.
"Tidak apa apa, sesuatu seperti apa?"tanya Hiro
"Dia terus memintaku mengajarinya tentang sihir tapi tetap saja dia tidak bisa" jawab Ceithrine
dengan nada meremehkan
"Hey tapi aku juga mengajarimu tentang Aura"
"tapi kita terlambat karena kau terus terusan ingin mencoba, sampai waktu pertemuan kita jadi terlewat pada akhirnya tetap tidak bisa"
Neron ingin menyangkalnya tapi semua yang dikatakan Ceithrine itu benar.
Sudah beberapa bulan berlalu sejak ayah Ceithrine meninggalkannya didesa ini. Sekarang dia memiliki banyak teman dan semakin akrab dengan mereka tak terkecuali Neron. Sekarang anak cengeng itu telah tumbuh menjadi sedikit lebih kuat. kemampuannya dalam mengendalikan Aura sudah sangat mahir dan teknik pedangnya sudah semakin hebat.
Sementara Neron sekarang tetap belajar Aura dan Mana untuk meningkatkan kekuatan bertarungnya, dalam pengendalian Aura dia semakin baik tapi untuk Mana tidak ada perkembangan sama sekali Neron tetap tidak bisa menggunakan sihir.
"Sihir seperti apa yang kau gunakan?" Hiro bertanya kepada Ceithrine tentang sihir yang bisa dia gunakan.
"lihat"
Ceithrine memusatkan Mananya ditangan kanan dan kemudian membayangkan bentuk yang akan dia buat dan muncullah kepala anak panah yang memiliki sinar terang di telapak tangan Ceithrine.
"Oh elemen cahaya ya. Lihat punyaku"
Hiro juga mulai menunjukkan sihirnya. Sebuah bola hitam seukuran genggaman tangan muncul dan menari di telapak tangannya.
"Setelah dipikir-pikir ternyata sihir kalian itu bertolak belakang, ya"
Neron yang memperhatikan mereka mulai berbicara, meskipun merasa tertinggal dari mereka berdua yang bisa dia lakukan hanyalah berusaha.
"Sihir bagiku tidak penting, karena menurutku yang paling penting adalah teknik berpedangku"
__ADS_1
"Tapi kau masih belum bisa mengalahkanku" kata Neron
"Lihat saja aku pasti akan melampauimu dan akan menjadi pendekar pedang terhebat seperti ayahku"
"Siapa nama ayahmu?" tanya Hiro
"Ayahku adalah Pemimpin Gold Imperial Knight, Gerald Zayxavier"
"Itu hebat Aku juga memiliki sebuah impian" kata Hiro, Melihat kelangit sebelum melanjutkan kata-katanya "Aku ingin menjadi Adventure yang hebat seperti ayahku" Hiro mengatakan itu dengan semangat.
"Dan Neron apa impianmu?"
"Aku ingin mengelilingi dunia ini untuk melihat banyak hal dan mempelajari banyak hal"
"Itu keren kau pasti akan menemui banyak orang yang menyenangkan dan pergi ke tempat yang indah"
"Ya, itu pasti akan terjadi jika aku berkeliling dunia, tapi bukan hanya itu yang menungguku pasti akan banyak masalah yang menghampiri jadi karena itulah aku ingin mempelajari sihir dan teknik berpedang"
"Jika kau ingin mempelajari sihir bagaimana kalau kau pergi ke Akademi sihir Siria?. Kau bisa pergi bersamaku.
"Akademi sihir Siria?"Neron mengulangi kalimat itu karena belum pernah mendengarnya
"Itu adalah tempat diIbukota dimana kau bisa mempelajari banyak hal seperti sihir, pertarungan senjata ataupun pertarungan tangan kosong" sebelum sempat Hiro menjelaskan kepada Neron, Ceithrine sudah mendahuluinya.
"Sepertinya menarik tapi itu akan sulit karena aku tidak memiliki biaya"
"Tidak, aku sudah banyak merepotkannya. Aku akan belajar sendiri saja". Meskipun sulit dia tetap akan tetap belajar menggunakan mana tanpa pergi ke Akademi.
"Apa kau akan belajar disana Hiro?"
"Ya, saat aku berumur 10 tahun aku akan pindah Ke ibukota untuk memulai kehidupan yang baru dan saat berumur 12 tahun aku akan masuk ke Akademi" jawab Hiro
"Mungkin saat kau pindah ke ibukota aku juga akan pulang untuk belajar dari ayahku" Kata Ceithrine sepertinya dia agak merasa sedih untuk berpisah dengan teman-temannya.
"Sepertinya kita memiliki jalan yang berbeda-beda. Aku akan tetap disini sampai aku siap untuk melakukan perjalanan mengelilingi dunia" kata Neron
"Suatu hari nanti impian kita pasti tercapai dan kita akan berkumpul kembali didesa ini untuk merayakannya, apa kalian setuju?"
"sampai saat itu kita akan berusaha untuk mewujudkannya" kata Neron
Ditengah percakapan asyik mereka Gobu dan yang lainnya datang membawa seseorang yang mereka tunggu sejak tadi.
"Apa kalian yakin ingin pergi?, tempatnya agak jauh Lo" tanya orang itu. Dia adalah Jun, Murid Hazel yang juga membantu dalam penyerangan goblin didesa.
"Tidak apa apa, kami ingin pergi berenang disana dan kak Jun kamu bisa memancing selagi kami berenang" Kata Gobu
"oke-oke, Tapi sebelum kita pergi kalian harus meminta izin pada orang tua kalian dulu jika tidak diizinkan maka kita tidak akan pergi" kata Jun mengingatkan mereka
"Soal itu kami sudah meminta izin sebelum pergi kerumahnya kak Jun" Kata Lyra
__ADS_1
"Jadi kalian sudah merencanakannya ya"
"Hehehehe kami merasa bosan jika bermain disini terus dan Hiro mengatakan disungai itu kita bisa berenang" jawab Syla sambil cengengesan karena senang
"Jadi kau yang menghasut mereka ya Hiro"
"Heh Aku tidak menghasut mereka, aku hanya menceritakan tempat bermain yang bagus karena disana kita bisa berenang bersama. Mereka yang mengajakku untuk pergi ke sana tapi aku bilang kita tidak bisa pergi kesana sendiri jadi kami mengajak kak Jun"
"Kenapa kalian tidak mengajak orang tua kalian sendiri sih?"tanya Jun merasa jengkel karena harus menjaga mereka
"Sudahlah kak Jun, orang tua kami sibuk lagipula kak Jun juga tidak memiliki pekerjaan" Jawab Hiro dengan nada santai
"yah kau memang benar" kata Jun. Dia ingin menyangkal perkataan Hiro tapi Jun hari ini memang sedang nganggur.
"apa kalian juga akan ikut?" tanya Jun kepada Ceithrine dan Neron
"tentu saja" mereka berdua menjawabnya hampir bersamaan
"eee apa disana tidak akan ada monster?" tanya Ryan
"ada, disana akan ada monster ikan raksasa yang akan memakan anak-anak yang pergi kesana" kata Gobu mencoba menggoda Ryan
"hiiiii" Ryan menjerit ketakutan "apa kita akan tetap pergi?"
"tentu saja, Gobu itu hanya membohongimu" Kata Hiro
"sungguh?"
"iya"
Melihat mereka selama beberapa bulan membuat Neron bisa mengerti sifat mereka.
Gobu anak yang selalu bersemangat tapi sedikit ceroboh, untuk Lyra dan Syla mereka juga selalu bersemangat dan memiliki sifat yang hampir mirip tapi untuk si adik dia lebih aktif daripada kakak perempuannya. Dan Hiro dia anak yang pintar dan berbakat dalam pengendalian sihir tapi untuk fisik dia lebih lemah dari Syla. Sedangkan Ceithrine dia anak yang sedikit cengeng dan agak manja tapi dia memiliki fisik yang kuat dan cepat dalam mempelajari sesuatu. Dan yang terakhir Ryan, dia anak yang agak pendiam dan penakut tapi dia anak yang baik dia selalu mengkhawatirkan teman-temanya melebihi siapapun.
Mereka semua mulai berjalan menuju sungai, Neron dan Hiro yang berada dibaris belakang memulai percakapan.
"Oh ya Hiro, kau bilang ingin menjadi Adventure yang hebat seperti Ayahmu. Siapa nama Ayahmu?" tanya Neron
"Jadi kau penasaran. Nama Ayahku adalah Jin salah satu dari Adventure rank S" Jawab Hiro dengan bangga.
Ketika Neron tahu nama ayah Hiro, dia merasa bersalah karena orang itu yang telah menyelamatkan dirinya kata Hazel. Sekarang Jin harus mati karena telah menyelamatkan nyawa Neron. Setelah tahu itu Neron berhenti berbicara.
Melihat Neron yang menjadi diam Hiro berkata
"Jangan terlalu dipikirkan. Ayahku pasti sangat senang karena anak yang dia selamatkan dapat hidup bahagia didesa ini" kata Hiro dengan tersenyum
"terimakasih" Kata Neron sedikit senang meskipun hatinya masih merasa bersalah.
Meninggalkan kata-kata itu Neron, Hiro dan juga Jun melanjutkan perjalanan menuju sungai untuk berenang dan memancing.
__ADS_1