Seven Monster Spirit

Seven Monster Spirit
Chapter 16 - Mimpi atau Ingatan


__ADS_3

Tempat gelap yang kosong, begitulah Neron menggambarkan tempat ini, tidak ada apa-apa sejauh mata memandang hanya kegelapan yang ada, tempat ini seolah tidak memiliki batas karena itulah Neron menyebutnya sebagai tempat gelap yang kosong.


Anak itu tidak ingat kenapa dia bisa ada disini ingatan terakhir yang dia ingat adalah pembantaian orang-orang didesa, Temannya, orang-orang yang dia kenal semuanya mati dalam 1 malam, dan yang paling dia benci adalah dirinya sendiri karena dia tidak ada saat orang-orang desa membutuhkannya, Neron terlambat untuk menolong mereka dan akhirnya kebahagiaan yang dia rasakan sudah hilang, kini perasaan baru muncul yang disebut dengan rasa sedih dan amarah, perasaan yang jauh berbeda dari kebahagiaan, jika waktu bisa diulang Neron berharap bisa menyelamatkan orang-orang desa, sehingga dia tidak merasakan perasaan baru ini dan hanya bisa merasakan kebahagiaan saja, tapi itu tidak akan terjadi jadi yang harus Neron lakukan sekarang adalah melanjutkan hidupnya, tapi sebelum itu dia harus keluar dari tempat ini.


Berjalan kesana-kemari tidak membuahkan hasil, tidak ada jalan keluar seolah-olah Neron tidak bergerak dari tempat dia berdiri, padahal dari tadi dia terus berjalan mencari jalan keluar, Didalam tempat gelap itu tidak ada arah, menghadap ke depan atau itu yang Neron pikir dia lakukan sesuatu dari kegelapan muncul, "Seekor Monster" Neron mundur sedikit bersikap waspada bersiap jika Monster itu akan menyerang, Makhluk itu tidak muncul dari kejauhan tapi muncul dari ketiadaan yang membetuk tubuh dengan kaki empat yang merangkak, leher hitam dengan kepala yang memiliki tanduk dan mata emas yang menyala, dipunggungnya dua sayap besar terlipat dengan sisik hitam gelap yang terlihat menyeramkan, Neron tahu hanya dengan melihatnya, itu pasti adalah Monster yang ada dalam buku, Monster pertama yang ada di dunia dan kemudian menghilang, orang-orang menyebutnya "Naga".


"Seekor Naga" Neron sedikit senang tapi jika Monster itu menyerangnya Neron pasti akan mati, tidak ada tempat untuk lari, jadi yang bisa bocah laki-laki itu lakukan adalah melawannya.


Neron memasang kuda-kuda dan bersiap melawan Naga itu, tapi yang keluar dari mulut sang naga bukanlah semburan api seperti dalam buku melainkan sebuah kata-kata yaitu "Sudah lama aku menunggumu".


Neron terkejut mendengar kata-kata itu, tidak seperti apa yang dia bayangkan, naga itu tidak menyemburkan api melainkan sebuah kata-kata yang tidak Neron duga, tapi anak laki-laki itu tetap waspada tidak lengah sedikitpun, melihat hal itu sang Naga membuka mulutnya lagi dan mengatakan "Tenang saja, aku tidak akan memakanmu".


"Kenapa aku harus mempercayaimu?" Neron menanyakan itu dengan tatapan tajam dan tetap waspada, Meskipun seekor Naga pun yang menyerangnya, dia tidak akan takut dan tetap melawan, meskipun anak itu tahu bahwa dia tidak akan menang.

__ADS_1


"Karena aku ada didalam tubuhmu" ucapan dari sang naga sekali lagi membuat Neron terkejut, tapi dia tetap terlihat tenang, dari fakta bahwa ada monster yang bisa berbicara, kemudian monster itu tidak menyerang manusia didepannya, dan sekarang monster itu mengatakan kalau dia ada tubuh Neron, bukan kah itu sudah cukup untuk membuat siapapun terkejut, tapi Neron tetap tenang dan mencerna semuanya. Setelah diingat-ingat entah kenapa dia pernah merasakan kehadiran makhluk didepannya dan seolah dia sudah lama mengenalnya, tapi Neron juga tidak tau apa yang semuanya terjadi, jadi masih banyak kekosongan dari kesimpulannya.


"kita tidak memiliki banyak waktu jadi jika kamu memiliki pertanyaan lebih baik tanyakan sekarang" Naga hitam itu berkata seolah tau apa yang Neron pikirkan.


"Sebenarnya aku memiliki banyak pertanyaan tapi aku hanya akan menanyakan hal umum saja, Siapa kau? dan juga kenapa kamu bisa ada didalam tubuhku?" Neron menayangkan itu karena dia harus tau siapa monster didepannya dan apa maksud dari perkataannya tadi.


"kamu memintaku bercerita padahal waktuku tidak banyak" Memikirkan apa yang akan dia lakukan sang naga itu kemudian melanjutkan "Namaku adalah Artaros the Black Dragon, Master of Shadow satu-satunya naga di dunia ini"


Ribuan informasi mulai datang membanjiri otaknya, gambaran-gambaran masa lalu mulai muncul secara acak, tapi entah kenapa Neron bisa memahaminya, mulai dari orang orang dewasa dengan jas putih, anak kecil didalam tabung, monster yang diikat dengan rantai, sampai suntikan dengan cairan aneh, dan juga ada beberapa kata-kata kejam yang terdengar seperti "Anak itu sudah tidak berguna lagi buang saja", "Cih, siksaanya masih kurang, buat sampai tubuhnya mengalami luka yang parah" atau "Buat anak-anak itu kehilangan beberapa anggota tubuh, supaya kita bisa melihat hasilnya". Beberapa kata itu langsung terdengar ke otak Neron, dan kemudian suara berat yang menyeramkan mengatakan "Bagaimana menurutmu?" itu adalah suara Artaros.


"Mereka yang terburuk" Neron mengatakan itu dengan mata tajam setelah menyaksikan banyak sekali anak kecil yang disiksa sampai mati.


Gambaran tentang masa lalunya terus berlanjut tidak berhenti sampai disana, sekarang lebih kejam lagi yang dia lihat, suntikan yang menempel ditangan anak kecil, suara teriakan yang bergema diruangan, para Monster yang dibunuh dengan kejam, tatapan kosong dari anak manusia, anak kecil yang disiksa dengan keras dan para orang dewasa yang tersenyum licik, melihat itu kebencian didalam hati Neron mulai tumbuh dan membuat anak itu ingin membunuh semua orang dewasa diingatannya, tapi sudah terlambat dari tempat itu hanya Neron yang selamat.

__ADS_1


"Kita sudah tidak memiliki waktu lagi" Kata Naga hitam memperingatkan Neron.


Gambaran hal yang paling mengerikan terlihat, dan saat itu juga tempat gelap berubah menjadi sesuatu yang berbeda, dan Neron tertidur diatas daun besar yang banyak tapi juga lembut dan disebelah pintu ada seekor serigala yang tertidur.


"Hanya mimpi atau Ingatan?" Neron bertanya pada dirinya sendiri tentang apa yang terjadi barusan, kepalanya sakit dan banyak sekali keringat yang keluar dari tubuhnya. Melihat sekeliling Neron bertanya lagi "Aku ada Dimana?".


Neron turun dari tempat tidur atau itu yang dia sebut, berusaha berjalan dengan tubuh lemas, kepala yang pusing dan perut yang sakit.


Mendengar suara kecil dari Neron, serigala putih yang berbaring dilantai bangun dan menatap tajam kearah Neron, tapi dari tatapan mata itu, Neron tau bahwa serigala didepannya bukanlah musuh bagi dirinya.


"Sepertinya dia jinak" Kata Neron sambil memegangi perutnya yang sakit.


Setelah beberapa saat menatap Neron, serigala putih itu kabur melewati tumbuhan rambat yang seperti pintu dan dari balik pintu itu, aroma makanan yang sedap tercium membuat perut Neron semakin sakit, berjalan perlahan berharap sesuatu yang baik dari pintu itu, melewati tanaman rambat, Neron melihat sesuatu yang sangat berbeda.

__ADS_1


__ADS_2