Seven Monster Spirit

Seven Monster Spirit
Chapter 21 - Kontrak Jiwa


__ADS_3

"WRAAUUU"


Suara dari Raungan kesakitan monster batu memenuhi hutan. Karena tebasan cepat Neron, tubuh monster batu mendapatkan luka garis dibagian sebelah kanan, para Leaf Guard terkejut karena serangan itu, Rein terlihat kesal, Elnad ternganga dengan apa yang dia lihat dan hanya Elvinia yang tersenyum.


['Hey bocah, Kemampuanmu dalam menggunakan pedang itu masih belum seberapa, jangan berlebihan'] Peringatan Dari Artaros langsung sampai ke otak Neron.


"Kau benar, padahal Hazel bisa menggunakan pedang ini dengan baik" kata Neron menggunakan telepati.


Alasan kenapa kemampuan Vrodast tidak keluar dengan baik adalah karena Neron tidak mengalirkan Mananya ke pedang itu, jadi kekuatannya tidak keluar sepenuhnya. Perkataan dari Artaros sebelumnya, membuat Neron mengetahui bahwa dirinya yang sekarang, belum bisa menggunakan pedang ini dengan baik.


Elnad yang melihat pedang Neron mengetahui, bahwa pedang itu bukan pedang biasa, melainkan pedang dastanis, salah satu dari 12 Legendary Sword, Senjata Kelas dunia 'Kenapa anak itu bisa memiliki senjata kelas dunia?' pertanyaan seperti itu terpikirkan dikepala Elnad.


"Elnad, perintahkan pasukan!! jangan cuma diam saja, Monster itu akan menyerang" teriakan Elvinia membangunkan Elnad dari lamunannya.


"Prakk"


'Fokus jangan pikirkan hal yang tidak perlu' kata Elnad kepada dirinya sendiri, Elf itu menepuk pipinya dengan kuat agar tetap fokus.


"PASUKAN, Jaga jarak dari monster itu, lakukan serangan jarak jauh!!" Perintah Elnad kepada para Leaf Guard.


Rasa sakit dari serangan Neron mencapai tubuh monster batu, serangan dari para Elf tadi hanya seperti angin kecil bagi makhluk itu, tapi serangan Elvinia dan Neron sekarang benar-benar terasa baginya. Menghentakkan kakinya ketanah, monster itu menyebabkan gelombang kuat diatas tanah yang menyebabkan pohon disekitarnya tumbang dalam jarak sekitar 10 m, Neron dan para Elf yang lain langsung menjaga jarak.


['Hey bocah, urungkan saja niatmu untuk mengambil jiwanya']


"Kenapa? apa alasannya?" tanya Neron heran


[Aku tahu Monster itu, dia adalah monster yang bernama Leiron, Monster itu memiliki kulit yang sangat keras meskipun begitu jalannya sangat lambat'] Kata Artaros memberikan penjelasan kepada Neron.


"Terus, apa hubungannya dengan aku yang tidak boleh mengambil jiwanya?"


['Makhluk itu bodoh, dia tidak akan melakukan kontrak jiwa dan juga jika kau membunuh makhluk itu, tubuhnya akan membuat hutan ini rusak, karena tubuh dari monster itu dapat mengeluarkan gas busuk yang mematikan, jadi tidak ada alasan lagi untuk kau tetap berada disini'].


"Masih ada, jika memang seperti itu, aku harus membalas Budi kepada penyelamatku, jadi Naga hitam.....aku butuh bantuanmu, tolong gunakan sihirmu" Perkataan Neron membuat monster didalam dirinya tersenyum.


['baiklah, tapi kau harus menuruti perkataanku dan juga aku akan mengambil alih tangan kananmu'] Sebuah persyaratan diberikan kepada Neron dan anak itu menyetujuinya.


Monster batu sekarang menggunakan sihir yang membuat tanah disekitarnya menjadi tanah runcing yang menyerang pasukan Leaf Guard dan juga Neron, tapi untungnya mereka bisa sempat untuk menghindari serangan itu.


Kali ini giliran para Elf untuk menyerang, mereka sekali lagi menggunakan serangan panah dari create magic mereka, dan sekali lagi serangan itu tidak efektif kepada monster batu.


"Kita tidak bisa seperti terus ini Elnad, pasti ada titik lemah ditubuh makhluk itu" kata Elvinia kepada Elnad, Elf laki-laki itu memutar otaknya mencari ide untuk mengalahkan monster didepannya.


"kau yakin?" Tanya Neron


['Sudah kubilang ikuti saja perkataanku, percaya saja bocah']


Neron tidak membalasnya, tapi entah kenapa dia merasa monster didalam tubuhnya dapat dipercaya.


"Kak Elvinia, aku punya rencana"


Neron pergi kearah Elvinia untuk memberitahukan tentang rencananya kepada Elnad dan Elvinia dan mereka siap melakukan rencana dari Neron, meskipun Elvinia sedikit menentang tapi Neron berhasil meyakinkannya.


Anak itu kemudian pergi ketempat Serigala putih yang sudah bersiap menyerang dan menempelkan tangannya di kepala serigala putih.

__ADS_1


"Apakah ini akan berhasil?" tanya Neron tentang komunikasi kedua Monster tersebut, yaitu Serigala angin dan Naga hitam ditubuh Neron.


Setelah itu Serigala putih Langsung bersemangat dan melolong kearah monster batu.


['Lihat berhasil kan']


"Apa yang kamu katakan?"


['Jangan banyak tanya bocah, cepat kita mulai']


Neron dan serigala putih bersiap untuk menyerang monster batu, anak itu menyerang kaki monster batu disebelah kanan menggunakan Vrodast Sword dan saat sampai di belakang monster batu, anak itu memberi aba-aba pada Serigala putih untuk menyerang.


"Serang"


Neron dan serigala putih bergantian menyerang, Neron disebelah Kanan dan serigala itu menyerang kaki bagian kiri dari monster batu, serangan pedang dan cakar membuat luka dikaki monster meskipun cuma sedikit, dan sekarang giliran para Elf untuk menyerang.


"Para Leaf Guard, arahkan panah kalian kepada kaki monster yang terluka, Serang!!" perintah dari kapten Leaf Guard membuat pasukan Elf menyerang kaki monster yang terluka. Hujan anak panah membuat Monster batu kesakitan bahkan serangan sihir tanah tidak bisa monster itu gunakan untuk membalas.


Neron berlari, tangannya berubah menjadi hitam dan bersisik seperti naga, tapi sekarang cuma tangan kanannya, dia membuka portal menggunakan sihir ruang dan membuat gate dibelakang monster batu, Neron melakukan tendangan yang kuat dan menyebabkan monster batu masuk kedalam gate tersebut, itulah rencananya tapi saat Neron menendang monster itu, monster batu itu hanya terangkat sedikit yang bisa dianggap seperti berdiri dan hal itu digunakan sebagai kesempatan oleh monster batu untuk menggunakan sihirnya.


"Bumm"


Tanah runcing kecil tercipta disekitar monster dan mengenai serigala putih sampai menembus perutnya, dan bukan hanya itu tanah runcing yang lebih besar menyerang kearah Neron tapi anak itu berhasil menghindarinya yang menyebabkan sihir tanah itu sampai didesa Elf, dan untungnya tidak ada Elf didesa itu karena mereka semua sudah mengungsi.


"SERIGALA KECIL....... NERON" Teriak Elvinia


['Rencananya gagal, kau terlalu lemah bocah'] Ejek Naga hitam, tapi Neron tau memang itu kenyataannya.


['Maksudmu serigala itu?, jangan bercanda bocah, monster itu lemah, bukannya sudah kubilang untuk mencari jiwa Monster yang kuat'] jelas Artaros sekali lagi.


"Aku yakin jiwa Monster itu kuat dan juga setiap kekuatan itu tergantung pada pemakainya, jadi percayalah padaku" Kata Neron


['Terserah kamu saja'] ucap Artaros dengan malas, Neron berlari kearah Serigala putih yang berada dibelakang monster batu, gate sudah menutup.


Berjongkok didepan serigala putih, Neron berkata "Maukah kamu mengikat kontrak denganku?" tanya Neron dengan lembut sambil mengulurkan tangannya.


Serigala putih hanya melihat kearah anak manusia itu dengan lemah.


"Aku yakin, jika kita menggabungkan kekuatan, monster batu bisa dikalahkan dan desa Elf ini bisa selamat.......lalu Serigala kecil, Maukah kamu membantuku untuk menjadi lebih kuat lagi?" Neron berkata dengan lembut. Serigala putih hanya menjawab "Woooof" dengan lemah, dan kemudian perlahan dia menerima uluran tangan Neron menggunakan kaki Serigalanya, tubuh serigala itu perlahan menjadi cahaya kecil-kecil dan seakan masuk kedalam tubuh Neron, anak manusia itu merasakan kekuatan yang berbeda.


['Hey Bocah, beri nama pada Monster yang sudah mengikat kontrak denganmu'] kata Artaros langsung menuju keotak Neron.


"Nama ya" Neron berpikir sebentar, kemudian mengatakan "bagaimana dengan....Loirus"


['Aku menyukainya'] Kata Serigala putih yang sekarang berada didalam tubuh Neron.


"Dia bisa berbicara" Kata Neron sedikit terkejut.


['Saat kau mengikat kontrak dan memberikan nama, Monster itu akan semakin kuat dan semakin cerdas'] jelas Artaros.


"Baiklah, Loirus pinjamkan aku kekuatanmu" Neron berkosentrasi dan meningkatkan fokusnya.


"Tranformation : Wolf Soul, Loirus"

__ADS_1


Bersamaan dengan kata-kata itu, Aura disekitar Neron berubah, angin menjadi kencang dengan percikan petir keluar dari tubuhnya dan dilangit Awan hitam menutupi hutan. Tubuh Neron tumbuh bulu putih kebiruan dan kepalanya menjadi kepala serigala, dalam sekejap anak manusia itu menjadi Monster serigala.


Para Elf yang berada ditempat itu merasakan Aura yang sangat kuat yang bersumber dari anak manusia atau monster yang baru muncul, Meskipun begitu Monster batu tetap berjalan kearah desa Elf dan sementara itu tingkat kewaspadaan para Elf meningkat kepada Neron.


"Kapten, Berikan perintahmu, tolong perintahkan kami untuk membunuh kedua Monster itu" Kata Rein dengan panik, bukan hanya dia, para Elf lain juga merasa takut saat melihat Neron.


Sementara itu Elnad sedang kebingungan tentang apa yang harus dia lakukan sebagai kapten, apakah dia harus mengarahkan pasukan kepada monster yang akan menyerang desa atau monster berbahaya yang baru muncul?, kebingungan itu adalah kelemahan Elnad sebagai kapten dan menyebabkan pasukannya kehilangan kepercayaan diri.


'Serigala kecil mati dan Kemudian Neron menyerapnya, jadi monster itu adalah Neron' pikiran Elvinia berusaha mencerna apa yang terjadi.


"Loirus kita mulai"


['Baik']


Neron berlari dengan cepat dan kemudian melompat melewati monster batu, saat turun dia menggunakan cakarnya untuk menyerang monster itu, cakar yang diselimuti oleh petir biru berhasil mengenai kepala monster itu dan memberikan luka yang membuat monster itu meraung kesakitan.


Monster batu menggunakan sihirnya yang mengeluarkan tanah runcing kearah Neron, tapi Neron menghancurkan sihir yang mengarah kepada dirinya menggunakan petir biru yang dikeluarkan dari cakarnya.


"Naga hitam sekarang giliran mu" kata Neron yang sudah bersiap melakukan tugas selanjutnya.


['Jangan gagal lagi bocah'] kata Artaros.


Tangan kanan Neron berubah menjadi sisik hitam dengan cakar seperti sebelumnya, tapi sekarang dia ada dalam wujud monster serigala. Gate muncul dibelakang monster batu dan sekali lagi Neron memaksa musuhnya itu untuk masuk kedalamnya, Neron melakukan serangan demi serangan agar monster batu itu terdorong kedalam gate, dan semua serangan itu membuahkan hasil saat bagian belakang monster batu sudah masuk sedikit, Neron bersiap melakukan serangan terakhir.


Mengarahkan tangannya ke langit, petir menyambar tangan Neron dari awan hitam diatas.


"Soul Wolf : Lightning Claw"


Serangan cakar petir mengarah langsung kearah monster batu, sehingga monster itu terdorong kedalam gate.


"kau kirim kemana dia ?" tanya Neron sedikit penasaran.


['Ketempat Seharusnya'] jawab naga hitam itu dengan singkat.


Tubuh Neron kembali menjadi manusia lagi, penggabungannya hanya sebentar tapi tubuhnya sangat kelelahan, sekarang waktunya untuk merayakan kemenangan atau seharusnya itu yang terjadi, tapi para Leaf Guard mengarahkan panahnya kearah Neron.


"Rasanya seperti deja vu"


['Apa yang mereka lakukan? bukannya kita sudah membantu mereka'] tanya Loirus bingung.


['Tidak semua kebaikan dibalas dengan hal baik juga, dan apapun yang kamu lakukan Dimata orang yang membencimu itu tetap saja salah'] Kata Artaros seolah sudah menduga apa yang akan terjadi.


"Tunggu, anak ini sudah menyelamatkan desa kita dari monster itu, turunkan senjata kalian" Elvinia turun dan pergi menuju Neron kemudian berkata untuk meyakinkan rasnya, tapi Rein membantah perkataan Elvinia.


"Denger Elvinia meskipun anak itu telah menyelamatkan kita, dia bisa berubah menjadi monster Kapan saja, anak itu terlalu berbahaya jika terus berada disini" kata Rein dan para Elf yang lain juga mendukung perkataannya.


"Tapi aku jamin Nero-"


Belum sempat Elvinia menyelesaikan kalimatnya, Neron memotongnya dan berkata"Mereka Benar kak Elvinia" Neron melangkah kedepan Gadis Elf itu dan melanjutkan "Aku dan serigala putih akan pergi dari hutan ini" Neron mencoba menetapkan tujuannya "aku akan kembali ketempat Rasku berada, Terima kasih telah menyelamatkanku dan juga mengajariku....aku bersyukur bisa bertemu denganmu kakak" Neron menoleh sebentar kearah Elvinia dan mengatakan "sampai jumpa, semoga kita bertemu lagi".


Neron kemudian berlari kearah barat hutan untuk menuju ke Benua Zairl, ketempat Ras manusia berada.


Melihat punggung Neron yang menjauh, Elvinia mencoba untuk menggapainya tapi tangannya seolah berhenti, dia merasa Neron sudah memilih jalannya, jadi dia tidak bisa menghentikannya dan dalam hatinya dia berkata "Sampai saat ini.....aku belum pernah melihatmu tersenyum"

__ADS_1


__ADS_2