Seven Monster Spirit

Seven Monster Spirit
Chapter 22 - Seseorang yang dirindukan


__ADS_3

Membuka matanya, Neron sekarang berada ditempat yang bisa disebut kamar, sebuah kamar kecil yang hanya berisi kasur, sebuah meja dan kursi, dengan jendela kecil ditembok.


Tubuh Neron masih terbaring dikasur yang empuk, Neron kembali mengingat kejadian beberapa jam yang lalu sebelum anak itu dapat sampai ditempat ini.


Beberapa jam yang lalu. Setelah Neron sampai dipinggir hutan dengan tubuh yang kelelahan, anak itu bertemu dengan pasukan berkuda yang katanya berpatroli.


"Anak kecil?" gumam orang yang berada paling depan. Seorang pria mungkin berumur sekitar 30 an, Rambut pirangnya tersisir rapi kearah kanan, dengan pakaian bermantel coklat yang rapi, pria itu menunggangi kuda seperti bukan seorang ksatria, padahal orang-orang dibelakangnya menggunakan armor seperti seorang ksatria.


"Kapten apa yang harus kita lakukan pada anak ini?" tanya seseorang prajurit kepada kaptennya.


Si kapten melihat Neron atau mungkin mengamatinya cukup lama, kemudian turun dari kudanya dan mendekati anak itu.


"Hey anak kecil darimana kamu berasal?" tanya kapten itu dengan senyuman ramah.


Neron menatap pria itu, anak itu merasakan mana yang kuat dari tubuh pria didepannya.


"Perkenalkan Namaku Erick Neovord, Apa kamu pernah mendengar namaku?" Erick memperkenalkan dirinya dengan tujuan supaya anak itu tau dengan siapa dia berbicara sekarang.


"Namaku Neron, aku berasal dari desa kecil dipinggiran negara Agrezia" kata Neron sambil mengamati para penunggang kuda yang lain, mereka semua berbisik-bisik tentang Neron.


"Apa kamu pernah mendengar namaku?" tanya Erick gembira karena mungkin Neron akan mengenalinya setelah mendengar Neron berasal dari desa pinggiran Agrezia, karena nama Erick terkenal disana.


"Tidak, kenapa?" kata Neron sambil menggelengkan kepala kemudian dia balik bertanya kepada Erick.


"Hah" Erick menghela nafas kecewa karena ternyata namanya tidak dikenal oleh anak itu.


"Kapten bukannya aneh, anak ini tidak mengenalimu" salah satu penunggang kuda "Mungkin saja dia adalah utusan iblis" kata orang itu dan menatap Neron dengan tatapan tidak suka.


"Jangan bercanda Miller, Aku sudah menghabisi iblis sampai keakarnya di benua ini" kata Erick dengan tersenyum, menepuk pundak orang bernama Miller, Erick kembali melanjutkan "Biarkan dia memberitahu kita apa yang telah dia lalui sehingga bisa keluar dari hutan yang penuh monster ini, setelah itu kita putuskan"


"Maaf kapten, aku terlalu cepat mengambil keputusan" kata Miller


"Jadi anak kecil, ceritakan pada kami" Erick masih tetap tersenyum tapi senyumannya kali berbeda dengan sebelumnya, yang sekarang kelihatan menakutkan.


Tubuh Neron sekarang kelelahan, jika mereka bisa membantunya untuk sampai kekota, maka dia akan sangat terbantu.


Neron mulai menceritakan dari awal, dari desanya yang diserang oleh monster sehingga tidak ada yang selamat dan dia yang kabur kehutan, kemudian diselamatkan oleh Elf dan dirawat oleh elf itu selama beberapa bulan, dan kemudian Neron memutuskan untuk pergi dari hutan ini dan kembali kekota manusia, dan sekarang bertemu dengan pasukan berkuda yaitu Erick dan rombongannya. Meskipun ada beberapa yang tidak percaya tapi Erick berkata "kau sudah berjuang dengan baik" itulah yang dikatakan sang kapten. Neron tidak mengatakan semuanya tapi yang dikatakan Neron benar adanya.


"Baiklah pasukan, Ayo kembali Ke Negara Agrezia" Erick mengatakan itu kepada pasukannya untuk kembali sambil membawa Neron diatas kudanya.


['Hey Bocah, sampai kapan kau mau tidur?'] Tanya Monster didalam tubuh Neron.


"Memangnya kenapa? Tidak ada yang bisa dilakukan juga" jawab Neron malas.


Neron terkurung didalam ruangan ini atau mungkin seperti itu, karena orang bernama Erick menyuruh anak itu untuk tidak keluar dari kamar ini sampai ada yang menyuruhnya keluar.


['Aku hanya ingin memberitahumu, jangan terlalu percaya pada manusia, karena mereka tidak bisa dipercaya'] peringat Artaros


"Hey aku juga manusia, yah tapi yang kau katakan itu benar" kata Neron tidak berusaha menyangkal perkataan Dari Artaros.


['Ada apa Loirus? Kau kelihatannya ingin mengatakan sesuatu'] tanya Artaros yang melihat monster serigala disampingnya.


"katakan saja"


['Kenapa kita tidak saling memanggil dengan nama? Bukannya itu akan mempermudah'] Tanya Loirus dengan sedikit takut.


"Sebenarnya aku dan naga hitam Baru saja bertemu waktu kita pertama kali bertemu denganmu" jelas Neron

__ADS_1


['Tapi aku sudah bersama dengan bocah ini hampir 10 tahun'] tambah Artaros


['Lama sekali, Seharusnya kalian sudah akrab'] Loirus terkejut dengan penjelasan dari mereka berdua.


"Coba Naga hitam, kau panggil namaku" kata Neron dengan nada Santai.


['Kenapa tidak kau dulu bocah']


"Aku ingin mendengar namaku dipanggil oleh dirimu terlebih dulu"


['Tidak, aku akan memanggil namamu setelah kau memanggil namaku terlebih dulu']


Mereka sama-sama tidak mau memanggil nama, entah kenapa.


['Kenapa kalian malah bertengkar?'] tanya Loirus yang agak panik.


"Oh iya Lou, sudah berapa lama aku tidur?" tanya Neron yang masih dalam posisi tidur


['Lou itu aku?, Sekitar 2 jam'] tanya Serigala putih didalam tubuh Neron.


"Sudah cukup lama aku tidur, oh iya itu adalah nama panggilanmu" jawab Neron, anak itu terkejut dan sekarang berada diposisi duduk, melihat keluar jendela, langitnya sedikit orange.


['Itu pasti Efek samping dari penggabungan jiwa, kau pasti akan kelelahan tapi semua itu akan berkurang jika kau semakin kuat'] jelas Artaros kepada Neron.


"Jadi begitu, Terimakasih informasinya"


"Kreeek"


Suara pintu terbuka membuat Neron langsung menghadap kearah asal suara, seseorang berlari dan kemudian tiba-tiba memeluknya.


"waaa....Aku kira..hik hik...aku tidak akan ..hik ...bisa bertemu lagi...hik.. denganmu Neron" Seorang anak perempuan yang seumuran dengan Neron menangis sambil memeluknya, Rambut pirangnya membuat Neron langsung mengenali dirinya, dengan lembut Neron mengelus kepala anak perempuan itu.


Ceithrein membalas dengan anggukan dan masih tetap menangis.


"Syukurlah kamu baik-baik saja, kamu sudah tumbuh besar daripada terakhir kali aku melihatmu" kata seseorang yang baru tiba diruangan itu dan dia hanya melihat kedua anak kecil itu dari pintu, dan tidak ikut masuk keruangan.


"Paman Gerald, sudah lama tidak bertemu, banyak hal yang terjadi" kata Neron dengan senang meskipun dia tidak tersenyum.


"Ada banyak hal yang ingin kutanyakan tapi sepertinya harus ditunda, mulai sekarang tinggallah bersama kami" pernyataan dari Gerald membuat Neron terkejut.


"Tapi.." Neron sebenarnya tidak ingin merepotkan mereka, tapi dia tidak bisa hidup Di negara ini sendirian.


"Jangan ditolak, ini adalah keinginanku"


"Baiklah" Neron menyetujuinya.


"Dan Neron, bagaimana kalau kita pergi keluar dan sekalian membeli baju untuk kamu pakai"


Neron melihat pakaiannya yang sudah rusak dengan banyak sekali sobekan, meskipun Elvinia memberikan anak itu jubah, tapi pakaian itu sekarang sudah robek karena pertarungan terakhir.


"Aku tidak punya uang" Pernyataan Neron membuat Gerald menghela nafas.


"Aku yang akan membayarnya, jadi ayo kita keluar Kamu pasti akan menyukai suasana kota ini" ajak Gerald


"Eeee....Ceith, ayo kita pergi" Neron mencoba melepaskan dirinya dari pelukan anak perempuan yang mengikatnya.


"Dia menangis saat mendengar kejadian waktu itu, sampai mengurung dirinya dikamar selama lebih dari seminggu, sekarang dia pasti senang dapat bertemu denganmu lagi Neron" jelas Gerald.

__ADS_1


Ceithrein sudah berhenti menangis tapi dia masih memeluk Neron, seolah gadis kecil itu tidak ingin Neron pergi dari pelukannya, "Jangan Pergi lagi, aku ingin terus bersamamu" kata Ceithrein dengan pelan.


Neron mengelus kepala anak perempuan itu dengan lembut dan mengatakan "Aku tidak akan pergi, aku akan tetap bersamamu".


Saat Neron menenangkan Ceithrein, suara langkah kaki terdengar menuju keruangan.


"Hey Gerald, Apa kita bisa keluar sekarang?" seorang laki-laki yang dengan rambut pirang yang tersisir rapi datang dan menyapa temannya.


"Aku berterima kasih padamu yang telah menemukan Neron, tapi aku tidak tahu apa anak itu mau melakukannya" kata Gerald kepada Erick.


Neron yang bingung bertanya"Melakukan apa?" karena dia tahu bahwa anak yang dia maksud adalah dirinya.


"Tentu saja, Duel" Erick mengatakan itu dengan senang sedangkan Neron sedikit terkejut.


"Erick bilang padaku bahwa dia menemukan anak kecil di sekitar hutan, dengan rambut putih dan mata biru, aku jadi teringat padamu Neron dan ternyata benar itu adalah kamu yang Erick temukan, jadi saat aku menceritakan tentang kemampuan berpedangmu, dia ingin berduel denganmu sebagai imbalannya, maaf ya Neron padahal tubuhmu masih belum pulih tapi orang ini sudah mengajakmu berduel sekarang" Jelas Gerald sambil meminta maaf kepada Neron.


"Tidak apa-apa paman, tubuhku sudah beristirahat" ucap Neron sambil melemaskan bahunya.


"Baiklah, kita lakukan diluar bocah" kata Erick dengan penuh semangat dan memandu mereka kehalaman.


"Ceith, ayo kita keluar" Neron berjalan pergi dan tiba-tiba tangannya memegang sesuatu, itu adalah tangan Ceithrein, anak perempuan itu berjalan sambil memegang tangan Neron tapi pandangannya menghadap kebawah, Neron hanya melihatnya dan membawa anak itu ke halaman tanpa ada satupun dari mereka berdua yang berbicara.


Tempat ini cukup besar dengan banyak ruangan dan setelah dilihat-lihat lagi Neron berpikir 'tempat ini seperti tempat latihan, apa ini tempat latihan para imperial knight?' itulah pemikiran yang muncul saat Neron melihat tempat ini. Tanpa terasa mereka sampai dihalaman, sebuah halaman yang luas dan dikelilingi oleh berbagai ruangan yang Neron tidak ketahui, dan didepan, Neron melihat pintu yang cukup besar yang mungkin memiliki tinggi 4 meter dan lebar 2 meter, dipinggiran halaman ada beberapa senjata sungguhan dan juga senjata yang hanya digunakan untuk berlatih, ada beberapa orang yang masih melakukan latihan dengan tombak, pedang ataupun busur dan saat melihat Erick ataupun Gerald mereka memberi hormat, karena hal itu Neron mulai bertanya-tanya siapakah Erick sebenarnya?.


Mengambil 2 pedang kayu yang ada di pinggir, Erick kemudian melemparkan salah satunya kearah Neron, dan anak itu menangkapnya dengan mudah.


"Aku hanya ingin melihat kemampuan berpedangmu yang sampai dipuji oleh kapten imperial knight, jadi jika ingin cepat selesai tunjukkan kemampuanmu, anak kecil"


"Ceith tunggu sebentar ya" Neron melepaskan tangan Ceithrein dan berfokus pada lawannya.


"Baik, mari kita lakukan"


Neron memasang kuda-kuda sedangkan Erick masih berdiri dengan santai.


['Apa orang ini sedang meremehkanmu?'] tanya Artaros


"Entahlah tapi aku ingin ini cepat selesai" balas Balas Neron menggunakan telepati.


Neron menyerang terlebih dahulu karena sepertinya Erick sedang menunggunya.


Suara benturan kayu terdengar Neron tetap menyerang sedangkan Erick menahan serangan Neron, 'Apa-apaan anak ini, serangannya cepat dan kuat, dia tidak seperti anak kecil melainkan seperti prajurit yang terlatih' itu adalah isi pikiran Erick saat ini.


Pria itu tersenyum senang, sekarang giliran Erick untuk membalas serangan Neron, tapi Neron berhasil mengimbangi setiap tebasan yang dilakukan oleh Erick, meskipun bisa mengimbanginya tapi semakin lama, serangan Erick semakin kuat dan juga teknik yang dia pakai harus membuat Neron terkena serangannya.


['Dia jauh lebih kuat dari dirimu yang sekarang'] Kata Artaros


"Hey Art, apa aku harus menggunakan Aura?" Neron meminta saran pada monster didalam tubuhnya.


['Tidak ada peraturan yang melarangmu tapi jangan berlebihan, hey kau memanggilku art?'] kata Artaros yang sedikit terkejut saat mendengar Neron memanggil namanya meskipun hanya setengah.


"Bukankah itu lebih mudah, lagipula namamu terlalu panjang"


Neron menangkis dan menghindari serangan dari Erick kemudian melompat kebelakang.


Mempersiapkan Serangan berikutnya dengan Aura, Neron memasang kuda-kuda terbaiknya.


"Aura ya, Sepertinya kamu ingin cepat ini selesai, anak kecil..tidak..Neron aku mengakuimu, Kita akhiri dengan satu serangan" kata Erick sambil menyiapkan kuda-kuda dan auranya, dia bersiap melawan Aura dengan Aura tapi saat melihat Neron dia merasakan 'Auranya tipis tapi kuat'.

__ADS_1


Neron membalas perkataan Erick dengan anggukan dan dalam beberapa saat mereka mengadu pedang kayu mereka berdua, dan yang terjadi selanjutnya adalah kedua pedang kayu itu patah dan pertarungan pun selesai.


"wiiiihh....kuat sekali. kamu anak yang menarik Neron, bagaimana kalau kamu bergabung denganku dan menjadi Demon Slayer?" Melihat pedang kayu yang sudah rusak dan kemudian kearah anak yang merusaknya, Erick Menawarkan Neron sesuatu yang orang lain inginkan.


__ADS_2