Seven Monster Spirit

Seven Monster Spirit
Chapter 24 - Sebuah Misi


__ADS_3

3 tahun telah berlalu. Sekarang Neron sudah berusia 15 tahun, tubuhnya sudah semakin tinggi, saat masih kecil Ceithrein dan Neron memiliki tinggi yang sama tapi sekarang tubuh Ceithrein lebih pendek daripada Neron.


Saat ini mereka berdua sedang latihan pedang dihalaman, ditempat biasa para Imperial knight berlatih, selama 3 tahun belakangan ini Neron tinggal bersama Gerald dan putrinya yaitu Ceithrein. Neron juga mengambil banyak misi dari Imperial knight ataupun demon slayer yang membuat dia bertemu dengan banyak orang dan dapat memberinya pengalaman, bukan hanya itu Neron juga mendapatkan mentor di imperial knight.


Loren Felmes, salah satu dari Imperial knight yang merupakan prajurit dengan kemampuan berpedang yang hebat, bahkan Gerald mengakui kehebatan Loren saat pertama kali dia menjadi Imperial knight. Dan sekarang Loren dijadikan mentor untuk Neron, meskipun pertama kali diminta pria itu tidak mau tapi setelah melihat kemampuan Neron, Loren bersedia mengajarinya agar anak itu dapat berkembang dan menjadi lebih kuat lagi.


Loren adalah seorang laki-laki berusia sekitar 20an yang memiliki rambut coklat kehitaman yang pendek, hidung mancung dan mata coklat yang cukup terang, bisa dibilang Loren cukup tampan untuk seorang pria meskipun banyak yang menyukainya, tapi dia tidak tertarik untuk menjalin hubungan dengan wanita, karena yang dia pikirkan sekarang adalah menjadi ahli pedang yang bisa mengalahkan komandan Imperial knight saat ini.


"Sudah cukup" kata seorang pria berada dipinggir lapangan yang sedang menyaksikan latihan Neron dan Ceithrein, pria itu adalah Loren Felmes, mentor Neron di imperial knight.


"Kalian semakin hebat, kemampuan kalian semakin berkembang, dan Neron kudengar kamu akan menjalankan misi" Loren memuji juniornya yang sudah berkembang selama 3 tahun ini.


"eh kok cuma Neron, aku juga sudah berkembang" kata Ceithrein meminta pengakuan, bukan hanya Kemampuan berpedangnya, tapi tubuh anak perempuan itu juga berkembang.


"Kamu juga sudah semakin hebat Nona Ceithrein" kata Loren memuji anak Perempuan itu.


"Jangan panggil aku seperti itu, panggil saja aku dengan namaku, Ceithrein, Loren-san" kata Ceithrein dengan nada memerintah. Karena Ceithrein anak dari komandan Imperial knight, dia diperlakukan berbeda oleh para Imperial knight yang lain, Dia disegani oleh para ksatria yang lain, berbeda dengan Neron, meskipun Gerald menjadi penanggung jawabnya tapi beberapa Imperial knight yang lain membenci dan memandang rendah dirinya, meskipun tidak semuanya begitu seperti Loren yang menjadi mentor nya saat ini.


"Itu agak tidak sopan menurutku" kata Loren meskipun dia seperti orang yang tegas, tapi dia menjadi lunak dengan sesuatu yang berhubungan dengan Gerald, karena dia sangat menghormati pria itu.


"Mouu" kata Ceithrein tidak suka, anak perempuan itu selalu kesal, saat ada Imperial knight yang terlalu mengistimewakan dirinya hanya karena dia anak komandan mereka.


"Tentang misi itu senior Loren, besok aku sudah akan berangkat ke gunung Volacanes, untuk mencari sesuatu" jelas Neron kepada Loren.


"Sesuatu itu apa?" tanya Ceithrein penasaran.


"Entahlah" kata Neron mengangkat bahu.


"Berhati-hatilah Neron tempat itu berbahaya dengan banyak monster, jalanan yang tinggi dan juga hawa yang panas" peringat Loren yang sedang merapikan rambutnya.


"Kenapa kamu tidak mengajakku Neron?" tanya Ceithrein yang merasa ditinggalkan karena Neron tidak memberi tahu apa-apa soal misinya itu.


"Kamu dengar tadi kata senior Loren, tempat itu berbahaya Ceith"


"Tapi aku juga ingin ikut" kata Ceithrein dengan nada merajuk.


"Ayahmu pasti tidak akan mengizinkannya Nona, oh iya Neron siapa saja yang akan pergi?"


"yah soal itu masih belum diberitahukan, nanti akan ada rapat siapa saja yang akan pergi" jelas Neron kepada Loren.


"Oh jadi begitu ya, sekarang kalian istirahat saja"

__ADS_1


"Baik" mereka berdua mengucapkan hal itu hampir bersamaan. Ceithrein sangat ingin ikut tapi yang harus dia lakukan sekarang adalah membujuk ayahnya, entah itu akan berhasil atau tidak.


"Aku ada urusan sebentar, sampai jumpa saat makan siang Neron" kata Ceithrein pergi meninggalkan Neron dan melambaikan tangan kearahnya, Neron membalasnya dengan lambaian pelan.


...---------------...


Hari mulai gelap, tapi ruangan itu diterangi oleh cahaya dari batu yang bersinar yang terletak di langit-langit ruangan, sehingga menjadikan tempat itu sebagai tempat yang nyaman. Sebuah ruangan yang tidak terlalu besar tapi juga tidak terlalu kecil dengan beberapa kursi dan satu meja panjang ditengah-tengah yang digunakan untuk berdiskusi, dan ada satu meja dan kursi khusus yang ditempati oleh komandan imperial knight, Didalam ruangan itu ada 3 orang yang sedang mendiskusikan sesuatu.


"Komandan serius?" tanya pria besar dengan rambut merah yang menyala seperti api "komandan memintaku untuk satu tim dengan anak muda ini?" tanya pria itu sambil memukul meja Gerald.


Komandan imperial knight melihat pria itu dengan malas, banyak sekali dokumen yang bertumpuk dimeja itu dan tugas yang harus dia lakukan juga banyak "Iya aku sangat serius" kata Gerald dengan malas, kelopak bawah matanya menghitam karena sering begadang.


"Tapi komandan, Benua api itu terlalu berbahaya bagi seorang anak yang baru dewasa" pria itu menyuarakan penyangkalannya.


Gerald menghela nafas "anak disampingmu adalah anak yang sering dibicarakan akhir-akhir ini oleh Imperial knight dan Demon Slayer, juga dia dilatih oleh Loren, apakah kamu masih meragukannya Feit?"


Pria disamping Neron adalah Feit Formous atau sering dikenal dengan tombak api karena kemampuannya.


"hmmm......" Feit memperhatikan Neron 'Tidak meyakinkan' pikirnya.


Neron yang ditatap seperti itu merasa aneh.


"Yah paling tidak, anak ini masih punya sopan santun, halo juga Neron, namaku Feit Formous, aku yang akan menjadi kapten di tim ini"


"Baik"


"Jadi Komandan apa yang akan kita cari dan siapa anggota terakhir kita?" tanya Feit dengan serius.


"Ada sedikit tambahan menge-" kata Gerald sambil menggaruk bagian belakang kepalanya, tapi belum sempat pria itu menyelesaikan kalimatnya suara dobrakan pintu terdengar, sontak semua mata melihat kearah asalnya suara.


"Aku juga akan ikut" kata anak perempuan yang membuka pintu itu dengan keras.


"Komandan, Salah satu anggotanya adalah Ceith?" tanya Neron ingin mengetahui alasan kenapa anak perempuan itu ada disini.


"Aku sudah melarangnya Neron, tapi anak itu keras kepala, dia bersikeras setelah mendengar kamu akan menjalankan misi ini juga" Ucap Gerald lelah sambil memijit dahinya.


"Hehe Kalau Neron pergi aku juga akan pergi" Kata anak perempuan itu tertawa kecil seolah tidak memiliki beban pikiran, sedangkan ketiga orang yang lain mengkhawatirkan anak perempuan itu jika dia ikut menjalankan misi.


"Hey Ceith, Ini misi yang berbahaya, banyak monster disana dan juga kita tidak tau apa yang akan terjadi karena baru pertama kali pergi kesana" peringat Neron dengan khawatir.


"Tenang saja, aku bisa jaga diri" kata Ceithrein membusungkan dadanya dengan bangga.

__ADS_1


"Tidak meyakinkan" kata Neron sambil membuang muka.


'Bertambah lagi satu beban, tapi aku harus pastikan mereka bisa kembali dengan selamat' kata Feit kepada dirinya sendiri.


"Jadi karena itu, aku minta tolong kepada kalian berdua tolong jaga Ceithrein"


"Baik komandan" kata Neron dan Feit hampir bersamaan.


"mengenai sesuatu yang kalian cari dan anggota terakhir......"


Setelah mereka bertiga berkumpul, Gerald mulai memberitahukan apa yang harus mereka cari dan karena permintaan ini dari Academy sihir jadi misi ini tidak boleh gagal, tapi meski begitu Gerald memberitahukan bahwa nyawa mereka lebih penting daripada benda yang mereka cari, dan ketiga orang itu menyanggupi misi yang diberikan.


Rapat telah selesai, orang-orang yang akan menjalankan misi tersebut mulai meninggalkan ruangan dan akan kembali ke aktivitas masing-masing, Neron dan Ceithrein akan kembali ke kamar mereka masing-masing, Gerald masih harus menyelesaikan pekerjaan dan tetap didalam ruangan untuk mengurusi dokumen yang tertumpuk, sedangkan Feit harus mencari orang terakhir dikelompoknya karena dia menjadi kapten yang akan bertanggung jawab dalam misi ini.


"Ini yang paling dekat, coba saja aku masuk dulu"


Feit berjalan dari markas Imperial knight untuk mencari sebuah bar, karena kata Gerald, anggota terakhir mereka suka minum, jadi Feit harus memeriksa sebuah bar jika anggota terakhir itu terlambat.


'Dia ya' batin Feit menunjuk seorang pria kurus yang sedang mabuk tapi terus meminum minuman yang ada diatas meja.


"Master tambah lagi" kata pria kurus itu dalam keadaan mabuk, dan kemudian menyodorkan gelas yang kosong kepada pemilik bar itu agar bisa diisi lagi.


Pemilik bar itu mengisinya lagi dan pria kurus itu meminumnya seperti orang yang sangat kehausan.


Saat menyodorkan gelasnya keatas, sesuatu mengenai benda itu "hey, kau Kiri scien kan?" tanya Feit memastikan orang yang minum didepannya, apakah benar dia orang yang Feit cari?, "hah" pria itu hanya menatap Feit malas.


"Kenapa kau malah minum-minum disini?, apakah kau lupa besok kita ada misi?" tanya Feit kesal.


"Eeeemm misi?" pria itu coba mengingat-ingat kemudian berkata "Bukannya masih besok ya" kata pria mabuk itu dengan lemah.


"Seharusnya kau datang juga untuk rapat tadi" kata Feit kesal, karena orang didepannya seperti tidak menganggap serius apa yang Feit katakan.


"Membosankan, tapi tenang saja aku akan datang besok" kata pemabuk itu dengan lemah.


Feit menghela nafas, pria itu tidak ingin membuat misinya besok berantakan karena terjadi perkelahian dengan rekan satu tim, jadi dia menurunkan egonya dan fokus pada apa yang harus pria itu lakukan.


"Baiklah akan kutunggu, sebaiknya jangan terlambat....atau aku akan memukulmu" kata Feit dengan pelan pada kalimat terakhir sehingga tidak ada yang bisa mendengarnya.


"baik baik" kata pria mabuk itu dengan santai.


Karena sudah tidak ada urusan lagi disini, jadi Feit pergi meninggalkan orang-orang dibar dan prajurit Demon Slayer yang sedang mabuk itu tanpa menoleh kebelakang.

__ADS_1


__ADS_2