
Neron menutup bukunya dan pergi meninggalkan kamar. Sekarang sudah hampir makan malam dan anak perempuan didepannya masih tertidur.
Neron ingin membantu Hazel membuat makan malam tapi ternyata dia tidak ada dirumah sepertinya dia pergi berburu karena senapannya tidak ada.
"Mungkin mereka berdua pergi berburu"
melihat ketempat senjata Hazel, yang ada hanya pedang Dastanisnya sepertinya dia hanya membawa senapannya.
"Jadi Hazel tidak membawa Vrodastnya hari ini"
Neron mencoba untuk menggunakan pedang itu tapi saat dia menarik Vrodast, pedang itu tetap menempel disarungnya.
"Aneh sekali"
saat Neron sedang berpikir tiba-tiba bantingan pintu yang keras terdengar membuat dia terkejut.
"DUAAKHH!!!"
"Aku pulang"
Hazel membawa Veronian seekor monster burung yang tidak bisa terbang tapi memiliki kaki yang bisa berlari dengan cepat, Veronian itu dalam keadaan mati pasti itu makan malam hari ini.
"Apa yang kamu lakukan?"
"Tidak ada hanya memeriksa pedangmu"
"apa kau penasaran kenapa tidak bisa dibuka?"
"Ya"
Hazel menggaruk kepalanya
"Apakah aku belum memberitahumu?, pedang Dastanis hanya memiliki 1 tuan, cara agar orang lain bisa menggunakannya ada 2 cara, yaitu yang pertama sang pemilik harus mati dan cara yang kedua adalah sang pemilik memberikannya kepada orang lain"
"jadi begitu"
Neron baru mengerti saat Hazel memberitahunya.
"Neron bantu aku menyiapkan makan malam"
Neron mengikuti Hazel kedapur dan membantunya memasak.
"ngomong-ngomong dimana Paman Gerald?"
Wajah Hazel yang tadi bersemangat sekarang menjadi lesu.
"Aku akan memberitahumu terlebih dahulu, mungkin akan terjadi masalah saat makan malam"
Hazel berhenti sebentar sebelum menghela nafas.
"Gerald pergi untuk melakukan misi, dan ingin aku menjaga Ceithrine."
"Oh" Neron membalas dengan singkat seolah tidak peduli.
"Jika dia memang pemimpin Gold Imperial Knight dia pasti sibuk"
"Ya itu benar. Jika mungkin terjadi masalah aku ingin kau mambantuku"
"Baik"
Neron memotong beberapa sayur untuk membuat sup sedangkan Hazel memanggang Veronian itu.
Setelah selesai membuat sup, Neron menyiapkan tempat untuk makanan itu.
"Jika sudah selesai bisakah kau membangunkan Ceithrine? makan malamnya sudah hampir siap"
Neron pergi untuk membangunkan Ceithrine tapi sekarang Ceithrine sudah bangun dan dalam posisi duduk. Meskipun bangun tidur rambutnya tetap lurus.
"sepertinya kau tidur dengan nyenyak, sekarang waktunya makan malam. Ayo makan"
"Baik"
Mereka pergi kedapur. Makanan sudah tersedia dan Hazel sudah menunggu mereka.
Mereka bertiga duduk dengan Neron dan Hazel duduk bersebelahan dan Ceithrine duduk didepan Neron.
"Mari makan"
"Dimana Ayah?"
__ADS_1
Ceithrine yang masih setengah sadar bertanya. Dan itu membuat Hazel dan Neron terkejut karena mereka tidak mengharapkan kata-kata itu yang keluar untuk pertama kali.
"Ceithrine dengar, Ayahmu sekarang ada misi dan mungkin misi itu akan berjalan cukup lama dan misi itu juga berbahaya jadi Ayahmu memintaku untuk menjagamu, Sekarang kau akan tinggal disini''
Mendengar itu Ceithrine langsung tersadar dan seolah tak percaya.
"tidak...tidak...tidak. Aku ingin bersama Ayah"
Ceithrine dengan panik langsung keluar rumah untuk menyusul ayahnya. Hazel dan Neron langsung mengejarnya.
Keadaan sudah gelap dan hanya obor yang menerangi sepanjang jalan. Ceithrine bingung harus pergi kemana dia berhenti dan jadi bimbang apakah dia harus kembali.
Hazel yang mengejar Ceithrine akhirnya bisa menyusul
"Ceithrine ayo kembali"
Hazel mencoba menenangkan Ceithrine
"kenapa? kenapa ayah meninggalkanku?
apa karena aku lemah?"
"Ya kau memang lemah"
Neron yang muncul dari belakang langsung mengatakan itu. Ceithrine semakin sedih dan mulai menangis. Hazel pun menoleh kearah Neron seolah mengatakan 'Jangan membuatnya semakin sedih'.
"Disini banyak hal baru yang belum pernah kau temui di Ibukota dan juga Jika tentang latihan aku bisa membantumu dan Neron juga pasti membantumu"
karena Neron tidak cepat menjawab Hazel kembali menoleh kepadanya.
"Ya itu benar, aku akan mengajarimu cara menggunakan aura"
"Ceithrine, aku tahu kau sedih karena Ayahmu menggalkanmu tapi dia pasti akan kembali untuk menjemputmu"
"Sungguh?"
Ceithrine mencoba mempercayai perkataan Hazel
"Tentu saja, karena dia sudah berjanji kepadaku. Jadilah lebih kuat buat ayahmu terkejut karena perkembanganmu, dia pasti akan senang"
Ceithrine berhenti menangis dan sekarang kesedihannya berubah menjadi semangat.
"Jadi ayo kita pulang"
Setelah Ceithrine kembali tenang, Mereka bertiga kemudian pulang ke rumah Hazel.
Mereka makan malam bersama, Ceithrine memuji Hazel tentang masakannya.
"Ceithrine kau tidur dikamar Neron"
"lalu aku tidur dimana?"
"Apa kau keberatan berbagi tempat tidurmu?"
"Jadi maksudmu aku tidur bersama dia"
"Ya, lagi pula tidak ada kamar lain lagi dan Ceithrine apa kau keberatan?"
"tidak"
Ceithrine menyantap makan malamnya tanpa memikirkan hal lain.
Neron tidak bisa membantah jadi dia menyetujuinya meskipun enggan, akhirnya mereka berdua akan tidur bersama.
Setelah makan malam selesai mereka berdua pergi ke kamar. Neron ingin mencoba untuk membaca buku lagi tapi Ceithrine yang ada ditempat tidur tidak bisa membuat dia membaca dengan santai. Ceithrine terus bertanya cara mengendalikan Aura dan saat ini Neron sedang ingin fokus membaca.
"Hey bagaimana caranya kau bisa mengendalikannya?"
"Sekarang bukan waktunya aku ingin mempelajari hal lain sekarang"
"kapan kau bisa mengajariku?"
"besok pagi aku akan melatihmu, sekarang cepat tidur"
"baik"
mendengar perkataan Neron, Ceithrine sekarang berusaha untuk tidur.
'sungguh merepotkan' Neron mengeluh didalam hatinya.
__ADS_1
melihat Ceithrine yang tidur Neron melanjutkan membaca bukunya.
Keesokan harinya Neron mengajari Ceithrine cara merasakan Aura karena sebelum belajar cara mengendalikan Ceithrine harus bisa merasakannya terlebih dahulu.
"Bagaimana? apa kau dapat merasakannya?"
"tidak"
"Mungkin kau memang belum siap"
"Tapi kau bisa melakukannya jadi pasti aku juga bisa"
Ceithrine kemudian mencoba lagi, tapi berapa kali dia mencobanya anak perempuan itu tidak dapat merasakannya.
"hah...hah...hah kenapa tetap tidak bisa?"
Dia merasa frustasi karena belum bisa melakukannya.
Hari ini Hazel sedang keluar. Dan mereka sudah selesai makan jadi tidak hal lain selain melatih Ceithrine hari ini tapi Neron sekarang merasa buntu karena dia tidak pandai mengajari orang lain, saat ia memikirkan cara supaya Ceithrine bisa merasakan Aura, seorang anak laki-laki berambut cokelat datang dan duduk diluar pagar rumah.
"Hey Neron, apa ada sesuatu yang sedang kamu lakukan hari ini?"
Gobu ingin mengajak Neron kesuatu tempat jadi dia bertanya apa sekarang dia ada pekerjaan.
Neron berfikir sejenak dia ingin mengatakan ada tapi itu hanya melatih Ceithrine dan sekarang anak perempuan itu sepertinya dia sudah kelelahan.
"Tidak, ada apa?"
"mau ikut aku?"
"kemana?"
"pergi bertemu dengan teman-temanku"
sepertinya itu ide yang bagus Neron juga ingin lebih akrab dengan penduduk desa ini jadi mungkin sekarang dia akan mendapatkan teman.
"Tunggu sebentar"
Neron mengunci rumah dan kemudian mengajak Ceithrine pergi bersama, meskipun dia menolak diawal tapi setelah Neron memberitahunya bahwa akan pergi bermain Ceithrine yang tadi menolak sekarang langsung bersemangat.
Tempatnya tidak terlalu jauh ada disebelah timur disebuah bukit yang tumbuh 1 pohon yang menjadi markas bagi anak anak didesa ini untuk bermain, Gobu dengan semangat mengatakan tempatnya. Setelah beberapa menit berjalan mereka bertiga akhirnya sampai. Disana ada 4 orang anak yang sedang bermain dua anak laki-laki dan dua anak perempuan.
Seorang anak laki-laki berambut hitam dengan iris mata merah gelap membuat bola dari mana hal itu membuat Neron kagum dan anak laki-laki yang lain dengan rambut merah gelap melihat anak berambut hitam bermain dengan bola hitam yang ia buat. Kedua anak perempuan itu bermain kejar-kejaran, dengan anak berambut pendek yang mengejar dan anak yang lain berlari sekuat tenaga.
"Hey aku membawanya"
mendengar teriakan Gobu anak yang lain berhenti bermain dan mendatangi Gobu.
"Jadi ini anak yang menyelamatkanmu, dia terlihat kuat. Aku Hiro "
Anak berambut hitam itu memperkenalkan dirinya.
"Namaku Neron salam kenal"
"Halo Neron namaku Lyra dan ini adik perempuan ku" anak perempuan dengan rambut panjang itu menunjuk kearah adiknya.
"Aku Syla salam kenal".
'Mereka berdua benar-benar penuh semangat' saat melihat mereka itulah hal yang terlintas dibenak Neron.
"Ha...halo Namaku Rian senang bertemu denganmu Neron" anak berambut merah itu juga memperkenalkan dirinya
"dan kau?"
Lyra bertanya kepada Ceithrine karena hanya dia yang belum memperkenalkan diri.
"Namaku Ceithrine Zayxavier aku berasal dari Ibukota Agrezia"
"wah itu hebat "
mereka semua kagum karena Ceithrine berasal dari luar Desa.
"Mulai sekarang kita adalah teman"
Hiro mengatakan itu dengan semangat
"karena semuanya sudah ada disini waktunya bermain"
"Yaaa"
__ADS_1
para anak yang lain menjawab teriakan Gobu dengan semangat.