Si Gendut Kesayangan CEO

Si Gendut Kesayangan CEO
EPS. 44


__ADS_3

Maudy bersandar di balik pintu sambil memijit kepalanya. "Huhh, kepalaku tambah pusing lihat mereka berdua."


Lalu Maudy kembali menyantap sarapan yang dibawakan Rey, setelah itu dia mencoba untuk mandi, agar badannya menjadi sedikit lebih segar.


Tak lama kemudian, terdengar suara ketukan dari pintu. "Huuuhhh, siapa lagi ni! udah ahh, malea buka pintu"


*Kriinnggg-kringg* Suara handphone Maudy berdering dan terlihat di layar handphonenya nama CEO Srigala. "Apa lagi nih" ujar Maudy. Sambil menghela nafasnya, Maudy mengangkat telponnya.


"Buka pintu sekarang" ucap Aditya.


"Emm, kenapa pak?" tanya Maudy.


"Jangan banyak tanya, cepetan!" ujar Aditya.


Maudy lalu bergegas membuka pintunya, dan melihat Aditya dan seorang dokter wanita di depan messnya.


"Ini dokter pasiennya, silahkan diperiksa."


Dokter itu pun masuk ke dalam mess bersama Maudy, dia memeriksa kondisi Maudy dan memberikan resep obat untuk ditebus. Maudy masih s**pechless dia tak mampu berkata-kata.


"Terimakasih dokter" ujar Aditya.


Aditya menatap Maudy yang masih bengong. "Heyy, kesambet baru tau rasa. Kenapa? heran? kamu kan gak mau diajak berobat, yaudah, aku bawa dokternya kesini" ucap Aditya


"Eee, terimakasih pak."


"Tak perlu berterimakasih dan ingat, gak usah ke geeran, ini sudah tanggung jawabku. Aku pergi dulu, nanti Ken yang mengantarkan obat ini untukmu, jadi tunggu saja, kamu istirahat aja lagi" ujar Aditya.

__ADS_1


Maudy tersenyum bahagia dan mengangguk. "Hemm, kamu ada di sini saja sudah cukup, kamu adalah obat terampuh Aditya" gumam Maudy dalam hati.


***


Sesampainya di kantor Aditya memanggil Ken keruangannya, dia meminta Ken untuk menebus obat Maudy dan membelikan Maudy buah-buahan dan makanan sehat lainnya.


"Udah ku duga sih, pasti nyemperin Maudy, dasar bucin, CEO bucin. Yaudah aku pergi dulu, jangan lupa naikin bonus ku ya" ujar Ken.


"Aman."


Ken segera menebus obat-obatan ke apotik dan membelikan bucket buah-buahan yang besar untuk Maudy sesuai dengan perintah Aditya. Setelah itu Ken pergi ke mess untuk mengantarkan semuanya pada Maudy.


"Apa ini Ken?" tanya Maudy.


"Ya, seperti yang kamu lihat, pokoknya semoga cepat sembuh aja deh ya. Aku pamit, ke kantor lagi" ujar Ken.


Tak lama berselang dari kepergian Ken. Rey datang mengunjungi mess, dia juga membawa buah tangan yang sangat banyak. Maudy yang melihatnya pun heran, kali ini dia pusing memikirkan bagaimana caranya dia menghabiskan semua makanan ini?


"Dy, gimana keadaan kamu?" tanya Rey.


"Alhamdulillah, udah enakan" jawab Maudy.


"Ayok kita berobat" ujar Rey.


"Hmmm, gak usah Rey, tadi Aditya sudah membawa dokter kesini" jawab Maudy.


Rey merasa sedikit kesal mendengar jawaban Maudy, ternyata dia terlambat selangkah dari Aditya. Padahal Rey sudah membuat janji sebelumnya dengan dokter di salah satu rumah sakit disana.

__ADS_1


"Ooh, begitu, syukurlah. Jangan lupa obatnya diminum, makan tepat waktu dan minum suplemen vitamin ya. Aku pamit dulu" ujar Rey.


"Baiklah Rey, terimakasih ya" ucap Maudy


***


Tak terasa, hari sudah petang, Diana pun akhirnya pulang ke mess. Saat dia membuka pintu dia terkejut melihat banyak makanan dan parcel buah di dalam mess.


"Haa, banyak banget, Dy. Keluarga kamu datang?" tanya Diana heran.


"Gak , Na. Ini dari Aditya dan Rey" jawab Maudy


"Wihhh, mantap jiwa, ternyata ini dari dua pangeran dari kayangan, bukan begitu tuan putri?" ujar Diana.


"Hahaha, kayangan mana, ngigau kamu, Na."


"Hahaha, yang penting dapat makanan gratis, Dy. Gimana keadaan kamu sekarang?"


"Udah enakan, Na. Besok udah bisa ngantor kok nih. Eh by the way Shafira tidur mana ya? udah beberapa hari gak pulang?" tanya Maudy.


"Gak tau sih, Dy. Tadi dia juga gak datang ke kantor, udahlah jangan dipikirin nenek sihir satu itu, ntar juga pulang sendiri. Sekarang pikirin kesehatan kamu aja dulu."


"Iya, Na." ujar Maudy.


------------------‐------------------------------------------------------------------


Thanks for support,

__ADS_1


💕💕💕


__ADS_2