Seven Monster Spirit

Seven Monster Spirit
Chapter 11 - Pekerjaan Sehari-hari


__ADS_3

Kembali kepada kehidupan sehari-hari yang biasa. Sejak perburuan yang terjadi Neron sekali lagi mencoba untuk menggunakan sihir yang membuat tangannya menjadi seperti tangan monster tapi hal itu berakhir dengan kegagalan, anak itu tidak bisa lagi menggunakannya, hal itu membuat dia bertanya-tanya kenapa sekarang dia tidak bisa menggunakan sihir lagi seperti sebelumnya, apa itu hanya sebuah keajaiban?


Membaringkan tubuhnya di kasur yang empuk Neron berusaha untuk menghilangkannya kelelahannya karena aktivitas yang dia lakukan hari ini, Dia tetap melanjutkan latihannya dan membantu Hazel dalam pekerjaan rumah. Sekarang Sikap Hazel menjadi sedikit aneh pria itu sekarang seperti terlalu malas, setelah menyelesaikan pekerjaan rumah dia pasti kembali ke kamar dan selalu mengatakan "Aku lelah, aku mau tidur jadi jangan ganggu aku"


Neron tidak mempermasalahkannya mungkin lukanya masih belum sembuh itulah yang dia pikirkan. Karena hal itu jadi Neron bisa melatih sihir yang dia gunakan di hutan karena tangannya berubah menjadi seperti tangan monster, Neron merahasiakannya dari Hazel, dia takut Hazel tidak akan menerima dirinya yang seperti itu jadi Neron merahasiakannya.


Sementara itu Dikamar Hazel. Pria itu duduk dengan wajah kesal, dia dari tadi berusaha untuk menggunakan sihir bentuk yang biasa dia gunakan, sihirnya memang muncul tapi itu tidak stabil dan segera menghilang, karena itu Hazel merasa kesal, pria itu tahu apa yang terjadi. Serangan dari monster yang dia lawan dihutan telah mengenai inti Mana nya dan hal itulah yang menyebabkan sihirnya tidak stabil dan akhir-akhir ini perutnya kadang-kadang terasa sakit tapi dia tidak memberi tahu Neron karena jika Hazel Memberi tahunya anak itu pasti akan merasa bersalah, jadi setelah melakukan aktivitas dia kembali ke kamarnya dan mengatakan kepada Neron bahwa dia akan tidur, dengan itu dia bisa merahasiakannya. Karena kejadian dihutan kedua orang itu memiliki rahasia yang harus mereka jaga.


Karena keadaan Hazel yang sekarang jadi Neron dilarang untuk berburu di hutan dan sekarang yang bisa anak itu lakukan hanya berlatih dan melakukan pekerjaan rumah, hal itu membuat Neron merasa bosan.


"Apa keadaanmu sudah benar-benar sembuh?" tanya Neron yang masih mengunyah daging yang dia makan.


"ehhh....Iya" memasukkan makanan kedalam mulutnya yang tadi tertunda Hazel melanjutkan "Tidak perlu khawatir aku sudah sembuh, oh iya ngomong-ngomong bagaimana caramu mengalahkan monster itu?"tanya Hazel, dia berusaha untuk mengalihkan pembicaraan.


Neron berpikir sejenak sebelum menjawab apakah dia harus berkata jujur atau tidak "ya aku berhasil menggunakan sihir" Kata Neron sambil menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.


"Sungguh!!" Hazel mengatakan itu dengan mata berbinar sambil menghentakkan tangannya kemeja makan "Itu menjelaskan tentang tubuh monster itu yang hancur, aku pikir kau menggunakan semacam teknik pedang yang tidak Aku ketahui" kata Hazel dengan penuh semangat dan itu membuat perutnya kembali sakit jadi dia kembali duduk.


"kau tidak apa-apa?"


"sepertinya aku terlalu bersemangat, jadi bisa tunjukan padaku sihir seperti apa yang kau gunakan?"


"eee.... Sebenarnya aku tidak bisa lagi menggunakannya, sepertinya itu hanya sebuah keajaiban"


Neron bingung dia harus menjawab bagaimana tapi dia lebih memilih untuk jujur.


"Jadi begitu, yah tidak apa-apa aku yakin kau pasti bisa menggunakannya lagi, jadi sampai benar-benar kau berhasil, aku akan menunggumu untuk menunjukkannya" Hazel berkata sambil tersenyum tulus.


Neron tahu kadang sikap Hazel terlihat kekanak-kanakan tapi ada saatnya dia bisa terlihat seperti orang tua yang sangat menyayangi anaknya.


"Iya" Tanpa sadar sebuah senyuman terlukis di wajah Neron.


Setelah menghabiskan semua makanan yang ada dimeja, mereka berdua tidak langsung pergi dan masih duduk untuk membuat makanan mereka turun.


"Oh ya Neron, Karena sekarang kau tidak bisa belajar tentang pekerjaan dariku bagaimana jika kau mempelajari beberapa pekerjaan dari warga didesa?"


"Pekerjaan?" Neron berpikir sejenak mungkin itu adalah hal yang bagus karena Neron sangat menyukai belajar hal baru "pekerjaan apa?" tanya Neron.


"Tidak terlalu banyak tapi aku yakin pekerjaan itu akan berguna untukmu dimasa depan"


"Baiklah, lagipula aku merasa bosan berada di rumah terus" kata Neron


"Baguslah, nanti aku akan memberitahukannya kepada mereka"


...----------------...


Keesokan harinya Neron pergi ketempat yang sudah diberitahu Hazel. Karena Hazel sedang istirahat jadi sekarang Neron pergi ketempat itu sendirian.


Dari luar, rumah didepan Neron adalah rumah biasa seperti pada umumnya tidak ada sesuatu yang menarik jadi Neron bertanya-tanya apakah Benar ini tempatnya.


"APA!!! Gosong lagi" Teriakan misterius dari belakang rumah terdengar. Asap hitam muncul dibelakang rumah dan memenuhi udara.


"Ma-maaf aku melakukan kesalahan lagi" Kata anak berambut merah dia berusaha memindahkan daging yang ia bakar tadi.

__ADS_1


Neron yang mendengar suara itu pergi kebelakang rumah untuk melihat apa yang sedang terjadi disana. Seorang Pria mengipas asap hitam yang datang kearahnya, dia memiliki rambut merah yang mencolok dan memakai celemek untuk melindungi dirinya dari noda makanan dan disana juga ada seorang anak yang Neron kenal dia adalah Ryan.


"Neron, Kau datang" kata Ryan dengan gembira


"Oh jadi kamu anak yang Hazel katakan" kata pria itu dengan semangat.


"Iya, Salam Kenal Namaku Neron, aku akan belajar bekerja disini" Kata Neron dengan sopan


"Bagus-bagus, Panggil saja aku paman Henry. Terimakasih ya sudah menjadi teman anakku dia sering menceritakanmu" kata Henry sambil menepuk-nepuk pundak Neron dan memamerkan gigi putihnya saat dia memperkenalkan diri.


"AYAH!!!" Teriak Ryan. Dia merasa malu karena ayahnya berkata seperti itu kepada Neron.


"Sayang, anak itu sudah datang" tanpa mempedulikan tanggapan Ryan, Henry kemudian Memanggil istrinya.


"Jadi ini anak itu, namamu Neron kan Ini aku ada sedikit cemilan" seorang wanita cantik keluar dia memiliki rambut merah lurus dan juga memakai celemek, Neron ingat bahwa Ryan pernah mengatakan bahwa orang tuanya adalah seorang koki dan mereka memang terlihat seperti itu.


Setelah berbincang sedikit dengan mereka Neron mulai mengetahui tentang pekerjaannya, Ibu Ryan akan menyiapkan bumbunya dan ayah Ryan akan memasak makanan, jika pekerjaan Ibu Ryan sudah selesai dia akan membantu pekerjaan suaminya dan setelah makanan selesai mereka menjualnya didesa atau pun di ibukota lewat orang tua Syla dan Lyra.


Ryan belajar cara membuat masakan dari ayahnya sedangkan Neron disuruh memilih dia Ingin belajar dari ayah Ryan atau ibu Ryan dan Neron memilih untuk belajar dari mereka berdua.


Tempat selanjutnya adalah Sebuah Rumah yang juga sederhana tapi ada sebuah kandang kuda dibagian samping rumah dan didepannya ada gerbong kuda yang cukup besar dan dibawah gerbong itu ada beberapa kotak yang berisi sayuran.


Seorang anak perempuan membawa kotak kecil dari dalam rumah.


"Neron, Jadi kau akhirnya datang" Kata anak perempuan itu menyapa Neron.


"Kyra, Ya, aku datang untuk belajar" Kata Neron kepada Kyra "Aku akan membantumu, Ini akan diletakkan dimana?" Neron mengambil kotak yang dibawa Kyra.


"Terimakasih, Bawa saja ke kereta kuda disana aku akan mengambil barang lain didalam"


"Permisi, Barang ini mau diletakkan dimana?" tanya Neron


"Hmmm..... Siapa kamu?. Apa kamu datang untuk melamar anakku?" Tanya pria itu dengan tangan terlipat.


"Ah Neron" Anak perempuan yang ada di kereta kuda itu melompat turun dan menyapa Neron.


Anak perempuan dengan rambut panjang itu menghampiri ayahnya dan menyikutnya seolah memberitahu untuk menghentikan tingkahnya itu.


"Perkenalkan namaku Neron, aku datang untuk belajar tentang perdagangan disini"


"Neron, ini ayahku Tomas meskipun kelihatannya dia seperti itu dia cukup baik. Oh kotak itu letakkan saja disana" kata Syla dengan ramah.


Neron meletakkan kotak itu ketempat yang Syla beritahu.


"Oh ya, ini Kiriman dari Bibi Eri" Neron memberikan titipan dari Ibunya Ryan kepada Syla, Karena tadi Neron mengatakan akan pergi kerumah paman Tomas jadi Bibi Eri menitipkan masakan yang sudah jadi untuk dijual ke ibukota.


"Terimakasih, Aku akan membawanya dulu kedalam rumah" kata Syla


"Baiklah, Sekarang apa yang harus aku lakukan?" Setelah Syla pergi Neron bertanya kepada Tomas apa yang harus ia kerjakan.


"Sebelum itu" Tomas merangkul Neron dan membisikkan sesuatu di telinganya"apa kau menyukai putriku? Siapa yang kau pilih?" Tanya Tomas Mencoba menguji Neron.


Tanpa pikir panjang Neron menjawab "Aku menyukai mereka berdua aku senang saat bermain bersama mereka"

__ADS_1


"Dengarkan ini, aku akan memberikanmu pekerjaan tapi tidak dengan putri-putriku" kata Tomas seolah sudah membulatkan tekadnya. Pria itu berkata seperti itu karena kedua anak perempuannya selalu membicarakan Neron jadi Tomas merasa tersaingi.


"Baik" Neron mengatakan itu sambil menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal dan merasa heran dengan tingkah pria itu.


Tempat terakhir adalah tempat yang Neron pernah kunjungi. Sebuah rumah yang dulu pernah diserang oleh kawanan goblin dan membuat rumah itu Hancur berantakan tapi sekarang sudah menjadi lebih baik dari pada sebelumnya. Disebelah Rumah itu ada sebuah Bengkel dan disana terdapat beberapa orang yang sedang bekerja untuk membuat Alat dari besi. Suara Bentrokan antar dua besi terdengar membuat tempat itu menjadi sangat berisik.


"Permisi" Panggil Neron. Neron mencoba untuk memberikan salam terlebih dahulu tapi suara besi yang dipukul terlalu keras sehingga membuat suara Neron tidak terdengar.


"Permisi, Aku ingin bekerja disini" Neron mencoba memanggil sekali lagi Tapi tetap saja para pekerja disana tidak mendengar suara Neron.


Didalam bengkel seorang anak laki-laki sedang membawa membawa beberapa tombak untuk dipindahkan ketempatnya tapi karena tidak hati-hati dia malah tersandung kakinya sendiri dan membuat tombak-tombak itu jatuh kelantai bersama dengan dirinya sehingga membuat suara keras yang mengejutkan semua orang, Mendengar itu Mereka langsung berhenti dari pekerjaan mereka dan menolong anak itu.


"Kau jatuh lagi, kau harus lebih berhati-hati Gobu?" kata seorang pria disana mungkin sekitar umur 30 an dan 2 orang lainnya lebih muda mungkin sekitar umur 20 an membereskan tombak-tombak yang berserakan.


"Maaf aku mengacau" Kata Gobu meminta maaf


"Sudah, tidak apa-apa kami akan membereskannya" Kata laki-laki yang berumur 20 an sambil menyusun kembali tombak yang Gobu jatuhkan.


"Kau Tidak apa-apa Gobu?" Tanya Neron yang bergegas masuk karena melihat Gobu jatuh.


"Neron, Kau datang aku sudah menunggumu"


"Jadi anak ini yang Hazel bicarakan kemarin. Yulo Panggil bos sekarang" kata Pria yang paling tua


Anak bernama Yulo itu dengan cepat masuk kedalam rumah untuk memanggil ayah Gobu.


"Maaf kau melihat hal itu setelah datang kesini" kata Gobu


"Tidak apa-apa itu memang menggambarkan dirimu" balas Neron. Dari semua teman-teman Neron, Gobu adalah orang yang paling ceroboh diantara mereka tapi dia selalu bisa membuat teman-temannya yang lain tertawa.


setelah berapa saat Ayah Gobu keluar.


"Hmm.... Sepertinya kau sudah berubah dari saat kita bertemu terakhir kali. Coba kulihat" Ayah Gobu mendekat dan memeriksa otot-otot di tubuh Neron "Sepertinya sudah semakin berkembang" lanjut ayah Gobu


"Terimakasih paman Gorgus "


"Otot Gobu juga pasti akan berkembang sepertiku HAHAHAHA" Kata Ayah Gobu dengan percaya diri


"Tentu saja, aku akan melatihnya" jawab Gobu dengan penuh semangat.


"Baiklah, semuanya kembali bekerja" perintah ayah Gobu kepada para pekerjanya


"baik" Mereka semua menjawabnya dengan hampir bersamaan.


"Neron kau bekerjalah bersama Gobu"


"Baik"


saat Neron hendak untuk memulai pekerjaannya Gorgus menghentikannya dan berbisik


"Terimakasih karena kau sudah menyelamatkan anakku" Gorgus mengatakannya dengan lembut.


Pertama kali Neron bertemu dengan Gorgus anak itu berpikir bahwa Gorgus adalah orang yang menyeramkan ternyata pemikirannya itu salah meskipun dia besar dan berotot tapi itu tidak berlaku jika menyangkut anaknya.

__ADS_1


Jadi sekarang hari-hari Neron akan disibukan oleh pekerjaan yang banyak dan Neron akan belajar banyak hal dari para orang tua teman-temannya.


__ADS_2