
3 tahun telah berlalu. Sekarang Neron sudah berusia 10 tahun, banyak kejadian yang telah ia alami didesa ini. Sejak dia datang kedesa ini banyak hal menyenangkan yang sudah terjadi, meskipun ingatannya belum kembali tapi sejak datang kesini anak itu telah memulai kembali kehidupannya yang sudah terlupakan.
Hari ini Neron duduk dikursi dikamarnya yang ada disebelah jendela dan menatap keluar, pemandangan yang asri memenuhi pandangan dengan keadaan yang damai dan tenang menjadi hal yang biasa didesa ini, meskipun hal itu sudah menjadi hal yang biasa didesa ini tapi hati Neron merasa ada yang berbeda itu karena kedua temannya sudah pergi meninggalkannya Karena itulah dalam hatinya dia merasa kehilangan.
2 hari yang lalu Gerald datang untuk menjemput Ceithrine sepertinya misinya sudah selesai. Ceithrine sangat senang karena bisa bertemu kembali dengan ayahnya. Sudah 3 tahun dia tinggal didesa ini karena ayahnya meninggalkannya, meskipun awalnya Ceithrine merasa sedih tapi karena ada Neron dan Hazel yang membantunya anak perempuan itu mulai terbiasa hidup didesa ini dan juga dia berhasil mendapatkan teman yang seumuran dengannya.
Pada saat Gerald menjemputnya dalam hatinya Ceithrine merasa senang tapi disisi lain dia juga merasa sedih karena harus berpisah dengan teman-temannya.
Ceithrine juga sangat berterima kasih pada Neron dia sudah menemaninya saat Ceithrine berada disini, Menurutnya Neron adalah teman yang baik dan juga Ceithrine juga bisa menganggapnya sebagai guru yang sudah mengajarinya banyak hal. Pada saat itu juga mereka berpisah tapi mereka memiliki janji untuk bertemu kembali. jadi sebelum menepati janji itu Neron harus menjalani kehidupannya seperti biasa, Meskipun kedua temannya sudah pergi.
Ceithrine pergi 2 hari yang lalu dan Hiro, anak itu pergi kemarin. Karena kepergian Hiro sudah direncanakan jadi banyak penduduk desa yang mengantarnya tidak terkecuali Neron. Anak-anak yang lain juga ikut mengantarnya mereka mungkin merasa sedih atas kepergian Hiro karena mereka tidak akan bisa bermain bersama lagi tapi dilihat dari wajahnya Hiro tersenyum dan mengatakan "aku pasti akan kembali lagi ke desa ini, jadi nantikanlah ilmu sihirku yang hebat dan juga aku pasti akan menjadi Adventure yang paling hebat dalam sejarah". Hiro tidak pergi sendiri dia pergi bersama ibunya, karena ayahnya sudah meninggal jadi ibu Hiro bertanggung jawab penuh atas dirinya. Mereka berdua naik kereta kuda yang mengangkut penumpang yang akan pergi ke Ibukota, tidak banyak penumpang yang ada didalam kereta tapi karena tempatnya sempit jadi mereka harus berdesak-desakan. Anak-anak yang akan masuk ke Akademi biasanya berusia 12 tahun mereka akan belajar disana kurang lebih selama 6 tahun, para murid disana akan mempelajari banyak hal. Karena Hiro masih berusia 10 tahun jadi dia masih belum bisa masuk Akademi, alasan dia pergi lebih awal adalah agar dia bisa terbiasa dengan kehidupan di Ibukota karena suasana didesa dan di Ibukota sangat jauh berbeda karena itulah dia berangkat lebih awal.
Kepergian mereka berdua membuat Neron merasakan sesuatu yang belum pernah dia rasakan, hal itu membuat dia merasa tidak berdaya tapi yang sekarang harus Neron lakukan adalah melakukan hal seperti biasanya dan terus melangkah maju.
Neron tetap melanjutkan latihannya tentang Aura dan mana, sekarang kemampuannya semakin berkembang dan Hazel memberikan sebuah pedang asli yang bisa Neron gunakan dan juga Hazel juga mengajarinya ilmu lain seperti memanah dan teknik tombak. Ilmu berpedangnya semakin hebat tapi sebaliknya latihan tentang Mana belum berkembang sama sekali.
"Apa kau masih belum bisa mengendalikan Mana?" tanya Hazel dengan penasaran
"Belum, aku sudah berlatih sangat keras tapi aku belum bisa merasakan Mana yang ada pada diriku"
"Mungkin itu karena latihanmu atau" Hazel berpikir sejenak dan ragu-ragu untuk mengatakannya "Kau memang tidak bisa menggunakan sihir" Hazel mengatakan itu dengan serius.
Setelah dia menyadari satu hal Hazel bertanya sekali lagi "apa maksudmu bahwa kau tidak bisa merasakan Mana yang ada pada dirimu? apa kau bisa merasakannya di orang lain?"
"Ya, Tapi untuk diriku sendiri Aku tidak bisa" jawab Neron
"hmm itu aneh sekali, jika kau memang tidak bisa menggunakan mana seharusnya kau tidak bisa merasakannya sama sekali tapi kau merasakan mana yang ada pada diri orang lain tapi tidak pada dirimu sendiri"
"Ya, aku sangat jelas merasakannya itu seperti mengukur kemampuan orang lain"
"Jadi siapa yang menurutmu sangat kuat?" tanya Hazel dengan sangat antusias.
"kalau aku mengukurnya dari Mana tentu saja paman Gerald dan Hiro" Neron mengatakannya dengan percaya diri
__ADS_1
"bagaima denganku ?"
"Untuk Hazel sepertinya setelah mereka"
"Nomer 3 ya tidak buruk" Hazel mengelus-elus dagunya "Ya Gerald itu memang kuat tapi aku lebih terkejut dengan Hiro ternyata anak itu memiliki bakat ya"
Hazel baru mengingatnya bahwa sekarang Neron sudah berusia 10 tahun.
"Neron sekarang kau berusia 10 tahun, apa kau tetap bermain dengan anak-anak yang lain?"
"Ya, kenapa?"
"Setelah berusia 10 tahun biasanya anak-anak didesa ini akan mempelajari pekerjaan yang orang tua mereka lakukan agar mereka dapat meneruskannya atau mempelajarinya sebagai bantuan untuk masa depan mereka. Jadi mungkin sekarang kesempatanmu untuk bermain semakin sedikit"
"Hmm..... begitu ya" Neron merasa agak sedih karena kesempatannya untuk bermain bersama teman-temannya berkurang
"Jadi sekarang mungkin aku bisa mengajakmu ke hutan untuk berburu"
Tapi setelah mendengar perkataan Hazel dia kembali bersemangat.
Sekarang Neron, Gobu, Ryan, Lyra dan Syla sedang berbaring di bawah pohon besar tempat biasa mereka bermain. Mereka berlima tidak memiliki semangat untuk bermain karena Hiro dan Ceithrine sudah pergi dari desa ini jadi yang mereka lakukan hanya berbaring dan memandangi awan.
"Haaa ini sangat membosankan. Sejak mereka pergi kita kekurangan orang untuk bermain" kata Gobu dengan nada kesal
"t-tapi bukannya kita sudah berkumpul semua" kata Ryan
"Tapi tetap saja, sejak mereka pergi aku jadi tidak bersemangat" Gobu mengatakan itu seolah menjelaskan kepada Ryan.
"Ya aku juga" kata Lyra
"Aku juga begitu" Kata Syla menyetujui pernyataan Gobu
"Yah lagipula Mungkin sekarang kita akan jarang bertemu, karena kita akan belajar tentang pekerjaan yang orang tua kita kerjakan jadi waktu bermain kita akan jadi lebih sedikit" Kata Neron. Mendengar itu Gobu teringat sesuatu.
__ADS_1
"Jadi tentang pekerjaan itu ya" Gobu berkata itu dan berpikir apa yang akan dia lakukan kedepannya
"Kau juga akan melakukannya Neron?" tanya Lyra
"Ya, Karena Hazel bekerja sebagai pemburu Aku akan ikut dengannya untuk berburu di hutan" Jawab Neron
"Ayah dan Ibu kami menjadi pedagang jadi kami akan belajar tentang perdagangan dari orang tua kami, benar kan Syla" kata Lyra memberitahukan itu kepada Neron
"Itu benar kami akan pergi ke Ibukota untuk menjual hasil berkebun kami dan juga hasil masakan dari ayahnya Ryan" kata Syla menambahkan penjelasan kakaknya
"Berapa lama kalian pergi ?" tanya Gobu
"kami hanya pergi 2 hari sekali dan kembali untuk mengambil barang dagangan" jawab Lyra
"Ka-kalian enak sekali bisa melakukan pekerjaan sambil jalan-jalan" kata Ryan dengan agak takut "Aku harus membatu ayah dalam memasak tapi aku selalu mengacaukannya"
"Aku juga begitu, Pertama kali mencobanya lenganku sakit karena harus mengangkat besi yang berat dan hampir membuat masalah, untungnya ayahku bisa menghentikannya" kata Gobu
"Jadi kau sudah pernah mencobanya?" tanya Syla
"Ya, itu karena ayahku menyuruhku tapi karena kesalahanku aku berhenti dan pergi bermain"
"Berjuanglah kalian semua, Karena itu mungkin bisa membantu kita mewujudkan impian kita" Kata Neron menyemangati teman-temannya.
"Be-berbicara mengenai impian, apa impian kalian?" Tanya Ryan
Mereka semua terkejut dan kemudian tertawa bersama melihat itu Ryan menjadi bingung. Mereka belum Pernah menceritakan impian mereka satu sama lain. Neron hanya menceritakannya kepada Ceithrine dan Hiro tentang impiannya jadi teman-temannya yang lain tidak tahu.
Gobu yang pertama kali berbicara
"Aku ingin membuat senjata yang hebat yang akan digunakan oleh Pemimpin Gold Imperial Knight yang bisa menghancurkan sebuah gunung dengan sekali serangan" Itu adalah mimpi yang hebat dan hampir tidak masuk akal karena kekuatan dari sebuah senjata terletak pada orang yang memakainya. Meskipun Lyra mencoba menyangkalnya tapi Gobu tentap optimis tentang Impiannya.
Impian Lyra dan Syla hampir mirip, masing-masing dari mereka ingin mendirikan sebuah toko. Si kakak ingin membuat toko Roti dan si adik ingin membuat Apotek. Meskipun mereka selalu bersama-sama mereka berdua selalu bersaing satu sama lain.
__ADS_1
Dari Impian yang teman-teman Neron bicarakan yang paling mengejutkan adalah impiannya Ryan, Dia ingin menjadi penyihir api dan akan bergabung dengan pasukan Imperial Knight. Meskipun agak melenceng jauh dari pekerjaan yang dia lakukan memang seperti itulah impian. Tapi Neron merasa bahwa Ryan dapat melakukanya karena dia bisa merasakan energi sihir yang ada dalam tubuh Ryan.
Dan untuk Impian Neron teman-temannya percaya bahwa Neron mampu mewujudkannya.