
Tempat mereka berdiri sekarang telah berubah, yang tadinya dibelakang mereka adalah gerbang negara Agrezia, sekarang berubah menjadi dataran kosong yang tidak ada apa-apa, dan didepan mereka terlihat banyak gunung tinggi yang besar. Karena perpindahan instan tadi Ceithrein merasakan sesuatu yang tidak nyaman sehingga membuat dia mengeluarkan isi perutnya, Feit dan Kiri sudah terbiasa dengan efek samping dari teleportasi jadi mereka baik-baik saja, dan Neron, anak itu tidak merasakan apa-apa yang membuat Feit dan Kiri terkejut, karena seharusnya saat pertama kali berteleportasi setiap orang akan merasakan sesuatu yang tidak enak sehingga membuat mereka muntah, tapi Neron tidak, anak itu baik-baik saja sekarang.
"Ceit, kamu tidak apa-apa? Tanya Neron dengan cemas.
"Aku tidak apa-apa, ayo lanjutkan misinya" kata Ceithrein sambil membersihkan mulutnya yang kotor karena muntahan.
"Itu adalah efek samping dari teleportasi, jadi itu sudah biasa" kata Feit memberi penjelasan kepada mereka.
"Tapi kenapa kapten dan kiri tidak mengalami ini juga?" tanya Ceithrein karena merasa ditinggalkan sendirian dengan hal ini.
"Kami sudah biasa bepergian dengan teleportasi jadi hal itu sudah tidak berpengaruh hahaha" kata kiri yang kemudian tertawa mengejek Ceithrein.
"Kenapa cuma aku, menyebalkan, Neron?" tanya Ceithrein kenapa Neron juga tidak muntah.
"aku tidak tahu, aku tidak merasakan apa-apa" jawab Neron dengan jujur "jika kamu merasa lelah, mau aku gendong?"
"Tidak" wajah Ceithrein memerah dan berjalan cepat didepan mereka.
Perjalanan mereka masih panjang yang membuat Ceithrein merasa semakin lelah setelah mendengar bahwa mereka akan berjalan selama 2 hari, karena sihir teleportasi hanya bisa dilakukan disatu Benua bukan berpindah dari satu benua ke benua lain, jadi sekarang mereka berada di perbatasan Benua Zairl dan akan memasuki Benua Nhyteisia.
Pada malam harinya mereka akan berkumpul didepan api unggun untuk makan. Feit yang akan melakukan tugas memasak, tapi karena Ceithrein mengatakan kalau masakan yang dibuat Neron itu enak, jadi Feit menyerahkan tugas memasak malam ini kepada Neron.
"sluuuurrpp" Feit memakan makanan yang dibuat Neron "ini enak" mulutnya merasakan sup hangat yang enak jadi dia mengatakan apa yang dia rasakan.
"Benar kan" kata Ceithrein yang kemudian menerima sup yang Neron berikan kepadanya.
"Dimana kamu belajar memasak Neron?" Tanya Feit penasaran dan sekarang isi mangkoknya sudah kosong yang kemudian minta tambah lagi.
"Aku sudah memasak sejak aku masih kecil, aku sering melakukannya di desa aku tinggal dulu" jawab Neron yang kemudian mengisi kembali mangkok Feit yang kosong "ini kapten, oh iya Dimana kiri?" tanya Neron tentang teman satu timnya yang tidak ada disini.
"Entahlah" jawab Feit yang kemudian menerima mangkok yang sudah diisi dengan sup.
Neron mencoba merasakan mana teman-temannya dan dia merasakan mana kiri dari balik batu besar, Neron mengambil satu mangkok sup dan berjalan kearah batu besar itu.
"Kamu tidak mau bergabung kiri?" tanya Neron penasaran apa yang dia lakukan.
__ADS_1
"aku tidak lapar" kiri yang dalam posisi tidur mengatakan itu tanpa melihat kearah Neron.
"Begitukah, Kalau begitu aku akan meletakkan Sup ini disini jadi jika kamu lapar makan saja" Neron meletakkan mangkok sup itu disebelah kiri.
"aku akan kembali ketempat yang lain" lanjut Neron kemudian pergi menuju ketempat Ceithrein dan Feit.
Setelah beberapa saat supnya menjadi dingin karena belum dimakan, Kiri meliriknya dan mengambil sup itu kemudian memasukkannya kedalam mulutnya.
"Enak" katanya Pelan "Sudah berapa lama aku tidak melakukan perjalanan seperti ini dengan teman-temanku ya" Kiri menatap langit yang indah diatas Benua Nhyteisia "aku merindukan kalian" mengatakan itu, pria kurus itu menikmati malamnya jauh dari api unggun dengan melihat bintang-bintang dilangit.
...----------------...
Sekarang mereka berada digunung Volcanes. semakin jauh mereka berjalan di Benua api, semakin panas juga hawa yang dapat mereka rasakan, jadi mereka melapisi tubuh mereka dengan mana agar tidak terbakar, sedangkan Neron yang tidak bisa menggunakan mana tidak melakukan hal itu, tapi tubuhnya tidak terbakar dan dia bertanya kepada Artaros.
"Tubuhku tidak terbakar seperti yang kapten katakan, apakah itu karena yang mereka lakukan dulu?" tanya Neron menggunakan telepati.
['iya, karena itulah tubuhmu itu disebut istimewa oleh mereka'] Jawab Artaros
"apa ini masih jauh?, kita sudah berada ditempat yang sangat tinggi" tanya Ceithrein, gadis itu sudah lelah karena berjalan terlalu lama dan saat melihat kebawah, dia bisa melihat tanah yang sangat jauh dibawah.
Sekarang mereka berada ditempat yang tinggi dengan jalan yang sempit jadi mereka harus berbaris untuk berjalan disini, Feit yang memimpin diikuti oleh Ceithrein, kemudian Neron dan Kiri yang berada dibelakang.
Tidak ada pembicaraan apapun, mereka hanya terus berjalan untuk sampai ke tempat tujuan mereka.
Padahal tadi mereka sudah beristirahat tapi Ceithrein ingin mengistirahatkan kakinya yang sakit karena sudah berjalan 2 hari, dan untuk sampai ditempat ini banyak kesulitan juga yang harus mereka hadapi, tapi untungnya mereka tidak bertemu dengan monster satupun dan itu membuat Ceithrein bersyukur, bukan cuma Ceithrein, Feit dan Neron juga bersyukur jika mereka tidak bertemu dengan monster, berbeda dengan Kiri sepertinya dia sangat menginginkan ada monster yang muncul, entah apa alasannya.
"Akhirnya kalian muncul juga" Kiri tersenyum senang saat dia menoleh kebelakang.
Neron menyadari hal itu, namun dia berusaha untuk tidak membuat orang lain panik karena kemunculan mereka, tapi ternyata anggota timnya yang satu ini merasa senang saat ada monster yang muncul.
"Kapten" Neron memanggil kaptennya untuk memberitahu ada Monster yang muncul.
"Kita terkepung, Buat Formasi untuk menyerang" Feit memberi perintah untuk melakukan penyerangan tapi ada orang yang membuat dia kesal.
"Yaahahaha Aku akan membunuh kalian semua" teriak Kiri yang sudah berlari kearah monster dibelakang mereka.
__ADS_1
"Dasar Bodoh, Neron bantulah Kiri dan hati-hatilah, monster itu bernama Scietile, dia adalah monster kadal api" jelas Feit singkat.
Ada beberapa yang merayap ditembok gunung api, Neron menendang salah satu dari mereka setelah merasakan kehadirannya yang membuat monster itu jatuh kebawah, tapi sekarang Neron masih terkepung oleh 2 Scietile.
"Jadi mereka juga bisa merayap ya" kata Neron dengan pelan.
Neron memperhatikan lawan didepan dan dibelakangnya, mereka adalah monster kadal api yang bisa merangkak didinding gunung berapi dan juga bisa berdiri dengan kedua kakinya, dan dilengan mereka ada pisau merah yang panas, Neron bisa mengetahui bahwa pisau itu adalah senjata yang sangat diandalkan oleh para Scietile, karena mana kuat berpusat di pisau itu.
Neron menarik pedang yang ada di pinggangnya untuk melakukan tebasan kepada musuh didepannya tapi pisau merah menghalanginya.
'Lumayan' batin Neron memuji monster yang dia lawan.
Neron melancarkan tebasan demi tebasan kepada musuh didepan dan dibelakangnya, tapi mereka menangkis serangan yang Neron berikan, karena sempitnya jalan yang mereka injak membuat Neron dan para Scietile kesulitan bergerak dengan bebas. Neron memundurkan tubuhnya ke arah tembok gunung supaya bisa menghadapi mereka dari depan secara bersamaan. Pisau dan pedang masih saling beradu dan saat Neron melihat celah, dia melakukan sapuan dengan tendangan yang membuat kedua Monster kadal itu terdorong dan jatuh kebawah.
Kiri masih fokus pada 4 kadal didepannya, dia menggunakan belati dan bertukar serangan dengan mereka, karena kecepatannya pemuda itu dapat memberikan beberapa luka ditubuh Scietile.
Neron berlari kearah Kiri untuk membantunya.
"Aku tidak butuh bantuanmu bocah" kata Kiri tanpa melihat kearah Neron.
"Fokus saja pada lawan didepanmu" kata Neron tidak peduli.
Meskipun tadi kiri mengatakan itu, tapi sekarang mereka berdua saling bekerja sama. Neron dan kiri saling bergantian menyerang Scietile, kombinasi Neron dan Kiri membuat mereka dengan mudah membunuh 2 Scietile yang ada.
"tinggal 2 lagi" kata Kiri dengan tersenyum.
Neron dan kiri bekerja sama dengan baik, berbanding terbalik dengan Feit dan Ceithrein. Sekarang Ceithrein dikepung oleh 2 Scietile yang datang dari atas dan Feit harus menghadapi 3 ekor Scietile yang datang dari mulut gua didepannya.
"Padahal tinggal sedikit lagi" Gerutu Feit, "Fire Magic: Create Spear" Feit mengeluarkan sihirnya, sebuah sihir api yang membuat tombak api sebagai senjata untuk bertarung. Feit menyerang mereka dengan tombaknya yang panas dan dengan sekali tusukan membunuh Scietile yang berada paling depan.
Ceithrein kesulitan untuk bertarung, karena tempat yang sempit dan baru pertama kali bertarung dengan monster dari jarak dekat, dia menjadi sedikit takut. Scietile didepannya melakukan tebasan menggunakan pisaunya dan Ceithrein berhasil menghindarinya, tapi itu bukan hanya serangan satu arah melainkan dua arah, Scietile dibelakangnya juga menyerang menggunakan pisaunya, Ceithrein yang tidak bisa menghindari serangan itu membuat lengan kanannya harus terluka, sehingga Gadis itu menjatuhkan pedang yang dia pegang. Darah mengalir dari lengan kanan Ceithrein yang membuat para Scietile memekik senang.
"Sebaiknya kau bantu gadismu itu" kata kiri kepada Neron. Tapi sebelum kiri menyelesaikan kata-katanya itu, Neron sudah berlari kearah Ceithrein.
Menebas salah satu Scietile yang berada didepan Ceithrein menjadi dua, Neron berniat melakukan hal yang sama pada monster yang lain, tapi Scietile itu mengibaskan ekornya yang membuat Ceithrein terhempas ketepi dan membuat gadis itu hampir terjatuh, dan untungnya Neron berhasil menangkap tangan kanan Ceithrein, karena tangannya terluka Ceithrein meringis kesakitan. Neron yang menyadari itu langsung melempar Ceithrein ke tembok gunung, sekarang Neron bisa bernafas lega karena Ceithrein tidak jadi jatuh, tapi tanah yang Neron injak runtuh sehingga membuat remaja itu terjatuh dari tepi jalan gunung yang dia lewati.
__ADS_1
Feit yang sedang menghadapi 2 Scietile melempar salah satu tombaknya kearah monster kadal yang akan menyerang Ceithrein, pria itu tidak bisa menyelamatkan Neron yang jatuh, Kiri pun juga demikian, dia harus menghadapi 2 ekor kadal api dan juga tempatnya terlalu jauh, jadi dia tidak akan tepat waktu untuk menyelamatkan Neron. Dan Orang yang bisa menyelamatkan anak remaja itu malah terlambat untuk bereaksi sehingga Neron jatuh tanpa ada yang bisa menolongnya.