
Desa yang biasanya gelap sekarang sangat terang, meskipun penerangannya menggunakan obor tapi karena banyaknya yang digunakan, desa Crew ini menjadi sangat terang, Bukan hanya itu para warga desa yang biasanya berada didalam rumah sekarang berkumpul di tengah desa karena pada malam ini mereka akan mengadakan perayaan yang disebut Festival Panen.
Semua orang tertawa dan bergembira bersama para penduduk desa menikmati makanan enak dan hiburan yang ada, tidak ada kesedihan karena pada malam ini yang ada hanyalah bersenang-senang.
Gobu, Lyra dan Syla berlari dengan semangat melewati kerumunan yang ada dan seseorang mengejar mereka, orang itu adalah Jun.
"Jangan Lari-larian disini kalian bisa jatuh" peringat Jun
"Tenang saja itu tidak akan terjadi, daripada itu Ayo cepat ke Stan Paman Henry sebelum mie gorengnya habis" Kata Gobu dengan tidak sabar.
"huh... kalian Ini memang merepotkan" Jun menghela nafas dan mengeluh.
Setelah melewati kerumunan Gobu, Lyra, Syla dan Jun dapat melihat stan Paman Henry.
"Semoga saja masih ada" kata Lyra
"Ya, Aku sudah lapar, kak" ucap Syla sambil memegang perutnya.
Tidak seperti sebelumnya kini stan yang mereka tuju tidak terlalu ramai mungkin karena sudah banyak yang membelinya. Dan disana ada Hazel yang membeli mie goreng.
"Paman kami ingin membeli mie goreng" Kata Gobu
"Ok, akan segera siap" kata Paman Henry dan pria itu langsung menyiapkan pesanan mereka.
Bau harum mulai tercium, Saat Henry memasak mie goreng, Ryan menyiapkan tempatnya.
"bagaimana Hazel?" tanya Henry
"Seperti biasa masakanmu selalu enak" kata Hazel dengan nada memuji
"yah itu tentu saja..hahahaha" Henry tertawa dengan bangga
"Paman Hazel, Dimana Neron?" tanya Lyra
Hazel yang memakan mie goreng itu berhenti dan dia baru ingat kenapa merasa cemas seharian ini, karena banyaknya pekerjaan yang dia lakukan dia melupakan Neron.
"Aku tidak melihat anak itu sama sekali hari ini"
"Oh Neron" Kata Jun sambil memasukkan mie goreng kedalam mulutnya.
"Ah....kak Jun kau mengambilnya duluan" kata Gobu
"Itu curang" teriak Syla
"Siapa cepat dia dapat" kata Jun sambil cengengesan "enak sekali"
"Ryan kali ini giliranku" kata Gobu
__ADS_1
"Kau tahu sesuatu?, Jun" Hazel melotot kearah Jun
"eee.... Kepala desa menyuruhnya berburu sebagai puncak makanan nanti" kata Jun sambil menggaruk belakang kepalanya, laki-laki itu merasa takut karena ditatap Hazel.
"APAA!!!" teriak Hazel. Hazel mencekramkan tangannya dibahu Jun.
"Bu-bukannya Paman bilang dia bisa berburu sendiri" Kata Jun dengan ketakutan dan membuat mienya jatuh.
"Tapi tetap saja aku khawatir" meninggalkan kata-kata itu Hazel pergi
"Kau mau kemana Hazel?" tanya Henry
"Sudah jelas, Aku akan menyusulnya"
Saat Hazel pergi perlahan tubuh Jun merosot dan jatuh, dia tidak pernah melihat Hazel semarah itu.
"Apa aku telah melakukan kesalahan?"
"Tenang saja kak Jun. Neron itu kuat, tidak akan ada masalah" kata Gobu
"Ya, benar kata Gobu" Lyra menyetujui pernyataan Gobu
Dipenuhi dengan perasaan bersalah, Jun mencoba untuk menyusul Hazel tapi perkataan dari teman-teman Neron membuat Jun percaya pada anak itu karena Jun juga pernah melihat Neron berhasil melawan Goblin ketika umurnya masih 7 tahun.
"AAAAAHHHHHHH" Teriak seseorang
"Monster. Ada Monster" Teriak laki-laki tua dengan ketakutan. Asap hitam muncul dari arah timur, bayangan suatu makhluk mulai terlihat, Makhluk itu merangkak dengan cakarnya yang tajam dan ekornya yang panjang berayun-ayun menghancurkan sekitarnya dan saat ada penduduk desa yang tertinggal dibelakang, dia tidak akan bisa lari, Monster itu memotong kaki mereka dan menusukkan ujung ekornya yang seperti pisau kearah mereka membuat penduduk desa itu mati ditangan sang monster, Jun yang melihatnya langsung berteriak.
"Lari!!" Jun langsung memegang tangan Syla dan Lyra untuk pergi dari monster itu, Henry juga tidak bisa membahayakan mereka, Pria itu memegang tangan anaknya dan Gobu untuk segera pergi dari sini.
"Shhuusshh" Benda seperti anak panah terbang dan menembus tubuh Syla, darah menyembur keluar dari tubuh kecilnya dan membuat anak perempuan itu mati seketika, tidak hanya Syla para penduduk yang berlari menghindari Monster itu juga bernasib sama karena serangan dari si monster.
"TIIDAAAAKK" Lyra berteriak dengan histeris melihat adik perempuannya mati didepannya.
Kematian Syla Membuat Jun dengan reflek melepaskan tangan Syla yang dia pegang.
Jun adalah seorang penakut, dia ingin terlihat keren dihadapan anak-anak yang lebih muda daripada dirinya, Dia belajar bertarung dari Hazel agar bisa melindungi orang yang berharga baginya tapi untuk pertama kalinya dalam hidup Jun, dia melihat orang mati didepannya apalagi seorang anak kecil, Laki-laki itu ingin kabur sendirian tapi jika dia melakukannya usahanya selama ini akan sia-sia.
"Ayo Lyra kita pergi" Ajak Jun dengan panik
"Ta-tapi, tapi Sy-Syla" Lyra menangis ketakutan.
Sihir kedua muncul, Mereka terbang dengan cepat kearah target dan salah satu sasaran mereka adalah Gobu.
"Go" Jun ingin melindunginya tapi dia terlalu jauh, Henry yang melihat serangan itu melepaskan tangan Ryan dan melindungi Gobu dengan tubuhnya tapi usaha pria itu sia-sia, sihir panjang dari monster itu menembus tubuh mereka berdua dan membuat darah mereka keluar.
"J-jun la-larilah, to-tolong ja-ga Ryan" pesan terakhir Henry sebelum pria itu mati.
__ADS_1
"Paman!!" Jun berteriak Dia merasa sedih dan marah kepada dirinya sendiri karena tidak bisa melindungi mereka tapi ada hal yang harus dia lakukan sekarang.
"Ayah!!" Ryan menangis seakan tidak percaya apa yang dia lihat
"Ayo" Jun berlari dengan menggandeng tangan kedua anak tersebut tanpa menoleh kebelakang.
Karena banyaknya penduduk desa yang tertinggal dibelakang Jun, Monster itu tidak cepat-cepat mengejar mereka Monster itu menikmati membunuh penduduk desa dengan perlahan. Jika dekat dia menggunakan ekornya dan jika jauh dia menggunakan sihir yang berbentuk anak panah dan pada malam itu Obor yang biasa digunakan sebagai penerangan didesa berubah menjadi Api yang membakar rumah warga.
Diperjalanan Jun bertemu dengan Tomas, Gorgus dan juga anak buah Gorgus mereka membawa senjata dari bengkel.
"Paman ada monster yang menyerang desa" kata Jun dengan panik.
"Yah aku tahu, Jika bukan bandit yang menyerang pasti itu monster" Gorgus menggeram kesal.
Lyra yang melihat ayahnya berlari kearahnya kemudian memeluknya sambil menangis, Ryan yang ada disana hanya melihat mereka berdua berpelukan tanpa bergerak dari tempatnya. Gorgus ingat bahwa Gobu pergi bersama mereka jadi meskipun pria besar itu tahu kemungkinan terburuk baginya dia tetap bertanya pada Jun.
"Dimana Gobu?" Gorgus bertanya dengan serius.
Jun tidak bisa mengatakannya dia merasa bersalah tentang apa yang terjadi.
"Syla, Dimana Syla? Dimana Putriku?" Tomas sekarang tambah sedih tentang apa yang terjadi pada putrinya karena sekarang yang kembali hanya anak tertua jadi pria itu hanya memiliki satu kesimpulan.
"Sy-Syla hik..hik..Dia...Dia sudah mati" Sebelum Jun bisa menjawab pertanyaan mereka berdua Lyra mengatakannya terlebih dahulu.
Tomas yang mendengarnya menjadi tidak berdaya dia jatuh dengan tidak berdaya dan menangis sedangkan Gorgus dia tetap tegap tapi meskipun dia sudah tahu situasi terburuk dia tetap tidak dapat menerimanya.
"Sy-Syla gadis kecilku kenapa? kenapa itu harus terjadi padamu?" Tomas mengatakan itu sambil menangis dan memukulkan tangannya ketanah karena kesal.
"Bos kau tidak apa-apa?" tanya Yulo dengan khawatir karena Gorgus menjadi diam sekarang.
"Jun Dimana Hazel?"tanya Gorgus
"Paman Hazel pergi kehutan untuk menyusul Neron" kata Jun
"Si Bodoh itu selalu tidak ada disaat kita membutuhkannya" Gorgus mendecakkan lidahnya. Sekarang yang bisa mereka lakukan adalah melawannya meskipun mereka akan mati tapi paling tidak ada beberapa nyawa yang bisa mereka selamatkan.
"Ayo kita lawan monster itu, Yulo berikan pedang yang kau bawa pada Jun" Kata Gorgus dengan rasa marah.
"Kau harus membawa anak-anak ini ketempat yang aman Tomas" Kata Grek pegawai tertua di bengkel Gorgus, Pria tua itu juga membantu Tomas Berdiri.
"Tapi" Tomas berkata dengan nada sedih.
"Sadarlah" Grek menampar pipi Tomas "Kau masih memiliki seorang putri jadi lindungilah dia" Lanjut Grek
Karena tamparan yang keras dari Grek Tomas jadi tersadar.
"Kau Benar, Ayo anak-anak kita pergi dari sini"
__ADS_1
Saat mereka hendak pergi monster itu sudah sampai dihadapan mereka. Gorgus, Yulo, Ronny, Grek dan Jun bersiap untuk melawannya sedangkan Tomas berusaha pergi dengan Ryan dan Lyra.