Seven Monster Spirit

Seven Monster Spirit
Chapter 18 - Latihan Teknik Elf


__ADS_3

"Elnad!!....Rein!!, Apa yang kalian berdua lakukan?" tanya Elvinia. Kedua Elf tersebut adalah dua penjaga yang menjaga tetua Elf didesa, tapi entah mengapa mereka berdua sekarang ada disini, dan dalam keadaan yang sulit dijelaskan keduanya mengarahkan senjata mereka kearah Elvinia.


"Yo Elvinia, kau mengadakan pesta sendirian lagi" ucap Elnad dengan senyum bodoh diwajahnya "Seharusnya kamu mengajak kami juga" lanjut Elnad sambil menurunkan busur yang dia pegang.


"Apa yang kalian berdua inginkan?" tanya Elvinia matanya menyipit mewaspadai kedua Elf didepannya itu.


"Hey...Seriuslah!!" ucap Elf rambut pirang panjang yang tetap mengarahkan senjatanya kepada Elvinia.


"Ayolah Rein....jangan terlalu kaku, Kita dengarkan dulu penjelasan dari Elf manis didepan" kata Elnad kepada sahabatnya Rein, kedua Elf itu merasakan sesuatu yang aneh dari anak manusia didepannya.


Elvinia memutar otaknya, gadis Elf itu memikirkan alasan kenapa kedua Elf itu datang kesini, kemudian dia terpikirkan satu alasan yang kuat 'apa untuk menangkap Neron?'.


"Aku tidak akan menyerahkan anak ini kepada kalian" ucap Elvinia dengan tegas sembari melindungi Neron dibelakangnya.


"Ya itu tidak salah, tapi bukan cuma itu" Elnad mengucapkan itu sambil menghela nafas.


"Apa maksudmu?"


"Ada tiga hal yang mengharuskan kami untuk menyerangmu, pertama kau membakar hutan, ke-" belum sempat Rein menyelesaikan kalimatnya Elvinia memotong perkataan Rein dengan tegas.


"Aku tidak membakar hutan, aku membakar daging" kata Elvinia seolah memperbaiki pernyataan Rein.


"Tapi kamu menggunakan kayu dari hutan dan juga jangan memotong perkataanku" jelas Rein.


Rein melihat kearah Elnad seakan mengatakan boleh aku lanjutkan? dan Elnad hanya mengangguk sebagai jawaban.


"Kedua, kamu memelihara monster yang bisa menerkam siapa saja dan ketiga, yang paling berbahaya kamu menyelamatkan ras yang dapat membunuh kita, Jadi apa menurutmu tidak ada alasan untuk kami tidak menyerangmu?" Setelah melanjutkan penjelasannya, Rein bersiap untuk menyerang Elvinia kemudian membunuh anak manusia dan serigala putih didepannya.


"Aku akan memberikan penjelasanku juga Rein" kata Elvinia menggeram kesal karena mereka selalu tidak percaya makhluk apa pun selain Elf, itu yang membuat gadis Elf itu tidak menyukai rasnya sendiri, karena mereka terlalu sombong dan menganggap mereka lebih tinggi daripada ras lainnya sehingga mereka tidak mempercayai makhluk lain, bagaimana cara menciptakan persatuan antar 7 benua jika seperti itu? itulah pertanyaan yang dipikirkan oleh Elvinia. "Serigala dan anak manusia ini tidak akan pernah menyerang siapapun, karena aku yang mengawasi mereka berdua, dan juga aku memakai kayu yang sudah mati untuk membakar daging dan setelah selesai, aku memadamkan api itu dengan air" Jelas Elvinia


"Untuk api itu aku mungkin masih bisa mentolerir, Tapi apa yang membuatmu begitu yakin bahwa kedua makhluk ini tidak akan menyerang siapapun?" tanya Rein dengan sedikit kesal.


Elnad yang melihat itu mengangkat sebelah alisnya, karena baru kali ini sahabatnya yang selalu tenang kehilangan ketenangannya.

__ADS_1


"Aku menjamin mereka berdua" kata Elvinia dengan tegas.


"prakk" suara tepukan tangan Elnad menghentikan perdebatan mereka.


"Sudah cukup, Rein....Kita serahkan saja masalah ini kepada Elvinia" kata Elnad dengan senyum diwajahnya "lagipula kita masih memiliki banyak urusan"


"Tapi El-"


"Sudahlah, ayo ayo" kata Elnad sambil mendorong temannya itu menjauh dari tempat Elvinia berada.


"Elvinia, jangan sampai salah satu dari mereka membuat masalah, karena satu kesalahan saja sudah cukup bagi kami untuk menghabisi mereka" peringat Elnad


"Tenang saja, Itu tidak akan pernah terjadi" kata-kata itu begitu meyakinkan, sehingga Elnad tidak berkata apa-apa lagi.


Gadis Elf itu menghela nafas lega karena ketakutannya tidak menjadi kenyataan. Melihat kearah Neron sambil tersenyum, Elvinia mengajak Neron masuk ketempat persembunyian.


"Latihanmu akan dimulai dalam 2 hari lagi jadi persiapkan dirimu, untuk sekarang beristirahatlah" kata Elvinia dengan semangat.


Neron yang menyaksikan hal tadi agak merasa bersalah, tapi yang perlu dia lakukan sekarang adalah membuat perkataan Elvinia menjadi kenyataan bahwa dia tidak akan menyerang siapapun.


Pagi yang cerah seperti biasa tapi karena sekarang Neron berada di hutan Eastia yaitu Hutan terbesar di dunia ini, sinar matahari yang seharusnya menyinari dunia tidak seterang seperti saat dia ada di desa, malahan ada kabut yang menyelimuti hutan sehingga membuat mata tidak berfungsi dengan baik. Neron melihat suasana hutan dengan sangat berbeda, dia bisa merasakan mana tapi tidak bisa melihat dengan jelas, karena itu sekarang dia ingin mempelajari Teknik Elf agar Indranya dalam merasakan semakin tajam.


"Ayo Neron kita mulai latihannya" Ajak Gadis Elf yang sedang melakukan pemanasan dibawah sinar matahari yang sedikit terang.


Neron mengangguk sebagai jawaban dan mulai mengikuti Elvinia dari belakang. Tak jauh dari tempat Neron ingin melakukan latihan, Serigala Putih meringkuk mengawasi kedua orang itu dari kejauhan.


"Bagaimana kita akan melakukan latihannya?" tanya Neron penasaran


"Ayo kita mulai dengan pembentukan mana menjadi sihir penciptaan" ucap Elvinia sambil menciptakan anak panah yang terbuat dari mana.


"kak Elvinia"


"Ya?"

__ADS_1


"Aku tidak bisa menggunakan sihir" ucapan Neron membuat Elvinia kaget, karena jarang sekali dia menemukan orang yang tidak memiliki sihir, jika cuma tidak bisa menggunakan sihir, gadis Elf itu masih tau, tapi sekarang Elvinia berusaha untuk menjadi guru yang baik dengan mencoba melakukan latihan yang lain.


"Begitu ya" Elvinia tersenyum canggung kemudian melanjutkan "apa Kamu masih bisa merasakan mana?" tanyanya kepada Neron.


"Bisa dan bukan cuma itu, aku juga bisa merasakan kekuatan mana pada seseorang"


"Itu hebat, Tapi Neron teknik ini bukanlah teknik yang bisa kamu pakai sembarangan" Menatap kearah Neron dengan Serius "Banyak Manusia yang mempelajari Teknik Elf ini dan digunakan untuk membunuh ras lain dan bahkan rasnya sendiri, Jadi Neron berjanjilah untuk menggunakan teknik ini dengan bijak"


"Ya kak....Aku berjanji"


"Bagus" Elvinia mengelus kepala Neron dengan lembut "tadinya aku ingin mengajari hal lain juga, tapi sepertinya ga jadi...... Sekarang ayo kita mulai latihannya"


Latihan dipagi hari mengingatkan Neron dengan latihannya dengan Hazel, dan saat Neron selesai, pria itu akan mengelus kepalanya seperti yang Elvinia lakukan. Lagi-lagi Anak itu mengingatnya, kenangan yang menyedihkan.


Sekarang Elvinia melatih Neron menggunakan Indra perasannya, matanya ditutup Dengan sebuah kain, agar anak manusia itu fokus pada Indra perasannya dan Indra pendengarnya juga bisa dia gunakan untuk membantu. Elvinia mencoba menyerang Neron menggunakan tongkat kayu dan Neron harus menghindarinya, Itulah latihan yang Neron lakukan.


Setiap hari Neron berlatih, kemampuannya dalam menggunakan teknik sense terus berkembang, meskipun awalnya dia terkena serangan terus menerus, tapi dalam 10 hari kemampuannya meningkat. Elvinia melatihnya dipagi hari karena ada kabut, dengan kemampuan dari kabut, Indra perasa Neron menjadi tumpul, tapi dengan menguasai teknik sense kemampuannya dalam merasakan semakin meningkat.


Latihannya tidak selalu sama setiap harinya, kesulitannya semakin meningkat begitu juga dengan teknik sense Neron, dan jika Elvinia tidak ada, Neron akan berlatih sendiri menggunakan beberapa kayu sebagai teman latihannya.


Setelah lama melakukan latihan, Neron terpikirkan sebuah ide untuk menggunakan teknik sense kedalam dirinya.


'Apakah monster itu benar-benar ada didalam tubuhku?' Pertanyaan itu terbesit dalam benak Neron, hal itulah yang mendorong untuk menggunakan teknik sense kepada dirinya sendiri. Karena teknik sense biasanya digunakan untuk merasakan mana yang ada di alam atau pun untuk merasakan mana yang ada didalam tubuh makhluk hidup, jadi Neron penasaran apa dia bisa melakukannya ketubuhnya sendiri, dan untuk memastikan apakah monster itu ada didalam tubuhnya atau Ingatan itu hanya sebuah mimpi, jadi Neron akan memastikannya sekarang dengan teknik sense.


Duduk dengan mata terpejam Neron memfokuskan diri menggunakan teknik Elf ini, rasanya berbeda daripada menggunakannya saat merasakan makhluk hidup yang ada di alam, merasakan mana didalam tubuhnya sendiri membutuhkan konsentrasi yang lebih banyak. Neron mulai membayangkan tempat saat dia bertemu Naga hitam itu, sebuah tempat gelap yang kosong.


Pikirannya masuk kedalam sebuah tempat gelap, ada bayang-bayang yang tidak jelas yang muncul, tapi setelah bayangan itu mulai muncul sempurna seolah tubuh Neron ditarik keluar.


"Hah....hah...hahh" Nafas ngos-ngosannya membuktikan bahwa menggunakan teknik sense kepada dirinya sendiri menguras banyak stamina, tapi Neron tidak menyerah, sekali lagi anak itu mencoba memasuki tempat gelap itu, Bayangan yang tadi dia lihat semakin jelas dan sekarang bentuk monster itu terlihat jelas.


"Kau Kembali lagi bocah" Suara Berat terdengar disepanjang tempat gelap itu.


"Ada banyak hal yang ingin aku ketahui darimu" Neron melihat Naga didepannya dengan tajam dan mengatakan itu dengan tegas.

__ADS_1


Meskipun Naga hitam itu adalah monster, dan ekspresinya tidak dapat digambarkan, tapi entah kenapa Neron bisa melihat sang Naga tersenyum licik.


__ADS_2