Seven Monster Spirit

Seven Monster Spirit
Chapter 25 - Persiapan yang Lama


__ADS_3

pagi telah tiba, hawa udaranya masih dingin dan membuat beberapa orang masih mengantuk, tapi ada juga yang sudah bekerja di pagi buta seperti ini. Langit sudah sedikit cerah karena matahari telah terbit, suasana di Negara Agrezia masih sepi karena ini masih pagi, sangat berbeda jauh ketikan malam datang, sekarang Neron sedang berada ditempat yang sudah mereka janjikan untuk berkumpul yaitu gerbang selatan.


"Mereka lama sekali sih, kapten bilang untuk jangan terlambat tapi dia sendiri yang terlambat dan juga Dimana anggota terakhir kita" Ceithrein mendengus kesal karena orang yang menyuruh mereka untuk tidak terlambat malah menjadi orang yang terlambat datang, dia berjalan kesana kemari untuk menghilangkan kegabutan nya.


"Sabarlah sebentar lagi mereka pasti akan datang" kata Neron menenangkan gadis didepannya.


"Tapi kita sudah menunggu disini hampir 1 jam" Ceithrein berhenti berjalan-jalan dan duduk disamping Neron.


['Neron, kamu mengkhawatirkan Ceithrein ya'] kata Loirus mencoba bicara dengan Neron.


['Kami bisa mendengar isi pikiranmu bocah, itu sungguh berisik'] kata Artaros memberitahu Neron.


"Aku tidak ingin kehilangan teman lagi" kata Neron dengan telepati, Loirus menundukkan kepalanya dan Artaros membuang mukanya kesamping, meskipun Loirus tidak pernah melihat kejadian menyedihkan Neron, tapi setelah mengikat kontrak dengannya, perasaan yang dialami oleh Neron juga bisa dirasakan oleh Loirus.


"Hey Ceith, apa kau yakin ingin ikut?" tanya Neron dengan pelan.


Ceithrein yang sudah mendengar pertanyaan itu beberapa kali menjadi kesal, "Bukannya aku sudah menjawabnya iya, kenapa kamu masih terus bertanya Neron?" kata Ceithrein yang sambil menusukkan jarinya ke arah pipi Neron "oh aku tahu, apa kamu mengkhawatirkan aku?" lanjut Ceithrein dengan senyum mengejek.


"Iya aku mengkhawatirkanmu" kata Neron dengan wajah datar tapi serius.


Ceithrein yang mendengar itu menjadi tersipu dan menundukkan wajahnya agar Neron tidak bisa melihatnya.


"Tenang saja, aku bisa menjaga diriku" ucap Ceithrein dengan senyuman.


['Jika kamu memang khawatir, lindungi saja Gadis itu'] Neron yang mendengar kata Artaros menjadikan itu sebagai hal yang akan dia lakukan.


Dari kejauhan Neron melihat pria besar dengan rambut merah seperti api sedang menarik sesuatu, 'akhirnya datang juga' batin Neron.


"Ceith lihat disana" Neron menunjuk kearah orang yang datang mendekat kearah mereka berdua.


"Akhirnya kamu datang juga Kapten, aku sudah lama menunggu" Ceithrein memiringkan kepalanya melihat apa yang Feit bawa "Apa itu?".


"Hey bangun" kata Feit sambil menampar-nampar orang yang dia bawa dengan pelan, "kamu ini menyusahkan saja".


"Hoaamm" pria kurus yang dibawa Feit itu menguap dan memperhatikan sekitarnya.

__ADS_1


Setelah melakukan peregangan kecil, pria itu berdiri dengan pelan, tubuhnya seolah tidak kuat untuk berdiri dan membuat dia mau roboh, tapi dia menahannya kemudian memegang dahinya, "aaggh aku pusing" keluh pria itu.


Neron dan Ceithrein sama-sama memperhatikan pria yang baru datang itu.


"Aku kan sudah bilang jangan terlalu banyak minum" ucap Feit sambil memukul kepala pria itu.


"Hey itu sakit" kata pria itu yang kemudian memegangi kepalanya yang sakit karena dipukul.


"Nona Ceithrein, Neron perkenalkan dia adalah anggota terakhir kita Kiri scien" kata Feit memperkenalkan anggota terakhir mereka.


"kiri scien, perkenalkan namaku Ceithrein Zayxavier" memperkenalkan dirinya dengan ramah.


"Aku Neron" setelah Ceithrein memperkenalkan dirinya, Neron kemudian juga ikut memperkenalkan diri dengan singkat, 'dia anggota Demon Slayer ya' itu yang dikatakan oleh batin Neron ketika mengamati pria didepannya.


Setelah mereka berdua memperkenalkan diri mereka masing-masing, Kiri melihat mereka dengan sangat tertarik.


"Putri komandan imperial knight dan anak magang 2 pasukan ya" kata kiri mengelus dagunya sambil tersenyum "aku kira para imperial knight sudah kehabisan orang sehingga mengirimkan anak kemarin sore kemisi berbahaya seperti ini, tapi sepertinya aku salah ya"


"Aku memperdalam ilmu pedangku jadi pasti tidak akan ada masalah" kata Ceithrein membusungkan dadanya dengan bangga.


"Baik" kata mereka hampir bersamaan.


'Sekarang dia kelihatan seperti seorang kapten' kata Neron dalam pikirannya.


"oh iya Art apa kamu pernah pergi ke benua api sebelumnya?" tanya Neron penasaran, siapa tau monster didalam tubuhnya dapat membantunya untuk mengetahui lebih banyak tentang benua api.


Artaros berpikir sebentar kemudian berkata ['Pernah tapi..']


"Tapi apa?" tanya Neron


['Tidak jadi'] jawab Artaros dengan singkat


Hal itu membuat Neron menjadi semakin penasaran.


"hey Art, kenapa?, ceritakan saja" Neron berulang kali memanggilnya tapi tidak ada jawaban dari naga hitam tersebut.

__ADS_1


"Kita akan berjalan menuju ke benua api?" tanya Ceithrein setelah menyadari hal penting.


"kufufufu..... Mereka memang masih anak-anak ya kapten Bara" Kiri menertawakan kebingungan dari Ceithrein.


"kapten Bara?, jangan memanggilku seperti itu kiri atau kau ingin kupukul" geram Feit sambil membulatkan tinjunya karena dipanggil dengan nama yang aneh oleh anggota Demon Slayer itu.


"tuh kan!, kau terlihat menakutkan kapten, apalagi rambutmu merah seperti api jadi aku memanggilmu kapten Bara" jelas kiri dengan tertawa.


Feit yang kesal menarik kerah baju kiri dan mengatakan "Kau mengajakku berkelahi hah".


Keadaan menjadi runyam, Ceithrein bingung dengan apa yang harus dia lakukan, 'Kenapa orang dewasa di tim ini jadi seperti anak kecil?' tanya Ceithrein dengan suara yang kecil karena tidak ingin didengar oleh siapapun.


"Kapten" panggil Neron dengan pelan "hah" Feit yang emosi menatap Neron dengan tatapan tidak suka, karena Feit berpikir ini adalah tim terburuk yang pernah dia punya, Feit tidak suka dengan pemalas yang menyebalkan seperti kiri dan anak sombong yang melakukan misi berbahaya karena merasa dirinya hebat.


"Misi ini harus diselesaikan dengan cepat, bukannya akan membuang-buang waktu jika kita masih tetap disini" kata Neron dengan tatapan dingin diwajahnya. Feit merasa semakin kesal, dia tidak suka dengan orang yang mengatakan hal itu tapi yang dikatakan Neron itu benar, jadi Feit menghentikan apa yang dia lakukan sekarang.


"Maaf, semuanya berkumpul, kita akan melakukan teleportasi" kata Feit setelah menenangkan dirinya.


"Teleportasi?" tanya Ceithrein yang bingung.


"Itu adalah konsep kemampuan berpindah tempat dalam sekejap" jelas Neron kepada Ceithrein, anak itu mengetahui hal itu dari buku yang dulu dia baca di desa.


"Kita akan menggunakan sihir teleportasi" Kata Ceithrein dengan semangat "siapa yang bisa menggunakannya?" setelah mendengar tentang sihir teleportasi, Ceithrein menjadi bersemangat untuk melihat sihir itu.


"Tidak ada yang bisa menggunakan sihir teleportasi, jadi kita akan memakai kertas teleportasi ini" kata Feit setelah mengeluarkan kertasnya dari dalam tas besar yang dia bawa.


"Apa cara pakainya sama dengan kertas penyembuhan?" tanya Neron


"Iya itu benar, jadi semuanya ayo berkumpul, kita akan berteleportasi ke Benua Nhytiesia atau benua api" setelah mendengar kata-kata Feit, mereka berempat merapatkan tubuh agar tidak ada yang tertinggal.


"Ini pasti akan menyenangkan" kata Ceithrein dengan semangat.


"Heh dasar bocah" kiri mengatakan itu sambil membuang muka.


"Teleport" kata Feit, kemudian kertas teleportasi nya menghilang bersamaan dengan itu mereka berempat berpindah tempat.

__ADS_1


__ADS_2