
Semuanya terjadi begitu cepat, Hazel yang menyelamatkan Neron dari serangan monster yang akan menyerang anak itu sekarang berakhir dengan dirinya sendiri ditusuk menggunakan lidah panjang yang tajam. Lubangnya memang tidak besar mungkin berdiamater 5 cm tapi lidah itu berhasil menembus tubuh Hazel dan membuat perutnya terus mengeluarkan darah.
Monster dengan sisik biru gelap dan kepala pajang dengan lidahnya yang menembus tubuh Hazel, berdiri dengan dua kaki yang terlihat kuat dengan ekor pendek tapi besar makhluk itu mengamati pria yang sudah dia tangkap.
Menarik lidahnya yang menjulur keluar menembus tubuh pria itu, sang monster mencekik lehernya dan mengangkatnya kemudian merasakan darah yang ada pada lidahnya, monster itu merasakan darah yang lezat dan ingin langsung memakan Hazel tapi dia tidak melakukannya sebaliknya Monster bersisik biru gelap itu melempar Hazel dengan kuat dan membuat pria itu menabrak pohon yang ada disana. Makhluk itu serakah dia tidak akan kenyang jika hanya memakan seorang manusia jadi dia memutuskan untuk memakan Neron juga, dia mengahadap kearah anak itu dan meneteskan air liur bersiap untuk menerjangnya.
"La-larilah" Hazel berusaha menoleh kearah Neron dan menyuruh anak itu untuk pergi.
"Tidak, Aku tidak akan lari" Neron mengatakan itu dengan tegas, anak itu sudah membulatkan tekadnya dia tidak akan pergi meninggalkan Hazel disini, sekarang dia akan mengujinya menurut Neron ini adalah sebuah tantangan untuk melihat hasil dari latihannya, jika dia memang akan mati maka dia akan menerimanya tapi Neron yakin dia tidak akan mati sekarang.
"Aku akan bertarung"
Mengambil belati yang sudah ia simpan dan memasang kuda-kuda untuk bertarung, Neron dan monster itu saling berhadapan mereka menunggu siapa yang akan menyerang terlebih dahulu.
Setelah beberapa saat tidak ada pergerakan Neron merasa monster ini cukup pintar dia tetap menunggu Neron untuk melakukan serangan, tidak seperti monster biasanya yang akan menyerang terlebih dahulu Monster dihadapan Neron malah mengamatinya dan menunggunya untuk melakukan serangan. karena tidak ada pergerakan jadi Neron mengambil inisiatif terlebih dahulu untuk menyerang dan berlari kearah monster itu, tidak seperti pedang, belati tidak bisa digunakan untuk memberikan luka yang besar tapi bisa memberikan luka yang fatal jika tepat mengenai organ vital seperti pada pertarungan sebelumnya, jadi incaran Neron sekarang adalah jantung atau tenggorokannya. Sekarang Neron tidak bisa menyerangnya menggunakan panah karena sisiknya yang keras dan jika menggunakan belati dia tidak bisa sembarangan menyerangnya dari depan karena itu sama saja dengan cari mati.
Neron berlari mengelilingi monster itu untuk mencari titik lemahnya tapi dia tidak bisa menemukannya dan monster itu hanya tetap diam ditempat tanpa bergerak, dia hanya melihat Neron yang berlari tanpa menolehkan kepalanya kearah anak itu. Seolah dapat melihat pergerakan Neron, tepat sebelum melangkah ketempat yang dia inginkan sebuah tanah runcing dari dalam tanah keluar dan hampir menusuk Neron, tapi anak itu berhasil menepisnya menggunakan belati dan hal itu membuat Neron harus melompat mundur untuk menjaga jarak.
'sihir' Monster itu bisa menggunakan sihir. Hal itu membuat Hazel terkejut, monster yang bisa menggunakan sihir itu termasuk rank B tapi jika memang monster itu cukup cerdas maka ranknya bisa meningkatkan menjadi rank A jika memang begitu Neron tidak akan menang melawannya dia harus lari.
"Neron larilah, monster itu sepertinya lebih kuat daripada Brunes yang kita lawan tadi" Hazel meneriakkan kata-kata itu dengan suara serak dan karena itu perutnya terasa makin sakit.
__ADS_1
"Tenanglah Hazel, Aku tidak akan lari" Neron mengatakannya dengan percaya diri "karena aku pasti bisa mengalahkan makhluk ini"
Tombak tanah terus datang kearah Neron, anak itu dengan cepat menghindarinya dan juga menepisnya menggunakan belati, hal itu merupakan hal yang mudah tapi sekarang menjadi lebih sulit karena monster itu juga ikut menyerang, biasanya saat seseorang atau pun monster menggunakan sihir mereka tidak akan bisa bergerak bebas tapi semua itu dipatahkan oleh monster yang sedang dihadapi Neron saat ini.
'yang benar saja apa ini memang monster kelas A. pergerakannya sangat cepat' itulah yang ada dipikiran Hazel pria itu merasa frustasi karena hanya menjadi beban tapi luka ditubuhnya membuat dia tidak bisa bergerak.
Pertarungan itu membuat tanah disekitar hancur dan pohon-pohon tumbang, meskipun begitu area tanah yang hancur tidak sampai pada tempat Hazel karena Neron berusaha memancing makhluk itu menjauh dari tempat Hazel berada, meskipun dia menyerang sembarangan Neron tetap memperhatikan sekitar agar orang yang dia lindungi tidak terluka.
Serangan demi serangan terus dilancarkan tapi Neron tetap bisa menghindarinya, karena hal itu monster itu merasa kesal dia memikirkan cara agar buruannya cepat dia dapatkan. Neron sedikit terkejut karena tiba-tiba sihir tombak tanah dari monster itu berhenti menyerang, mereka berdua kembali saling mengamati satu sama lain dan setelah beberapa saat monster sisik biru gelap itu menerjang kearah Neron dan Neron pun bersiap untuk menyambut serangannya menggunakan belati, saat serangan dari keduanya hampir bertemu sesuatu dari dalam tanah muncul didepan Neron membuat anak itu terpaksa mundur karena tombak tanah menjulang tinggi didepannya dan dengan cepat mengelilingi Neron dan membuatnya terkurung didalam sedangkan sang monster pemilik sihir menggunakan sihirnya sebagai pijakan dan dengan cepat meluncur kearah Hazel yang tidak berdaya.
Neron segera menyadari maksud dari sihir monster itu dan segera mengalirkan aura kebelatinya lalu melakukan tebasan kebatu didepannya dan langsung menyusul monster itu. Hazel dengan tidak berdaya hanya melihat monster didepannya dia juga merasa agak kesal, jika dia akan mati hari ini itu tidak apa-apa asalkan Neron tetap hidup, saat Hazel sudah menyerah dan menuggu untuk dibunuh Neron dengan cepat berlari kearah monster itu dan menancapkan belatinya yang telah dilapisi Aura dan belati itu berhasil menancapkan dirinya ditubuh monster itu tapi sekarang Neron tidak bisa menariknya dan sekilas Hazel bisa melihat monster itu tersenyum. Memutar tubuhnya kebelakang monster itu mencekram kepala Neron dengan kuat kemudian membenturkan tubuh Neron keapapun yang ada disana karena kelengahannya sekarang monster itu bisa menyerangnya. benturan demi benturan terjadi Neron tidak bisa melepaskan tangan monster itu dari kepalanya dan cairan merah kental mulai keluar dari kepalanya membuat tubuh anak itu penuh dengan darah, Neron juga hampir kehilangan kesadaran Karena benturan yang dia terima dan karena sadar akan hal itu si monster berhenti menyiksanya dan kemudian melemparkannya kesebuah pohon dan membuat bunyi *Buukkh* hingga pohon itu tumbang.
'Darah, Monster itu kuat sekali' Neron sekarang mengakui bahwa monster itu kuat dan dia tidak bisa menang hanya menggunakan Aura. 'Sihir' hanya itu cara mengalahkannya jika saja Neron bisa menggunakannya dia pasti berhasil mengalahkan makhluk itu. Monster bersisik semakin mendekatinya dan disisi lain Neron hampir menyerah terhadap hidupnya tapi saat Neron melihat kebelakang monster itu dia melihat Hazel, itu cukup sebagai alasan untuk tetap hidup, mengarahkan tangannya kedepan dia berharap sihirnya akan muncul tapi bukan itu, dalam waktu singkat Neron mendengar suara didalam kepalanya
"Shadow Burst" bersama dengan itu ledakkan hitam terjadi dan membuat monster itu hancur dalam waktu singkat, Neron terkejut dan hampir tidak percaya apa yang terjadi tapi sekarang ada hal penting yang harus dia lakukan.
Neron merasa senang karena dia bisa menggunakan sihir tapi dia penasaran kenapa tangannya berubah menjadi seperti tangan monster namun sekarang dia harus menolong Hazel terlebih dahulu.
"Apa kau masih Hidup?" Neron bertanya seperti itu dengan nada bercanda karena dia tahu Hazel belum mati.
"Kau pikir aku akan mati semudah itu, aku masih......memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan.......seperti mengurus anak nakal didepanku ini" Hazel tersenyum saat menatap Neron dia memegang perutnya agar darahnya tidak banyak keluar. Neron berjongkok didepan Hazel.
__ADS_1
"Sekarang bagaimana dengan lukamu ini?"
"Ambilkan kertas sihir disakuku itu bisa menyembuhkan luka ini"
Neron melakukan apa yang Hazel suruh dan mengamati kertas yang dia pegang ada beberapa lingkaran dan tulisan yang tidak ia mengerti.
"Bagaimana cara menggunakannya?"
"Arahkan ke lukaku dan Coba katakan heal"
"Heal" Neron mengikuti instruksi Hazel dan dalam beberapa saat luka diperutnya sembuh.
"kenapa aku bisa menggunakannya?" tanya Neron, dia bingung karena dia tidak bisa menggunakan sihir penyembuhan.
"Itu karena kertas sihir itu sudah menyimpan sihir yang tertulis disana" jawab Hazel
Pria itu mencoba berdiri tapi saat dia melakukannya perutnya terasa sakit dan membuat Hazel hampir jatuh tapi dia berhasil menahannya.
"Apa masih sakit?" tanya Neron dengan khawatir
"Tidak sepertinya aku hanya lelah" kata Hazel dan berjalan kepada Veronian yang mereka dapatkan.
__ADS_1
"Ayo pulang"