Seven Monster Spirit

Seven Monster Spirit
Chapter 12 - Persiapan Festival


__ADS_3

"Bagaimana ?" Tanya seorang anak laki-laki dengan rambut putih.


Pria dengan otot yang menonjol itu berpikir sejenak sambil melihat pisau yang anak itu buat.


"hmm... Bentuknya lumayan bagus, coba kita lihat" Pria itu mengambil kertas dan melipatnya lalu memotong kertas itu secara Vertikal, Pisau itu meluncur dengan mudah menandakan bahwa pisau itu tajam. "Ketajamannya juga bagus, Ini layak untuk dijual" lanjut Pria itu


"Benarkah?" tanya anak itu dengan senang


"Ya, aku akan memberikan uangnya jika sudah terjual" kata pria itu dengan senyuman


"Terimakasih Paman Gorgus"


"Ayah coba lihat ini, aku juga berhasil membuatnya" kata anak dengan rambut coklat yang seumuran dengan Neron anak itu tidak mau kalah dari Neron.


"Mana-mana coba ayah lihat" Setelah melihat hasil pekerjaan anaknya, Gorgus merasa sedikit kecewa karena apa yang ditunjukkan oleh Gobu sangat jauh berbeda dengan Neron, Pisau yang Gobu buat masih tebal dan bentuknya juga kacau membuat Gorgus tertawa.


"Hahahaha........Ini tidak terlihat seperti Pisau, Apa ini?" Gorgus tertawa dengan terbahak-bahak.


"Apa benar begitu? padahal aku sudah mengikuti seperti yang ayah ajarkan" kata Gobu yang melihat pisau yang dia buat dan membandingkan dengan pisau yang Neron buat.


"Ayah benar" Gobu terkejut setelah membandingkan kedua pisau tersebut.


"Bersemangatlah Gobu" Kata Yulo yang mengangkut barang dari Bengkel yang berhenti untuk mengikuti obrolan mereka.


"Kembalilah bekerja Yolu jangan malas-malasan" Kata Rony yang membawa beberapa tombak untuk disimpan di gudang.


"HAA..aku tidak bermalas-malasan" kata Yulo dengan nada tinggi mencoba menyangkal perkataan Rony.


"Kau selalu menyangkalnya saat aku menegurmu pantas saja kau belum menikah" kata Rony menggelengkan kepalanya.


"HAA...Kau juga belum menikah" balas Yulo


"Aku masih menikmati masa Remajaku"


"Aku juga"


"Kalian seharusnya bekerja bukan bertengkar disini" Gorgus tersenyum menyeramkan sambil memperingatkan mereka berdua.


"Baik" Mereka berdua mengatakan itu secara bersamaan kemudian kembali pada pekerjaan masing-masing.


"Berusahalah lebih keras Gobu jika kau ingin seperti Neron, aku akan memberikanmu pelajaran tambahan" Kata Gorgus berusaha menyemangati ayahnya


"Terimakasih Ayah, Aku akan berjuang"


Perbincangan mereka terasa singkat, diluar langit sudah berubah menjadi jingga yang menandakan matahari akan segera tenggelam.

__ADS_1


"Hari sudah hampir gelap, Aku pamit pulang dulu Paman Gorgus, Gobu, semuanya" Kata Neron


"Hati-hati, Neron"


Neron hendak pergi dari rumah itu namun suara Gobu terdengar membuat dia berhenti.


"Kau akan datangkan? untuk Festival"


"Tentu saja" Meninggalkan kata-kata itu Neron pergi dari rumah Gorgus.


2 tahun sudah berlalu sejak Neron memulai belajar tentang sesuatu pekerjaan dari orang tua teman-temannya, meskipun pertama kali melakukannya Neron melakukan kesalahan tapi sedikit demi sedikit Neron mulai bisa melakukan pekerjaan yang dia terima dengan baik. Dan sekarang banyak hal yang telah dia pelajari mulai dari pekerjaannya bersama paman Henry, kemampuan Neron dalam memasak semakin meningkat dan dia jadi bisa memasak berbagai macam makanan. Pekerjaannya dengan Paman Tomas juga berjalan dengan lancar dia mempelajari trik-trik dalam perdagangan dan karena Paman Tomas berjualan di Ibukota jadi Neron bisa sedikit tahu bagaimana tempat, kehidupan, suasana dan orang-orang yang tinggal disana. Pekerjaan pandai besi yang Neron lakukan juga berjalan dengan mulus, sekarang anak itu bisa membuat pisau sendiri meskipun pada hari pertama Neron hanya digunakan sebagai tukang angkut tapi setelah lama kelamaan bekerja di bengkel Paman Gorgus akhirnya Neron juga diajarkan untuk membuat barang dari besi. Karena Neron melakukan 3 pekerjaan sekaligus jadi dia membagi waktunya selama 2 hari untuk fokus pada 1 pekerjaan dan keesokan harinya pada pekerjaan lainnya.


Tanpa terasa Neron sudah sampai dirumahnya.


"Aku pulang" Teriak Neron


"Selamat datang" kata Hazel "Ayo makan, aku sudah membuat makan malam"


"Baik" Neron kemudian duduk dimeja makan.


Neron memperhatikan kondisi Hazel karena beberapa hari yang lalu dia sakit tapi sepertinya sekarang keadaannya sudah membaik karena dia bisa menyiapkan makan malam.


"Apa kau sudah sembuh ?"


"Jadi, Kau akan pergi berburu ke hutan lagi?" Tanya Neron


Hazel yang memakan makanannya berhenti dan mengatakan "Sepertinya tidak dulu, Tubuhku belum sembuh sepenuhnya" Kata Hazel


"Oh, Begitu" Jawab Neron dengan singkat.


Setelah hari perburuan dengan monster tak dikenal, Hazel dan Neron sekarang sudah jarang pergi ke hutan dan dalam dua tahun ini mungkin perburuan mereka bisa dihitung.


"Bagaimana dengan Festival Besok? apa kau akan datang?" Tanya Neron


"Yah aku pasti akan membantu dalam mempersiapkannya" Kata Hazel sambil mengunyah makanannya.


Setelah selesai makan Hazel dan Neron mencuci piring bekas makanan mereka dan setelah pekerjaan mereka selesai Neron melanjutkan Membaca buku dikamar.


Keesokan harinya Neron Bersiap untuk pergi ke Festival, anak itu berniat pergi bersama Hazel tapi saat dia pergi ke kamar Hazel sang pemilik kamar sudah tidak ada dan diatas meja makan ada sup daging dan Roti coklat kesukaan Neron saat Neron melihatnya dia tahu bahwa Hazel sudah pergi terlebih dahulu dan dia akan menyusulnya setelah menghabiskan makanannya.


Festival ini terletak di tengah desa meskipun orang yang hidup di desa ini tidak terlalu banyak tapi jika Festival sudah dirayakan desa kecil ini akan menjadi ramai. Nama Festival ini adalah Festival Panen, karena panen tahun ini hasilnya melimpah jadi para penduduk desa merayakannya di tengah desa agar bisa berkumpul dan berpesta bersama, jadi pada kali ini dalam waktu yang lama, semua teman-teman Neron bisa berkumpul kembali.


Disekitar jalan orang-orang banyak yang mempersiapkan tempat untuk berjualan makanan nanti malam dan juga ada yang mempersiapkan hiburan, karena Neron disini hanya akan membantu persiapan jadi dia segera membantu penduduk yang menyiapkan tempat mereka tapi saat dia hendak melakukannya seorang pemuda datang menghampirinya.


"Yo" sapa pemuda itu

__ADS_1


"Kak Jun" jawab Neron


"Kebetulan sekali, Aku datang untuk memberitahumu tentang sesuatu"


"Apa itu?" Neron penasaran apa yang ingin Jun sampaikan.


"Kepala Desa meminta Hazel untuk melakukan perburuan dihutan dan hasil buruannya akan dimakan bersama saat malam tiba tapi karena dia tidak bisa, kepala desa memintamu untuk menggantikannya" Jawab Jun


"Yah Hazel sedang sakit dan dia tidak bisa berburu di hutan sekarang" Jelas Neron


"Bagaimana? apa kau bisa?" tanya Jun


"Kenapa tidak kak Jun saja yang pergi, bukannya kak Jun juga bisa berburu?" Tanya Neron


"Aku tidak keberatan tapi aku juga ada tugas yang harus diselesaikan" jawab Jun sambil menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.


"Baiklah" Neron menyetujui permintaan dari Jun.


"Karena kau sudah menyetujuinya aku akan kembali ke pekerjaanku, sampai jumpa dimalam Festival"


Neron melambaikan tangan kearah Jun pergi. Sekarang Neron akan melanjutkan membantu warga dalam persiapan Festival.


...----------------...


3 jam sebelum Festival dimulai. Karena Neron akan pergi ke Hutan untuk berburu jadi dia akan pulang terlebih dahulu untuk mengambil senjatanya tapi saat dalam perjalanan anak itu melihat sebuah stan yang ramai dengan pembeli, jadi Neron memutuskan untuk melihat sebentar. Pemilik stan itu adalah orang yang Neron kenal dia adalah Paman Henry dan disebelahnya ada anak berambut merah yang mencolok dia adalah Ryan, mereka berdua sibuk menyiapkan pesanan dari pembeli yang datang, karena pembeli yang banyak mereka jadi kerepotan, meskipun Paman Harry Sangat ahli dalam memasak dan kemampuan Ryan sudah berkembang tapi karena banyaknya Pelanggan mereka berdua jadi kerepotan. Ketika Henry melihat Neron dia lalu memanggilnya


"Neron, Banyak pelanggan yang datang bisa kau membantu kami?"


Neron tidak bisa meninggalkan mereka begitu saja dan juga ini bisa menjadi balas Budi Neron kepada Henry karena telah membantu Neron mengajarinya tentang memasak meskipun ini belum cukup untuk membalas budi.


"Baiklah" jawab Neron. Kemudian anak itu masuk dan mempersiapkan bahan-bahan yang akan dimasak. Menunya adalah mie goreng dengan kecap, Neron sudah pernah memasaknya jadi tidak akan terlalu sulit. Henry dan Neron memasak makanan sedangkan Ryan menyiapkan tempatnya, karena sekarang dikerjakan oleh 3 orang pekerjaan mereka semakin cepat dan antrian pelanggan yang menunggu semakin berkurang dan pada pembeli yang terakhir Neron bisa menarik nafas lega, tapi saat itu dia baru ingat ada hal yang harus dia lakukan jadi dia berpamitan kepada Henry dan juga Ryan.


"Paman Henry, Ryan aku pamit pergi dulu ada hal yang harus aku lakukan" Kata Neron


"Jadi begitu, baiklah jangan lupa mampir kesini nanti malam aku akan menyiapkan mie goreng yang enak untukmu" kata Paman Henry sambil memamerkan giginya yang putih.


"Aku akan menunggunya, kalau begitu sampai jumpa"


"sam-sampai jumpa Neron" Jawab Ryan.


Neron bergegas pulang untuk mengambil peralatan berburunya dan segera berangkat kehutan untuk berburu. 'Semoga saja masih sempat. dan kemana Hazel pergi aku belum melihatnya sama sekali' itulah yang dipikirkan oleh Neron.


Anak itu melompat dari cabang-kecabang dengan sangat lincah untuk mencari hewan buruannya, karena menurut Hazel cara cepat untuk menemukan sesuatu adalah pergi ketempat yang tinggi jadi Neron mengikuti sarannya.


Dan agak jauh dari tempat Neron berada, makhluk misterius berlari kearah Neron datang.

__ADS_1


__ADS_2