
Didalam hutan yang lebat dengan sedikit cahaya matahari yang masuk terdapat beberapa rumah kayu yang kokoh, meskipun pencahayaannya sedikit dan ada sedikit kabut disana ras yang hidup disana tidak kesulitan untuk melihat.
Beberapa orang yang terlihat seperti prajurit dengan baju besi ringan menjaga tempat itu, mereka memiliki telinga panjang dengan wajah tampan dan cantik dengan warna rambut pirang dan juga perak. Mereka bukanlah manusia karena mereka adalah makhluk atau ras yang hidup dihutan ini yaitu ras Elf.
Didalam rumah yang sedikit lebih besar daripada rumah yang lain, dua elf duduk saling berhadapan mereka berdua sedang membicarakan sesuatu yang serius.
"Tidak!!, Aku tidak akan menerima permintaanmu itu" Kata Elf tua berjenggot dengan nada tegas.
"Tapi Tetua kita tidak bisa membiarkan seorang anak kecil berada di hutan sendirian, ada banyak monster disana" Elf perempuan yang menjadi lawan bicara Elf tua itu membantah.
Beberapa hari yang lalu Elf perempuan itu menemukan seorang anak manusia yang pingsan saat dia sedang berpatroli, dan sekarang dia memohon kepada tetua di tempat ini untuk menerima anak manusia itu tinggal disini.
"Aku akan menerimanya jika dia sama seperti kita tapi dia adalah anak manusia" Elf tua itu menatap tajam "Aku tidak akan pernah menerimanya" lanjutnya.
"Tapi dia masih kecil, apa yang bisa diperbuat oleh anak kecil" kata Elf perempuan itu dengan mata memohon.
"Dengar Elvinia Greenwood, Seorang anak manusia akan tumbuh besar dan dia akan menjadi makhluk yang kejam, Kamu belum pernah bertemu dengan manusia jadi kamu tidak tahu betapa busuknya mereka dan yang perlu kamu ingat manusia tidak ada bedanya dengan iblis" kata Tetua Elf itu mencoba memperingatkan Elvinia.
__ADS_1
Mendengar perkataan dari Elf tua, Elvinia merasa kata-katanya tidak akan mendapat persetujuan jadi dia berdiri dan berniat meninggalkan tempat itu.
"Baiklah, Jika Tetua tidak ingin menerimanya aku yang akan menjaganya jadi aku permisi"
Sebelum membuka pintu kayu didepannya sang Tetua berkata "Ini hanya sedikit saran, daripada menjaganya lebih baik kamu membunuhnya agar dia tidak membahayakan ras kita dimasa depan".
Elvinia tidak merespon dan langsung membuka pintu untuk keluar dari rumah itu.
Dua Elf laki-laki yang sedang bercanda satu sama lain berhenti saat melihat Elvinia.
"Elvinia sudah selesai?" tanya salah satu Elf laki-laki dengan rambut pirang.
"Dingin seperti biasanya ya" Kata Elf tadi sambil menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.
"Sepertinya dia marah, Sebaiknya kita jangan mengganggunya" kata Elf rambut pirang panjang memperingatkan temannya.
Elvinia melompat dari cabang-kecabang, dia melompat dengan sangat cepat dan juga tanpa suara meskipun kabut masih menyelimuti hutan, Elf itu bisa menentukan kemana kakinya mendarat dan bisa menentukan tujuannya tanpa kesulitan.
__ADS_1
Elvinia sampai ketempat tujuannya. Berdiri diatas ranting pohon Elf itu melihat kebawah, dalam pandangannya dia melihat seekor monster serigala berbulu putih dengan garis biru disamping tubuhnya Monster itu adalah Windwolf seekor monster serigala yang bisa berlari dengan kecepatan seperti angin dan juga bisa menggunakan sihir angin, menyadari kehadiran seseorang diarea itu serigala yang tidur bangun dan melihat keatas sambil melolong. Elvinia yang dari tadi memang wajah kesal sekarang tersenyum kemudian turun dan mengelus kepala serigala itu, si serigala juga kelihatan tidak terganggu dan membiarkan kepalanya dielus.
"Terimakasih serigala kecil kamu sudah menjaga anak itu" kata Elvinia yang sedang mengelus kepala serigala.
Beberapa bulan lalu Elvinia menemukan windwolf itu sendirian dengan keadaan lemah dan kelaparan, biasanya windwolf hidup berkelompok jadi Elf itu merasa aneh saat menemukannya sendirian meskipun awalnya Elvinia ingin membunuhnya tapi hatinya merasa kasihan jadi dia menolongnya dengan memberikannya makanan tapi setelah itu si serigala malah mengikutinya meskipun beberapa kali Elvinia melarangnya windwolf itu tetap mengikutinya, jadi sekarang Elvinia memeliharanya asalkan tidak ada Elf lain yang mengetahuinya.
Dibelakang serigala itu ada pohon besar dengan lubang menganga seperti gua tapi lubang itu tidak kelihatan karena ditutupi dengan tanaman rambat dan sihir sehingga hanya Elvinia yang tahu tempat itu, Elvinia menemukan tempat ini dan menjadikannya sebagai tempat persembunyian bagi monster serigala yang dia temukan.
Tiga hari yang lalu Elvinia menemukan seorang anak manusia yang pingsan diperbatasan hutan Eastia, hatinya sangat lembut dia tidak bisa meninggalkan anak kecil didalam hutan sendirian meskipun anak itu bukanlah ras yang sama dengannya jadi Elf itu menolongnya dan membawa anak itu ketempat persembunyiannya ini.
Elvinia berjalan kedalam pohon yang menganga itu lalu menghilang, jika dilihat dari luar dia seperti ditelan oleh pohon didepannya dan Windwolf itu mengikuti Elvinia dari belakang. Dihadapannya Seorang anak laki-laki terbaring dan tidak ada tanda-tanda bahwa anak itu akan siuman.
"Apa sebenarnya terjadi padamu anak kecil?" Elvinia mengatakan itu sambil mengelus kepala anak kecil didepannya.
Melihat anak kecil itu Elvinia merasa kasihan meskipun mereka berdua berbeda ras, Elf perempuan itu tidak akan meninggalkan seorang anak kecil dihutan sendirian. Rambut putih dari anak itu membuat Elvinia bertanya-tanya dari mana anak itu berasal, karena biasanya manusia yang memiliki rambut putih adalah orang yang hidup di negeri salju atau negara Nhelusi yang ada disebelah Utara hutan Eastia tapi kenapa anak itu terbaring dari arah barat? apakah dia salah satu manusia dari Benua Zairl?, memikirkan itu dikepalanya membuat Elvinia semakin penasaran tapi hal itu tidak akan terjawab sebelum anak itu bangun jadi sekarang Elvinia menyingkirkan pertanyaan itu dari kepalanya dan akan fokus melakukan tugasnya tapi saat Elf perempuan itu akan pergi, Windwolf dibelakangnya menggosok-gosok kepalanya kearah kaki Elvinia.
"Apa kau lapar serigala kecil?" tanya Elvinia
__ADS_1
Serigala itu menatap Elvinia, karena sudah cukup lama jadi Elvinia paham akan tatapan itu.
"Baiklah aku akan pergi berburu sebentar, kamu jaga anak itu ya" kata Elf perempuan itu sambil mengelus kepala serigala itu, si serigala terlihat sangat senang kemudian Elvinia meninggalkan tempat persembunyiannya untuk pergi berburu.