
Setelah mendengar percakapan Aditya dan Ken, bunga merasa sangat emosi, Bunga pun pergi ke toilet untuk meluapkan kekesalannya. Hatinya terbakar api amarah yang menggelegar. "Apasih bagusnya Maudy? apa coba yang dilihat Aditya dari dirinya. Cewe gendut kayak gitu, apa bagusnya coba. Bagusan aku kemana-mana juga. Body, oke. Wajah, oke. Karir, oke. Apa coba yang kurang, udah buta kayaknya CEO galak itu!, kalau gini bisa gagal rencana ku." Sambil menatap tubuhnya di dalam cermin.
Tak sengaja dari dalam bilik toilet Shafira mendengar ucapan Bunga. "Hmm, kesempatan bagus nih, kayaknya kak bunga bisa diajak kerja sama buat ngerjain Maudy" ucap Shafira dalam hati. Shafira pun keluar dari bilik toilet, dan bercermin, merapikan makeup dan penampilannya.
Bunga terkejut melihat Shafira. " Ehh, kamu dari tadi di dalam situ?" tanya Bunga.
"iya kak" jawab Shafira.
"Aarrrggh!, kamu, ikut keruangan saya" ucap Bunga.
Sesampai diruangannya Bunga mengintrogasi Shafira. "Jadi, apakah kamu mendengar semua yang saya katakan di toilet tadi?" tanya Bunga dengan tatapan tajam.
"Eeee-ee-eee ... iyaa kak" jawab Shafira, terbata-bata.
"Kamu jangan pernah bicarakan apapun yang sudah kamu dengar! kalau tidak, saya bisa saja menjatuhkan nilai magang mu nanti" ujar Bunga, mengancam Shafira.
"Baik kak, tapi kak-" ucap Shafira.
"Tapi apa?" jawabnya.
"Sebenarnya aku juga gak suka sama Maudy kak" ucap Shafira.
Bunga tersenyum jahat, menatap sinis ke arah Shafira, sambil meletakkan sebelah tangannya di dagu, dan membuat sebuah kesepakatan dengan Shafira.
"Hmm, menarik. Berarti kamu berada di perahu yang sama dengan saya?" tanya Bunga.
"Iya kak" jawab Shafira.
"Bagaimana saya bisa mempercayai kamu?" tanya Bunga.
"Kakak ingin saya melakukan apa?" tanya Shafira.
__ADS_1
Mendengar ucapan Shafira, Bunga tersenyum jahat dengan tatapan penuh kedengkian. Bunga pun berdiri dari tempat duduknya, menghampiri Shafira dan membisikkan sesuatu. Shafira tersenyum jahat mendengar bisikan dari Bunga.
***
Shafira mendatangi Diana dan Maudy yang sedang duduk di lobby kantor. "Diana, lu ikut aku ya. Hari ini kita ditugaskan kak Bunga untuk ke perusahaan cabang menjemput berkas penting" ucap Shafira.
"Kita aja? terus Maudy?" tanya Diana.
"Udah, jangan banyak tanya. Yuk, buruan. Maudy langsung aja menghadap kak Bunga" ujar Shafira.
"Jaga diri baek-baek ya dy, jangan pingsan lagi, aku pergi dulu" ucap Diana.
"Ah, lebay lu, yaudah hati-hati ya, jangan lama-lama" ujar Maudy. Sambil melambaikan tangan kepada Diana.
Diana dan Shafira pun pergi menggunakan mobil kantor, menuju kantor cabang yang berada lumayan jauh dari kantor pusat. Selang tak berapa lama, Maudy melihat, Ken dan Aditya juga pergi meninggalkan kantor, untuk bertemu klien. Setelah itu, Maudy segera mendatangi ruangan Bunga.
[Tok ... tokk] Maudy mengetuk pintu ruangan Bunga. "Permisi kak, apa kakak memanggil saya?" tanya Maudy.
"Maaf kak, tapi-" ucap Maudy. Sambil menundukkan kepalanya.
"Kamu, cuma mahasiswa magang aja udah berani ngejawab ya! Gak ada sopan santun. Hmm, yaudah tolong belikan saya americano drink, di cafe ujung jalan dekat persimpangan, harus masih panas sampai sini." Perintah Bunga.
"Hem, tapi kendaraan perusahaan lagi dipakai semua kak" ucap Maudy.
"Terus kamu mau saya supirin kamu kesana, gitu?! Ya, carilah cara lain, itu kaki apa gunanya coba?" ujar Bunga.
"Emm, iya kak" jawab Maudy. Lalu dia meninggalkan ruangan Bunga.
"Selalu saja salah, semua yang ku kerjakan selalu salah di hadapan kak bunga, gak ngapa-ngapain pun salah juga, heemmm" gumam Maudy dalam hati. Lalu Maudy segera meluncur membeli pesanan Bunga.
Maudy berjalan dengan cepat, hingga sampai di depan cafe yang bunga maksud, tapi ternyata cafe tersebut belum buka. "Duhh, mampus deh. Bakal jadi bahan omelan lagi nih. Tapi emang baru jam segini, emang jarang cafe yang udah buka" gumamnya dalam hati. Sambil melihat jam tangannya.
__ADS_1
Lalu dia memutuskan untuk menunggu beberapa menit, sembari ber istirahat. 15 menit berlalu, tapi cafe tersebut belum juga buka. Maudy pun bergegas kembali ke kantor dan menemui Bunga memberitahukan bahwa cafe yang ditunjukkannya belum buka.
"Hemm, dasar gak kreatif ya kamu, kan bisa cari cafe lain! Yaudah, sana-sana kamu ke lobby aja, tunggu instruksi selanjutnya dari saya. Eiitt, jangan bilang-bilang kejadian ini ke siapapun!" ucap Bunga. dengan ekspresi wajah mengancam. Ketika Maudy keluar dari ruangan, bunga tertawa jahat, karena dia sudah berhasil mengerjai Maudy. "Mampus lo, rasain, main-main sama Bunga, ini belum apa-apa, liat aja nanti, apa yang selanjutnya akan ku lakukan padamu" ucap bunga. Berbicara sendiri.
Dengan nafas terengah-engah, dan pakaian yang sudah dibasahi dengan keringat, Maudy berjalan ke lobby. Dia pun duduk di lobby, tanpa arah, dan tujuan. Tak lama kemudian, dia melihat dari depan pintu kantor dua orang wanita yang sangat dikenalinya. Yapps, itu adalah bunga dan Shafira, dari kejauhan Shafira tersenyum jahat, mengetahui Maudy sudah berhasil dikerjai oleh Bunga.
"Eh, cepet banget, udah dapat berkasnya?" tanya Maudy pada Diana.
"Berkas apaan, boro-boro, sampai aja kagak ke kantor cabang" jawab Diana.
Kening Maudy berkerut. "Ha, kenapa bisa?" tanya Maudy lagi.
"Kak Bunga telpon, ternyata berkasnya sudah ketemu, terselip di mejanya, jadi kita putar balik deh" jawab Diana. " Terus, itu kenapa baju kamu basah kuyup gitu? Kecebur dimana? Baru juga ditinggal bentar."
"Hmmm, nggak knp-knp kok Na, cuma keringetan, capek, abis keliling kantor" jawab Maudy.
Diana menatap mata Maudy, dia mengetahui, bahwa Maudy sedang berbohong. "Kayak ada yang aneh, apa mungkin keliling kantor jadi basah kuyup begitu. Ini mah mirip abis lari meraton" gumamnya dalam hati.
"Lo yakin dy, abis keliling kantor?" tanya Diana.
Maudy hanya diam membisu, berpura-pura tak mendengar ucapan Diana, lalu berusaha mengalihkan topik pembicaraan. "Hmm, bosan Na magang duduk-duduk aja, makanya tadi aku keliling-keliling sambil menunggu kalian pulang, dan alhamdulillah kalian pulang lebih awal." ujarnya.
"Ya sabar dy, tiga hari awal ini kan kita memang pengenalan dulu. Semangaat!" ucap Diana.
"Ahh, pusing aku, liat kalian berdua, mending aku pergi" ucap Shafira.
***
[Tok ... tokk ... tok]
"Silahkan masuk"
__ADS_1
Shafira pun memasuki ruangan. "Jadi bagaimana rencana kita selanjutnya?" tanya Shafira sambil tersenyum jahat.