
"Nerooonnn!!!" Ceithrein berteriak sangat keras. Dirinya merasa kesal, sedih dan bersalah, karena tidak bisa menyelamatkan temannya yang jatuh, apalagi Anak laki-laki itu jatuh karena telah menyelamatkan dirinya, hal itu membuat Ceithrein semakin merasa bersalah.
"Hey Kiri, apakah disana sudah selesai?" Tanya Fiet tanpa menoleh kearah kiri, pria itu sedang fokus pada musuh didepannya. Feit melakukan tusukan cepat menggunakan tombak apinya yang membuat tubuh Scietile didepannya berlubang dan kemudian kehilangan nyawanya.
"Tentu saja kapten Bara, kenapa?" jawab Kiri dengan santai karena telah membunuh 2 musuh.
"Kita mundur, ayo kembali ketempat luas ditempat kita beristirahat tadi" kata Feit memberikan perintahnya.
Dimulut gua didepan mereka terdapat lebih banyak Scietile, Feit bisa mengalahkan mereka semua sendiri tapi Medan yang dia miliki tidak menguntungkan, jadi langkah yang tepat adalah memerintahkan anak buahnya untuk mundur dan mencari tempat yang tepat untuk bertarung melawan sekumpulan Scietile.
"Ayolah kapten Bara, cuma karena kita kehilangan seseorang, kita akan meninggalkan mis-" Kiri menoleh kebelakang untuk melihat wajah bodoh kapten yang sudah memberikan perintah itu, dan setelah menoleh, Kiri mengetahui alasan kenapa Feit memberikan perintah mundur, dan sekarang kiri dengan cepat berlari menuruni gunung Volcanes.
Feit juga mulai berlari, dia menggendong Ceithrein yang masih melihat kebawah tempat Neron terjatuh.
"Kapten aku tidak bisa meninggalkan Neron, lepaskan aku, aku akan menyelamatkannya" Ceithrein meronta-ronta dalam gendongan Feit.
"Maaf nona Ceithrein, Tidak ada yang bisa selamat jika jatuh dari sini, kita harus mengikhlaskan anak laki-laki itu. Aku akan bertanggung jawab nanti" Feit memperkuat pelukannya agar Ceithrein tidak terjatuh.
...----------------...
['kau baik-baik saja Neron?'] Loirus khawatir dengan Neron yang terjatuh dari tempat yang tinggi.
['kau baik-baik saja kan bocah?'] Artaros juga bertanya.
"Aww.... kepalaku" Kata Neron yang memegangi kepalanya yang sakit karena terjatuh.
['Lihat kan'] Kata Artaros yang menunjukkan bahwa Neron akan baik-baik saja.
"Apakah Ceith berhasil selamat?" Neron bertanya kepada kedua Monster didalam tubuhnya.
['iya, kau berhasil menyelamatkannya'] kata Loirus dengan jujur.
Hal itu membuat Neron senang karena usahanya tidak sia-sia, tapi sekarang dia tidak tau dimana dia berada sekarang.
__ADS_1
['Daripada kau mengkhawatirkan gadis itu lebih baik kau pikirkan dirimu sendiri, coba lihat kebelakang'] Kata Artaros yang mengawasi sekitar.
Neron melakukan apa yang dikatakan Artaros, anak itu terkejut ketika mengetahui ada monster dibelakangnya.
Sebuah api besar yang berbentuk seperti burung, menatap Neron dengan mata apinya. Meskipun ini adalah pertama kalinya Neron melihat monster itu, tapi dia tau, monster itu adalah monster yang sering ada didalam legenda, monster burung api abadi Phoenix.
Neron melompat mundur untuk menjaga jarak dari monster itu.
"Hey Manusia, apa kau datang kesini untuk membunuhku?" Burung itu bisa berbicara seperti manusia, Meskipun paruhnya tidak bergerak tapi monster itu bisa berbicara seperti pria dewasa.
['Phoenix, dia monster rank s atau bahkan lebih'] Kata Artaros yang mengamati dari dalam tubuh Neron.
"Sepertinya kau benar Art, Auranya sangat kuat, burung besar ini pasti sudah lama hidup" kata Neron dengan telepati.
['darimana kamu mengetahuinya Neron?'] tanya Loirus yang penasaran.
"Firasat"
Meskipun itu bukan jawaban yang serigala itu inginkan tapi dia masih dapat menerimanya.
'Aku lupa dia tidak bisa mendengarnya' kata Neron dari dalam hatinya.
"Aku tidak berniat melakukan itu, Aku terjatuh dari atas sana" Neron mencoba menjelaskan Apa yang terjadi kepadanya, monster itu hanya menatap Neron dengan tatapan yang tidak bisa digambarkan, karena Neron hanya melihat api yang berkobar dimatanya.
"Tidak ada seorang pun yang bisa selamat jika jatuh dari atas sana" Kata monster burung api itu yang tidak percaya apa yang dia lihat.
"Yah aku ini berbeda"
"Kau pasti orang yang kuat, Aku punya sebuah permintaan" Burung api itu menatap Neron dengan tatapan tajam.
"Permintaan?" Neron penasaran dengan permintaan yang Burung api itu inginkan.
"Tolong bunuh aku" Burung api itu meminta hal itu kepada Neron sambil menundukkan kepalanya seolah sedang memohon.
__ADS_1
"Kenapa kau meminta hal itu?" Neron ingin mengetahui alasan apa yang membuat monster didepannya itu ingin mati.
"Aku sudah tidak punya alasan lagi untuk tetap hidup" kata Burung api itu dengan tatapan kosong.
"Apa yang terjadi padamu sehingga membuatmu tidak ingin hidup lagi?" Neron bertanya sekali lagi, Burung Phoenix terkenal sebagai monster api abadi, tapi monster abadi didepan anak manusia itu malah ingin mati, hal itu membuat Neron penasaran.
"Kau terlalu banyak bertanya, lakukan saja permintaanku, lagipula itu akan menguntungkan bagimu karena kamu bisa mendapatkan beberapa bagian tubuhku" Kata Phoenix itu dengan sedikit membentak.
"Aku datang kesini memang untuk mencari Burung api Phoenix, untuk mengambil bulunya, tapi setelah mendengar burung itu sangat ingin mati, aku penasaran apa yang terjadi padamu" Ucap Neron yang sambil memperhatikan sekitar, "Aku juga tidak tau cara membunuh monster abadi sepertimu" lanjutnya.
"Kalau kau memang tidak mau melakukannya biar mereka saja yang melakukan hal itu" kata Burung api yang melihat banyak sekali monster didepannya.
Neron berbalik dan menghadap ke para monster yang baru datang.
"Apa mereka selalu datang untuk membunuhmu?" tanya Neron.
"Ya, tapi mereka belum bisa melakukannya" jawab monster api dibelakang Neron yang sudah siap menerima serangan.
"jadi begitu"
Neron mengamati para monster api didepannya, ada beberapa Scietile, Flameboar dan juga Volcanoc.
['Ada banyak monster disini, Kenapa kau memilih untuk menghadapi banyak monster daripada monster lemah dibelakangmu Neron?'] Tanya Loirus yang penasaran.
Neron menolehkan kepalanya dari kanan ke kiri untuk melihat banyaknya monster didepannya, ada lebih 30 monster yang harus Neron hadapi.
"Seperti ini Lou, Jika ada banyak api panas dimana-mana dan api dingin yang abadi, Menurutmu mana yang lebih menarik?" balas Neron tentang pertanyaan Loirus.
['Aku mengerti'] Loirus mengangguk dengan mantap.
['Ini pedangmu, Aku tidak akan membantumu'] Artaros mengeluarkan pedang Vrodast menggunakan sihir ruangnya, ['Hey Bocah tunjukkan kepada kami Perkembanganmu, Menarilah dengan pedangmu'] Artaros tersenyum, kata-katanya penuh dengan semangat meskipun bukan dia yang bertarung.
Neron mengambil pedang yang diberikan Artaros dan menyiapkan kuda-kudanya.
__ADS_1
"Aku tidak butuh bantuanmu" Tatapan Neron fokus pada musuh didepannya, anak itu siap untuk melakukan tebasan kepada para monster api.
Artaros mengamati dari dalam tubuh Neron, selama 3 tahun terakhir seorang bocah yang selalu ditemani oleh Naga hitam itu telah tumbuh dan berkembang, jadi sekarang adalah waktunya untuk melihat perkembangan dari bocah itu.