
Duduk disebuah kursi didalam rumah pria itu meletakkan tubuhnya diatas kursi seolah tidak berdaya. memegang kepalanya dia mencoba mengingat ingat hal yang telah terjadi.
Pria itu bernama Hazel seorang pemburu. Dia memiliki rambut coklat dan pupil mata yang sama dengan warna rambutnya.
Dua hari yang lalu saat dia hendak pergi berburu kehutan yang dia temui disana bukanlah monster melainkan seseorang yang tak lain adalah Jin.
Jin adalah teman Hazel, dia merupakan seorang petualang yang bekerja di guild dikota tapi dia tinggal ditempat yang sama dengan Hazel.
Saat itu Hazel agak Terkejut bukan karena temannya berada disana karena sudah biasa jika seorang petualang ada dihutan untuk melakukan misi, tetapi Hazel terkejut karena tubuh temannya itu penuh luka seperti telah diserang oleh banyak monster.
Dia tau bahwa temannya itu adalah orang yang kuat tapi sekarang dia dalam keadaan lemah.
bukan hanya itu Jin tidak sendiri dia membawa seorang anak kecil dipelukannya.
"Bisakah aku minta tolong untuk merawat anak ini?"
belum sempat Hazel bertanya sesuatu Jin sudah melontarkan pertanyaan atau mungkin sebuah permintaan.
Dia tidak menjawab melainkan mengeluarkan pertanyaan yang ia tunda.
"apa yang terjadi padamu?"
Hazel mendekat berusaha membantu temannya itu.
"Aku mencoba memperbaiki kesalahanku" suaranya terdengar lemah.
"Jangan bicara tubuhmu semakin lemah"
Hazel dengan panik mencoba membantu temannya, tapi tubuh jin semakin melemah.
"Hazel aku punya permintaan bisakah kau merawat anak ini?"
Hazel yang panik mendengar permintaan temannya itu dengan spontan menyetujuinya.
"Baiklah"
"Terima kasih, racunnya sudah menyebar"
Jin tersenyum bahagia.
"tolong rawat anak ini seperti anakmu sendiri juga tetaplah jaga desa kita dan semua orang yang ada disana"
setelah jin mengatakan itu dengan suara yang semakin lemah kemudian dia mati dengan tersenyum.
Hazel membawa mereka berdua kedesa dan membiarkan anak kecil itu beristirahat di rumahnya, kemudian menguburkan jin bersama warga desa yang lain.
suasana menjadi sedih semua orang menangis karena kepergian jin.
menurut Hazel hari itu adalah hari yang berat karena sekali lagi dia kehilangan sesuatu yang berharga yaitu seorang teman.
berdiri dari tempat duduknya Hazel pergi menuju ke kamar untuk melihat anak yang dia bawa.
membuka pintu melihat ketempat tidur anak itu tetap tertidur.
"Apa yang telah kau lalui nak?" Hazel bergumam pada dirinya sendiri.
__ADS_1
Dulu dia juga memiliki keluarga yang terdiri dari seorang anak laki-laki dan seorang istri.
Melihat anak kecil itu membuat dia ingat tentang anaknya.
Sebelum tinggal di desa ini Hazel tinggal disebelah Utara ibukota, mereka adalah keluarga yang bahagia dengan kehidupan sederhana, Tapi karena sebuah insiden, Hazel kehilangan keluarganya dan rumahnya pun hancur kehidupannya yang damai pun berubah lalu dia pergi meninggalkan ibukota.
Berjalan kesana kemari seperti mayat hidup dia kini tidak memiliki tujuan hanya berjalan, makan dan tidur.
Sampai pada suatu hari dia tiba didesa ini. Pada saat itu desa ini telah diserang oleh monster dan Hazel yang berada didekat sana ingin menghiraukannya tapi karena dia ingat tentang masa lalunya pikirannya berubah dan menolong penduduk desa.
Setelah mengalahkan monster itu Hazel menerima ucapan terima kasih dan disambut hangat oleh penduduk desa.
Melihat Kehebatan Hazel Kepala desa meminta Hazel untuk tinggal di sini agar dia bisa melindungi desa. Dihantui oleh perasaan masa lalunya melihat penduduk desa ini membuat Hazel sedikit melupakannya yang kini membuat pria itu memiliki tujuan baru.
Melihat kearah luar jendela sinar bulan menerangi wajahnya.
"Kejadian itu tidak bisa kulupakan"
Menghela nafas Hazel kemudian menutup jendela kamar itu.
"Semoga kau cepat bangun nak"
menutup pintu Hazel mangatakan kata kata itu sebelum meninggalkan kamar.
Keesokan harinya udara masih sejuk embun menutupi daun dan matahari baru saja bersinar.
Sebuah suara terdengar dihalaman.
"Dor!!....Dor!!.....Dor!!"
Dia berdiri 20 meter dari target tapi tetap mengenai titik tengah pada orang orangan sawah itu.
Hazel menggunakan 2 senjata yaitu pedang dan juga senapan. Pada saat berburu dia menggunakan senapan terkadang juga dia membawa 2 senjatanya, tapi karena dia lebih suka menggunakan senapannya pedangnya hanya dibuat hiasan karena pedangnya bukan pedang biasa akan terlalu merepotkan jika digunakan didalam hutan.
Mengisi kembali senjatanya dengan peluru dan bersiap kembali untuk menembak kearah target. Dia dikejutkan dengan suara pintu rumahnya yang tiba tiba terbuka, secara reflek Hazel mengarahkan senjatanya kesana dan langsung menembak.
"Doooor!!"
sebuah peluru melesat memotong angin dan mengarah langsung ke kepala orang itu atau seorang anak laki-laki yang jin selamatkan, Hazel panik karena dia akan membunuh anak yang telah diselamatkan jin tetapi dengan mudahnya anak itu menghindari serangan tadi.
"Siapa kau? dan Dimana ini?"
Itulah kata kata yang pertama keluar dari anak itu.
"Apa kau baik-baik saja?"
Hazel Dengan panik berlari kearah anak itu dan mencoba mencari tahu apa ada yang terluka.
"Tidak, Aku baik-baik saja. Siapa kau? dan kenapa aku ada disini?"
setelah mengatakan keadaannya dia menanyakan hal yang sama.
"Bagaimana kalau kita membicarakannya didalam?"
Hazel membawa anak itu masuk.
__ADS_1
Mereka berdua duduk disaling berhadapan.
" Baiklah, Tadi kau bertanya namaku kan?"
Hazel terlihat senang karena anak itu sudah bangun.
"Namaku adalah Hazel seorang pemburu dan pelindung desa ini"
Hazel memperkenalkan dirinya secara singkat
"Dan namamu?"
Dan kemudian menanyakan nama anak itu,
Anak itu tampak bingung dia mencoba mengingat ingat namanya
"Aku tidak tahu"
"Apakah kau tidak ingat namamu atau tidak mempunyai nama?"
"Aku tidak tahu"
Anak itu mengulang kalimat itu lagi.
dan sekali lagi Hazel bertanya.
"Apakah kau tidak ingat apa yang terjadi?"
anak itu menggelengkan kepalanya.
Hazel pun menceritakan apa yang dia ketahui mulai dari saat dia menemukan temannya yang dalam keadaan lemah melindungi anak itu, pemakaman temannya, sampai saat dia membawa anak itu ke rumahnya.
"Maaf"
"Kenapa kau meminta maaf"
"karena aku temanmu mati"
Hazel berdiri dan kemudian memeluk anak itu
"Itu bukan salahmu dia mengorbankan nyawanya demi dirinya sendiri jadi kau tidak perlu merasa bersalah"
Hazel tau anak itu menyalahkan dirinya karena apa yang terjadi pada jin tapi sekarang dia harus fokus pada apa yang terjadi sekarang.
"Kau bilang kau tadi tidak memiliki nama bagaimana kalau aku memberimu nama?"
Berpikir sebentar Hazel mencari nama yang pas untuk anak itu.
"Bagaimana dengan Neron?"
Hazel tidak terlalu pintar mancari nama tapi dia berusaha untuk mencari nama yang pas untuk anak itu.
anak itu mengangguk dia terlihat senang karena sudah diberi nama.
"Baiklah namamu sekarang adalah Neron, dan Mulai sekarang Aku akan merawatmu"
__ADS_1
Mendengar pernyataan dari Hazel Neron sekali lagi mengangguk.