
2 bulan telah berlalu sejak Neron melakukan latihan teknik sense, sekarang kemampuannya dalam menggunakan teknik Elf itu meningkat, sehingga dia dapat merasakan makhluk hidup sejauh 1 km, bahkan ras Elf sendiri pun jarang yang bisa menggunakan teknik sense sejauh itu, biasanya sekitar 500 m atau bahkan dibawahnya. Elvinia pun memuji Neron atas perkembangannya.
Kemampuan Neron untuk berbicara dengan Naga hitam didalam tubuhnya juga berkembang, jika dulunya anak itu harus berkosentrasi penuh agar bisa bertemu dan berbicara dengan Naga itu, sekarang Neron bisa berbicara dengan monster itu setiap saat tanpa harus berkosentrasi, bahkan mereka bisa saling berinteraksi satu sama lain melalui telepati.
Sekarang Neron mengetahui banyak hal dari monster didalam tubuhnya, mulai dari masa lalunya, pedang yang ditinggalkan Hazel dan juga Kekuatan yang harus dia cari. Mimpi yang pernah Neron lihat sebelumnya adalah ingatannya tentang eksperimen manusia yang membuat Naga itu bisa berada didalam tubuhnya. Dan Naga hitam itu juga bilang kalau Neron harus mencari 7 jiwa Monster agar dapat mendapatkan kekuatan yang sempurna, Sekarang Neron sudah mendapatkan 1 jiwa tinggal 6 lagi yang harus dia dicari, Neron juga pernah bertanya kenapa dia harus melakukan itu, dan Naga hitam itu menjawab bahwa anak itu harus melakukannya dan untuk alasannya, Naga itu akan memberitahunya saat semua jiwa sudah terkumpul. Untuk pedang Vrodast yang diberikan oleh Hazel, Naga hitam itu menyimpannya diruang dimensi dan tidak membiarkan Neron memakainya, entah karena apa alasannya Neron tidak tahu.
Hari ini matahari bersinar terang, tapi hanya sedikit sinarnya yang bisa melewati celah daun, kabut mulai menghilang karena hari sudah mulai siang.
Neron duduk dibatang kayu didepan tempat persembunyian seperti biasa, hari ini Elvinia sedang pergi berpatroli kearah timur jadi Neron hanya berdua saja dengan serigala putih.
Serigala putih tidur didekat Neron, monster itu kelelahan karena berlarian kesana kemari untuk melatih sihir anginnya yaitu Wind step, kemampuan untuk berlari secepat angin.
Neron mulai mengaktifkan teknik sense untuk memeriksa lingkungan sekitar.
"Ada yang aneh" kata Neron setelah merasakan mana besar yang tidak biasa dari arah selatan.
Anak itu memfokuskan kembali teknik sensenya dan menyadari sesuatu.
"Kau merasakannya?" tanya Neron
['Ada Monster di selatan dan Monster ini berbahaya'] suara berat langsung terdengar ke otak Neron ['Jika kamu mendapatkan Jiwanya kekuatanmu akan bertambah, apalagi makhluk ini berbahaya jika didiamkan dihutan ini'].
Ada dua cara untuk mendapatkan jiwa Monster, pertama ajak mereka bergabung dan yang kedua ambil jiwanya saat mereka sedang lemah. Naga hitam juga pernah bilang "carilah monster yang kuat agar kekuatanmu juga bertambah", meskipun Mereka berdua sudah berinteraksi cukup lama, Neron masih belum sepenuhnya percaya pada monster didalam tubuhnya.
"DUUUMM"
Suara keras terdengar membuat Neron terkejut, anak itu kemudian menghentikan teknik sensenya dan langsung berdiri dari tempat duduknya.
['Hey bocah, kau ingin pergi'] Tanya Artaros
"Tidak ada salahnya untuk memeriksanya kan" jawab Neron dengan santai.
Neron mulai berlari dan supaya lebih cepat dia mulai melompat dari cabang ke cabang. Karena sudah cukup lama Neron tinggal disini, anak itu jadi terbiasa dengan lingkungan sekitar, apalagi Elvinia sering mengajak Neron berburu monster sebagai makanan mereka, sehingga Neron tidak kesulitan untuk menuju tempat asal suara.
Meskipun sudah cukup lama tapi anak itu tidak mengetahui dimana desa elf tempat Elnad dan yang lain tinggal.
Serigala putih mengejar Neron dengan cepat, meskipun Neron cukup cepat dalam lompatannya, tapi serigala angin dibawahnya berlari dengan cepat seperti angin dan mampu mengejar anak itu, entah karena khawatir atau apa serigala putih selalu mengikuti Neron kemanapun dia pergi.
Setelah beberapa saat, Mereka berdua sampai ditempat asal suara dan Apa yang Neron lihat membuatnya seakan tidak percaya, pemandangan hutan yang penuh pepohonan berubah menjadi tanah hancur yang berbentuk lingkaran berdiameter 15 m, kayu-kayu dipinggir lengkungan tanah itu hancur atau patah, tapi anehnya tidak ada monster disini meskipun tanah hancur ini seperti baru saja terjadi.
"Woof....Woof......grgrrrrrr" Serigala disamping Neron menggeram dan Neron tidak mengerti apa yang coba monster itu katakan.
['Monster itu sudah lari'] kata Nagi hitam memberitahu Neron.
"Begitu ya" Neron paham apa yang terjadi.
__ADS_1
['Tapi sepertinya akan ada masalah lain'] lanjut Artaros
"Ya kelihatannya kau benar" nada pasrah keluar dari mulutnya karena melihat banyak sekali Elf yang sudah mengepung mereka berdua dari atas pohon.
"Hei anak manusia.....aku dulu sudah memberikan kamu peringatan, tapi sekarang kamu telah menghancurkan sebagian hutan kami, jadi kami para Leaf Guard tidak akan mengampuni kamu lagi" Pernyataan itu keluar dari mulut Elf yang Neron pernah lihat, dia adalah Elf yang dipanggil Elnad oleh Elvinia, Elf laki-laki dengan rambut pirang dengan mata hijau yang menyala dan sekarang tidak ada senyum bodoh diwajahnya.
'Sepertinya dia sekarang serius' kata Neron didalam hati.
"Serang!!" Rein, elf laki-laki yang selalu bersama Elnad membuat isyarat dengan tangannya, dan kemudian meneriakkan perintah itu kepada elf yang lain ketika mereka telah selesai membuat anak panah menggunakan create magic.
"Tunggu sebentar" ucapan Neron tidak sampai pada para Leaf Guard, anak panah sihir terbang menuju kearah dirinya tapi Neron segera menghindari semua serangan itu.
"Dengarkan aku-" serangan tombak hampir menusuk tubuhnya, tapi anak itu menghindari 4 Elf yang menggunakan Senjata tombak kepada dirinya.
['Lawan saja, apa susahnya'] kata Artaros dengan santai.
"Tidak semudah yang kau katakan" kata Neron, Sambil menghindari serangan para Elf, apalagi dia sudah berjanji kepada Elvinia untuk tidak menyerang siapapun dihutan ini.
Elnad mengamati pertarungan para Leaf Guard dari atas pohon, meskipun sifatnya kadang konyol tapi sebagai kapten, Keputusannya akan berdampak pada bawahannya.
"Leaf Guard.....Hentikan penyerangan!!! kita bawa anak manusia itu kedesa, biar tetua yang memutuskan apa hukuman yang pantas untuk dirinya" Suara Elnad bergema, membuat para Elf itu merubah cara bertarung mereka.
Tali rambat dilempar kearah Neron dan anak itu dengan mudah menghindari mereka semua, tapi Neron melupakan sesuatu, Serigala putih tertangkap membuat Neron harus menyerahkan diri karena Bisa saja para Elf ini membunuh monster malang itu.
Kini Tubuh Neron juga terjerat tali rambat yang sama dengan si serigala. para Elf kemudian membawa kedua ras lain itu kedesa mereka.
Sebuah rumah kayu yang terlihat lebih besar daripada rumah yang lainnya, dengan dinding kayu yang terlihat kokoh, mungkin ini adalah rumah dari pemimpin Elf di desa ini, itulah yang Neron pikirkan.
Elnad masuk terlebih dulu untuk memberitahu tentang Neron kepada tetua Elf, Para Leaf Guard yang banyak tadi tidak masuk semua cuma dua orang yang mengikat Neron, dan untuk serigala putih mereka menahannya diluar.
Sekarang ada 6 orang didalam ruangan, Elnad dan Rein berdiri dibelakang Elf tua dengan rambut putih panjang dan jenggot putih yang berbentuk segitiga, dua Leaf Guard yang mengikat anak itu dengan dua ujung tombak yang mengarah kearah Neron. udara terasa berat dan tidak ada satupun dari mereka yang berbicara.
"Hey anak manusia....Selamat datang didesa Elf, Aku adalah Tetua disini, perkenalkan namaku Aeron folword" ucap Aeron dengan sopan.
Melihat Tetua Aeron memperkenalkan diri dengan sopan, Neron juga membalas memperkenalkan dirinya.
"Salam Tetua Elf, Namaku Neron aku berasal dari desa diluar hutan" Neron memberikan salam dengan sopan.
"Kudengar kau membuat masalah dengan membuat hutan kami ini berlubang, apa benar begitu?" tanya Aeron dengan tatapan tajam.
"Itu tidak benar, aku sampai disana dengan keadaan beberapa pohon yang sudah hancur" jelas Neron kepada Tetua Elf
"Jangan berbohong kau anak manusia, jika bukan kamu pelakunya lalu siapa lagi?, tidak ada siapapun disana saat kami tiba, bahkan satu ekor Monster pun" Teriak Rein yang dengan cepat menyalahkan Neron. Elf tua itu memberi isyarat agar Rein berhenti.
"Dengar kan?, apa yang mereka katakan. Sekarang, apa yang harus kami lakukan kepadamu?" Tetua Elf itu berusaha menyudutkan anak manusia didepannya.
__ADS_1
['Mereka tidak akan percaya pada apa yang kamu ucapkan, Kebencian mereka terhadap manusia membutakan mata mereka'] kata Artaros menggunakan telepati.
'Ya kau benar, tidak ada yang mendukungku diruangan ini' balasan telepati Neron terkirim ke Artaros.
"BUAKK"
Elvinia dengan keras membanting pintu untuk masuk keruang rapat.
"Apa yang kamu lakukan putri?" tanya Aeron
Gadis Elf yang memasuki ruangan membuat semua orang didalamnya terkejut.
"Aku tidak akan membiarkan kalian melukai anak ini" Elvinia mengatakan itu sambil menunjuk kearah Neron.
"Jangan Seenaknya Elvinia, kamu ingin memusuhi rasmu sendiri demi anak manusia yang sudah merusak hutan kita". pernyataan Aeron bukanlah sebuah peringatan melainkan sebuah ancaman.
"Tapi tidak ada bukti bahwa Neron yang melakukannya" bantah Elvinia kepada Tetua Elf.
"Apakah kamu akan mencari bukti untuk menyelamatkan anak itu?" Elnad yang dari tadi diam kini mulai mengeluarkan suaranya.
"kalau itu bisa menyelamatkan Neron dan serigala kecil, aku akan melakukannya"
"Bagaimana kamu mencarinya?, bukannya sudah jelas, bahwa hanya anak itu yang ada ditempat kejadian" Tanya Rein.
Aeron menghela nafas.
"Jika kamu bersungguh-sungguh akan mencari pelakunya, akan kuberi waktu selama 3 hari dan anak manusia itu akan ditahan disel penyerapan. Jika sampai melewati batas waktu itu, jangan harap kamu bertemu lagi dengan anak manusia di depanmu" Aeron mengambil keputusan dan dalam batinnya dia mengatakan 'kamu sangat keras kepala seperti ayahmu'.
Elvinia menggeram kesal, tapi dia tidak memiliki kuasa disini, jadi yang bisa dia lakukan sekarang adalah menyetujui persyaratan dari kakek tua itu dengan mencari pelaku sebenarnya untuk menyelamatkan Neron.
"Baiklah, aku pasti akan menemukannya" Kata-kata gadis Elf itu penuh keyakinan.
"Maaf Neron, kakakmu ini tidak bisa menyelamatkan adiknya" Elvinia meninggalkan kata-kata terakhir itu sebelum pergi meninggalkan ruangan.
...----------------...
2 hari yang lalu, malam hari di Eastia Forest. Pemandangannya gelap meskipun ada beberapa tumbuhan yang menghasilkan cahaya dan cahaya bulan dilangit, benda-benda disini masih belum terlihat jelas.
Diatas pohon, dua orang menyaksikan sebuah gate yang terbuka didepan mereka.
"Boleh aku melakukannya?" salah satu orang yang duduk dengan santai menanyakan itu sambil tersenyum.
"Jangan bercanda, ini bukan urusan kita, ayo pergi" Orang yang lain merespon dengan dingin, dan mengajak orang yang duduk disampingnya itu pergi.
"Ahhh..... Membosankan"
__ADS_1
Didalam malam yang gelap kata-kata itu ditinggalkan terbawa angin, Dan dari dalam gate yang terbuka, keluarlah Monster besar.