
Neron berjalan ke dapur karena sudah hampir waktunya makan malam dia biasanya membantu Hazel menyiapkan makanan, meskipun masih berumur 7 tahun Neron selalu membantu Hazel melakukan pekerjaan rumah walaupun sudah berulang kali Hazel mengatakan bahwa Neron tidak perlu membantunya tapi Neron tetap bersikeras untuk membantunya.
Sesampainya di dapur makanan sudah tersaji di atas meja dan Hazel mengambil beberapa roti yang ada didalam lemari dan meletakkannya di atas meja.
"Neron ayo makan"
Hazel duduk dan bersiap untuk menyantap makanan yang ada didepannya
"kenapa kau tidak memberitahuku kalau akan menyiapkan makan malam?"
"Sudahlah jangan dipikirkan ini masih bukan pekerjaamu"
Hazel menyantap daging panggang yang dimeja dan juga memakan sup jagung dengan lahap.
"tapi aku bisa melakukannya"
Karena Neron sudah lapar dia langsung duduk dan mulai memakan makanan yang ada.
"kau masih kecil, dari pada itu coba makanlah ini"
Hazel memberikan roti yang dia beli dikota.
"apa ini?"
"coba saja"
Roti itu cukup besar bagi anak anak seperti Neron tapi bagi Hazel jika dia hanya makan satu rasanya kurang maka paling tidak dia harus makan dua.
"hmmemm"
Neron memakan roti dengan tatapan acuh tak acuh saat roti itu masuk kedalam mulutnya rasa manis dan lembut yang dia rasakan membuat dia senang dan juga coklat yang ada didalam roti itu meleleh dan membuat rasanya semakin enak.
"bagaimana rasanya ?"
"rasanya enak aku belum pernah makan makanan ini"
Neron terus memakan roti itu dengan lahap.
"Dari mana kamu mendapatkannya ?"
"aku membelinya di kota. hey Neron dari pada kau memanggilku dengan kau, kamu dan Hazel bagaimana dengan Ayah?"
"Tidak"
"kenapa ?"
"aku merasa tidak nyaman"
"ah ya sudahlah"
melalui percakapan itu mata Neron tanpa sadar tertuju pada dinding atau lebih tepatnya pedang yang ada pada dinding itu.
"pedang itu aku tidak pernah melihatmu menggunakannya"
Hazel melihat kepedang itu seolah dia mengingat masa lalu.
"pedang itu bukan pedang sembarangan pedang itu adalah salah satu dari 12 Legendary Sword. Apa kau tahu? pedang-pedang itu adalah pedang istimewa karena memiliki kekuatan yang luar biasa"
__ADS_1
Neron menggelengkan kepalanya
"tidak"
Kemudian Hazel mulai menjelaskan tentang 12 Legendary Sword.
Legendary Sword adalah pedang yang menghubungkan dunia ini, pedang-pedang itu ada 12 dan terbagi menjadi 2 yaitu Hatranis dan Dastanis. Hatranis adalah pedang yang dimiliki oleh pemimpin setiap benua jadi siapapun yang memiliki pedang Hatranis akan menjadi Pemimpin dari benua itu. Dan kemudian Dastanis adalah pedang yang dimiliki sebagai perwakilan dan pelindung dari benua itu dan orang yang memiliki Hatranis.
"jadi singkatnya sih begitu"
"Hmmm........kenapa hanya ada 6 pedang Hatranis sedangkan di dunia ini ada 7 benua ?"
"yang kutahu Benua Algearland tidak memiliki pedang Hatranis maupun Dastanis"
"lalu pedangmu itu?"
"itu adalah pedang Vrodast yang memiliki kekuatan tebasan secepat cahaya dan termasuk Dastanis"
"Apa kau tidak terikat dengan janji atau mantra untuk melindungi Hatranis?"
"yah dulunya sih begitu tapi sekarang pemilik pedang Dastanis sudah menyebar ke seluruh dunia jadi tidak ada yang tahu"
Setelah tahu bahwa Hazel memiliki pedang yang hebat Neron percaya bahwa Hazel adalah pendekar pedang yang hebat.
"jika pedangmu saja sudah hebat pasti ilmu berpedangmu sangat hebat, Hazel aku memiliki satu permintaan?"
"apa itu ?"
Hazel tersenyum karena dia dipuji
Hazel dia sejenak dan berpikir lalu dia mulai memutuskan.
"baiklah, tapi kenapa baru sekarang kau ingin aku mengajarimu? padahal hari-hari sebelumnya kau sangat sibuk dengan bukumu".
"Ada mimpi yang ingin aku capai"
"Hooo kau sudah memilikinya, bagus
besok kita akan mulai pada pagi hari"
...----------------...
Keesokan paginya Neron dan Hazel sudah bersiap di halaman rumah. Matahari baru saja terbit dan embun masih menempel di daun, hawa dingin masih menusuk kulit tapi mereka berdua bersemangat untuk memulai latihan.
"Neron sebelum kau belajar berpedang aku ingin melihat kemampuanmu. Coba sekarang kau serang aku dengan tangan kosong"
mengambil posisi untuk bertarung Hazel menunggu serangan yang akan datang kepadanya.
"baik"
Mengambil posisi yang sama, dengan cepat Neron langsung berlari menuju Hazel yang berjarak 5 meter. Yang pertama kali dia lakukan adalah melakukan pukulan tapi Hazel menahannya dengan tangan kiri, pria itu tidak menduga bahwa pukulan Neron sangat kuat membuat dia bergeser sedikit dari tempatnya berdiri tapi Neron tidak berhenti disitu dia melanjutkan dengan tendangan samping, menyadari bahwa dia tidak memiliki pertahanan Hazel mendorong Neron sehingga tendangannya hanya mengenai angin, Neron yang terdorong mendarat dengan sempurna dan sekali lagi dia menyerang Hazel. Hazel menunggu serangan dari Neron tapi yang membuat dia terkejut sekarang Neron tidak menyerang dari depan melainkan belakang, Neron melakukan tendangan berputar karena terlalu cepat Hazel terkena sedikit serangan itu tapi dia berhasil menghindarinya disaat-saat terakhir sehingga tendangan itu jatuh ketanah dan meninggalkan bekas.
"Sudah cukup. Aku tidak menyangka kau memiliki kekuatan dan kecepatan yang hebat sepertinya tubuhmu itu dirawat dengan baik"
"terimakasih. apa kau baik-baik saja?"
"tenang saja, meskipun aku menerimanya itu hanya sedikit. jadi sekarang kita akan memulainya"
__ADS_1
mengambil 2 pedang kayu yang sudah Hazel siapkan dia lalu memberikan salah satunya ke Neron.
"Lihat dan pelajari"
Hazel melakukan beberapa tebasan pelan agar Neron dapat mengikutinya.
"itu beberapa tebasan sederhana"
Lalu dia berjalan kearah boneka jerami yang ada disana kemudian Hazel melapisi pedang kayu itu dengan aura yang membuat pedang kayu itu menjadi tajam sehingga dapat memotong boneka jerami itu dengan mudah.
"dan ini tebasan sederhana yang kuat"
Melihat itu mata Neron berbinar membuat Hazel bangga dan membusungkan dadanya padahal itu hanya teknik dasar tapi karena Neron merasa kagum jadi Hazel menjadi sedikit sombong.
"wah itu keren, bagaimana kau melakukannya?"
"aku masih belum bisa mengajarimu teknik itu. karena kau masih belum bisa memusatkan energimu atau pun mengalirkannya jadi fokus saja pada tebasan sederhana yang aku ajarkan dulu, aku akan masuk untuk membuat sarapan"
"baik"
Sekarang Neron menjadi semakin semangat, untuk mempelajari teknik itu dia harus mempelajari tebasan sederhana dulu jadi dia akan melakukannya dengan cepat.
Saat Hazel masuk ke dalam rumah untuk membuat sarapan Neron mulai melakukan beberapa tebasan kepada boneka jerami yang ada di depannya dia melakukannya seperti yang Hazel contohkan tanpa ada kesulitan, kemudian Neron mencoba melakukan tebasan lagi pada boneka jerami tapi kali ini dia memfokuskan aura yang ada didalam tubuhnya dan mengalirkannya kepedang yang ada ditangannya, sebuah aura tipis mulai menyelimuti pedang itu. Neron kemudian melakukan tebasan secara diagonal dan membuat boneka itu jatuh ketanah.
"hahhh kau yang melakukan ini?"
Hazel terkejut melihat boneka itu terpotong menjadi dua. setelah membuat makanan Hazel keluar untuk melihat Neron dan apa yang dia lihat membuat dia tidak percaya anak yang baru belajar berpedang sudah bisa mengalirkan aura, biasanya butuh sekitar dua tahun lagi sebelum Neron bisa mengendalikan aura.
"Bagaimana bisa?"
"oh aku hanya melakukan seperti yang kau lakukan"
"mungkin kau memang seorang jenius"
Hazel mencoba untuk meredakan keterkejutannya.
"baiklah, mari makan"
kemudian Hazel mengajak Neron untuk makan. Menu hari ini adalah sandwich dan beberapa buah-buahan.
"sepertinya kau sudah bisa menggunakan pedang. bagaimana kalau nanti sore kita lakukan sparing?"
"kedengarannya bagus tapi kenapa tidak sekarang?"
Hazel menatap Neron dengan tatapan bodoh.
"kau pikir pekerjaanku hanya menemanimu berlatih ada hal yang harus aku kerjakan"
"apa itu?"
"sudahlah kau tidak perlu tau kau jaga rumah saja atau mungkin kau bisa bermain dengan anak yang lain"
"tidak aku akan melanjutkan latihanku".
"baiklah"
meninggalkan kata-kata itu Hazel pergi meninggalkan Neron sendirian.
__ADS_1