
Mereka pergi pada pagi hari. Sebelum matahari terbit Hazel sudah membangunkan Neron dari tidurnya untuk berburu di hutan. karena keadaan masih gelap jadi Neron bertanya apakah mereka akan berangkat sekarang.
"Apakah kita akan berangkat sekarang? Bukannya ini masih terlalu gelap" tanya Neron dengan penasaran
"Apa kau pikir kita tidak akan menyiapkan sesuatu" Hazel pergi kedapur diikuti oleh Neron.
Pria itu mencari karung sebagai tempat untuk monster buruannya. Setelah dia menemukannya Hazel juga mengambil senapan miliknya dan juga Vrodastnya, Dia berburu menggunakan senapan itu dan pedangnya dia gunakan jika ada serangan tiba-tiba dari jarak dekat.
"Ah ini dia" kata Hazel yang sedang memegang sebuah belati ditangannya kemudian dia memberikannya kepada Neron.
"Gunakanlah itu jika ada monster yang tiba-tiba menyerangmu. Karena sekarang kau akan membantuku bawalah busur dan beberapa anak panah, itu akan menjadi senjata pada perburuan kali ini"
"Padahal aku ingin menggunakan pedang...yah tapi busur tidak lah buruk". Neron mengambil busur yang dia simpan. Mendengar perkataan Neron, Hazel berbalik dan menatapnya kemudian berkata.
"Dengar Neron ini bukanlah latihan bertarung seperti kau melawanku Ini adalah perburuan, senjata yang efektif adalah senjata jarak jauh jika kau bermain-main kau mungkin bisa saja mati" kata Hazel dengan wajah tegas mencoba memperingatkan Neron.
"Baik, baik...aku mengerti" seperti biasa Neron menjawabnya dengan santai dan dia mencoba melakukan gerakan memanah dengan menggunakan busurnya.
"Apa semuanya akan baik-baik saja?"
Hazel menghela nafas. Dia mencoba bersikap tegas dengan memperingatkan Neron, tapi disisi lain Hazel tahu bahwa anak ini pernah membunuh makhluk hidup tanpa merasakan apa-apa. Jika didikannya salah Neron bisa saja menjadi pembunuh berhati dingin yang akan membunuh semuanya tanpa merasakan apa-apa karena itulah agar tidak salah arah Hazel harus bisa mendidik Neron agar anak itu bisa tetap dijalannya.
...----------------...
Menarik busur ditangannya dengan panah runcing didepan, Neron bersiap untuk menyerang mangsanya, disamping Anak itu Hazel mengumpulkan mana dan mengubah bentuknya menjadi sebuah peluru sebagai isi dari senjatanya. Didunia ini senjata api memiliki dua jenis peluru yang pertama peluru dari logam khusus dan yang kedua adalah peluru sihir. Kedua peluru tersebut memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Pada peluru logam kelebihannya adalah serangannya sangat kuat tapi harganya mahal dan pada peluru sihir pengguna senjata api hanya tinggal membuatnya tapi yang menjadi kekurangannya adalah serangannya tidak terlalu kuat. Jadi sekarang Hazel lebih memilih menggunakan peluru sihir karena lebih hemat.
__ADS_1
Mangsa mereka berdua kali ini adalah 3 ekor Veronian. Mereka sepertinya masuk kedalam perangkap yang sudah Hazel siapkan.
'mereka memakannya' kata Hazel didalam hati
Menunggu waktu yang tepat Hazel Memberi aba-aba dengan tangannya yang akan menandakan penyerangan.
"Sekarang" bersama dengan teriakan Hazel peluru sihir dan anak panah melesat memotong udara kemudian menancap di tubuh Veronian, Sekarang kedua Veronian telah mati tinggal satu yang tersisa, Melihat kedua temannya mati Veronian itu berlari dengan kecepatan penuh. Hazel pergi mengejarnya dan Neron mengambil kedua ekor Veronian yang sudah mereka kalahkan dan memasukkannya kedalam karung yang dia bawa kemudian mengejar Hazel.
Jalan yang dipenuhi dengan akar pohon dan tanah yang lembab membuat Neron kesulitan untuk berlari sementara monster burung itu tidak merasa kesulitan dan terus menambah kecepatannya. Hazel yang mengejar Veronian itu tidak merasa kesulitan karena dia sudah terbiasa dengan jalan seperti ini. Neron yang mencoba beradaptasi dengan jalan yang sulit ini perlahan-lahan bisa melaluinya dan sekarang berhasil menyusul Hazel, tapi kecepatan berlari Veronian masih membuat mereka berdua tidak dapat menyusul dan jarak antara mereka dan monster itu tetap tidak berubah. Ditengah-tengah perburuan itu, Neron dan Hazel merasakan sesuatu yang aneh dan kemudian Veronian itu tiba-tiba berhenti berlari membuat mereka berdua mengikutinya.
"Sepertinya ada monster yang kuat disekitar sini" Kata Neron memperingatkan Hazel. Hazel juga dapat merasakannya Monster itu mengeluarkan aura membunuh yang kuat.
"Ya, Berhati-hatilah Neron"
"Itu adalah Brunes, Monster berbulu yang memiliki sihir Paralize Roar. Sihir yang mampu melumpuhkan musuhnya dengan raungan. Dia adalah monster rank A" Hazel memberitahu Neron "Kita harusnya lari jika bertemu dengannya tapi sekarang kita tidak bisa bergerak, Yang bisa kita lakukan sekarang adalah melawannya"
Melihat buruannya sudah tidak bernyawa kemudian Brunes itu memakannya, mulut monster itu dipenuhi dengan daging dan darah Veronian, dia memakannya dengan lahap tapi dia tidak suka jika ada orang yang melihatnya makan karena itu monster berbulu coklat itu berbalik dan menghadap kepada kedua orang yang melihatnya, dia menggeram bersiap untuk menyerang mereka.
Efek dari Paralize Roar hanya bertahan 2 detik, itu tidak bisa digunakan untuk kabur tapi sekarang mereka bisa melakukannya tapi Brunes itu sudah menerjang kearah mereka.
"Biar aku yang melawanya Neron kau bantu aku dari belakang" mengatakan itu Hazel berlari kearah Brunes menggunakan pedangnya dia menyerang kearah monster itu.
"Baik" Neron membalas singkat.
Hazel dan monster itu bertukar serangan Bentrokan antar pedang Hazel dan cakar Brunes terjadi, meskipun serangan dari monster berbulu coklat tidak terlalu cepat tapi jika Hazel sampai terkena cakarnya 1 kali saja mungkin saja dia bisa mati. Saat Hazel bertukar serangan didepan, Neron bersiap untuk melakukan serangan, dia menyiapkan anak panahnya dan bersiap untuk menembak saat ada kesempatan.
__ADS_1
Meskipun Hazel sedang bertarung dia tahu bahwa Neron sudah siap dengan serangannya saat Hazel sudah berhasil mendaratkan tebasan kepada tubuh Brunes dia akan melompat mundur untuk memberi ruang agar panah Neron bisa mengenai targetnya.
"shuuuut" panah itu terbang dan menancap ditubuh sang monster.
"Kerja bagus" kata Hazel tanpa menoleh kebelakang dia tetap fokus melihat lawannya, sekarang tubuh Brunes sudah ditempeli dengan dua anak panah dibagian dadanya dan serangan itu membuat Monster berbulu coklat itu terhuyung mundur kebelakang, tidak melewatkan kesempatan sedikitpun Hazel langsung menebas bagian depan tubuh Brunes dan membuat monster itu jatuh dengan hantaman yang keras.
"DUUUMMM"
Hazel memeriksa tubuh Brunes apakah dia hidup atau mati, dan setelah mengamati letak serangan yang dia terima, Hazel langsung tahu bahwa makhluk itu sudah tidak bernyawa bukan karena tebasan yang dia berikan tapi karena serangan panah Neron, serangan itu tepat mengenai jantung Brunes sehingga membuat Brunes terjatuh dan mati.
"Apa kau memang sengaja melakukan itu?" tanya Hazel
"Maksudmu membidik jantungnya?...ya menurutku itu cara tercepat untuk mengalahkannya" kata Neron dengan santai
"lagi-lagi kau Tidak merasakan apa-apa ya" Hazel tersenyum pahit
"Memangnya kenapa?" tanya Neron seolah tidak ada yang salah
"Ah sudahlah" Hazel berkata itu sambil berjalan menuju mayat Veronian yang dimakan oleh Brunes sementara Neron melihat mayat Brunes dan mencoba menyentuhnya.
Disaat mereka berdua melihat mayat yang ada disana, sebuah gate muncul dibelakang Neron tanpa ada yang menyadari.
"sekarang bersihkan Brunes itu dan bawa pu-" tidak sempat menyelesaikan kalimatnya Hazel melihat kebelakang, sebuah pedang tipis bersiap menusuk Neron dari belakang, dengan kecepatan penuh Hazel berlari kearah Neron lalu kemudian menendang Neron agar menjauh dari pedang itu.
"Kenapa tiba-tiba-" Neron yang ditendang menjauh merasa kesal dan akan melakukan keluhan tapi dia terkejut karena tubuh Hazel tertembus dan membuat darahnya keluar dari bagian perutnya oleh pedang bukan itu adalah lidah dari seekor monster.
__ADS_1