
"Ahh, sudahlah, paling nanti juga baik lagi," ujarnya dalam hati. Aditya melanjutkan langkahnya dan kembali beraktifitas seperti biasa.
Tak terasa, jam sudah menunjukkan pukul 4 sore. Karyawan kantor satu per satu pergi meninggalkan meja kerjanya. Begitu pula dengan Maudy dan teman-temannya, mereka bergegas meninggalkan kantor. Saat hendak keluar, maudy berpapasan lagi dengan Aditya, dia masih dengan sikap cueknya dan sama sekali tak mengacuhkan Aditya yang berjalan tepat di sampingnya.
Aditya bingung dengan perubahan sikap maudy yang sangat tiba-tiba. "Dia sadar gak sih, aku ada disampingnya" gumam aditya dalam hati. Lalu, dia mencari perhatian Maudy, dengan berjalan lebih cepat darinya. Menyadari hal itu, Maudy pun menyusul Aditya dengan berjalan lebih cepat darinya. Aditya pun mengulangi lagi, mempercepat langkahnya, tapi kali ini maudy tak melampauinya lagi.
"Lah, kok dia gak lampauin aku lagi ya?." Matanya sambil melirik kebelakang. "Duh, pengen lihat kebelakang, tapi gengsi lah." Aditya melanjutkan langkahnya, kali ini dia memperlambat jalannya.
"Heeh, rasain, emang enak di dicuekin. Eh, tapi, apa dia merasa ya aku cuekin, jangan-jangan, dia bersikap bodo amat" gumam maudy dalam hati.
***
Sesampainya di mess. Maudy melamun, dia berbaring di atas kasur sambil menatap kantong berisi biji kopi, pemberian aditya beberapa hari yang lalu. Melihat wajahnya saja, sudah terbaca kalau dia sedang galau. Maudy masih memikirkan wanita yang bersama Aditya tadi.
"Ngapa sih kamu, Dy," tanya Diana.
"Gak kenapa-kenapa kok, Na." Sambil memberikan senyum palsu pada Diana.
Shafira menghampiri. "Eh, Dy, Na, malam ini aku gak pulang ke mess ya, kalian kunci aja pintunya" ujar Shafira.
"Kamu mau kemana?" tanya Diana
"Hang out lah, kepo banget sih kamu!" ujar Shafira. Meninggalkan mess.
"Eh, Dy, cari makan yuk" ujar Diana.
"Hem, malas ah, aku gak mau makan, lagi gak berselera" jawab Maudy.
"Alah, lebay, pokoknya temenin aku makan" tegas Diana.
Akhirnya, dengan berat hati Maudy mengikuti perkataan Diana. Mereka pergi mencari makan, sambil menikmati udara segar pada malam hari.
"Eh, Dy, kamu udah hubungin si itu, hmm, aduh siapa ya, cowok maskulin tadi siang?" tanya Diana.
"Rey."
"Nah, iya, udah hubungin si Rey? Gimana kalau kita ajakin makan bareng aja yuk" ujar Diana.
"Ide bagus tuh, Na. Aku sekalian mau tanya-tanya" jawab Maudy.
Maudy mengambil kartu nama Rey di dompet, lalu dia menghubunginya saat itu juga. Setelah beberapa kali tak mendapatkan jawaban, akhirnya Rey mengangkat telpon dari Maudy, dia menyetujui untuk ikut makan malam bersama Maudy dan Diana.
__ADS_1
Lalu, mereka bertemu di salah satu cafe yang direkomendasikan oleh Rey, tempat ini memiliki view sangat indah, posisinya pas di pinggir danau, semakin indah pada malam hari karena adanya gemerlap cahaya yang menghiasi setiap sudut cafe itu. Udaranya pun sangat sejuk, dengan alunan live musik yang sangat merdu.
"Waaah, indah banget, bisa betah nongkrong disini" ujar Maudy.
"Bener, Dy. Ini mah aesthetic banget. Setiap sudut punya warnanya tersendiri. Pasti mahal deh" ujar Diana.
"Kalian tenang aja, harganya bersahabat kok" bisik Rey. Sambil mengedipkan matanya. "Semenjak cafe ini buka sampai sekarang selalu ramai, tak pernah sepi pengunjung, ya ini alasannya, mungkin kalian merasakannya sendiri."
"Kalau gini sih, bisa tiap hari Maudy kesini. Baristanya ganteng gak?" tanya Diana. Sambil tertawa dan melirik pada Maudy.
"Eiitt, ga bisa, seminggu sekali, boleh. Katanya mau diet" jawab Rey.
"Haaa, serius Rey? Yang bener aja, gak ada cara lain apa 😔." ucap Maudy.
"No, no, no, nurut ya sama coach." Rey dan diana tertawa serentak. "Hahahahaha."
Tak lama kemudian, datang seorang waiter, memberikan buku menu. Rey mengambil buku menu itu dari waiter tersebut.
"Lihat, sekarang percaya kan, harganya bersahabat" ujarnya. Sambil menunjukkan daftar harga pada buku itu.
Lalu mereka pun memesan beberapa makanan dan minuman. Beberapa menit kemudian waiter datang kembali, membawa pesanan mereka.
"Waaahh, kelihatannya enak banget, ya gak, Dy" ujar Diana. Melihat makanan dengan penuh *****.
"Silahkan dimakan" ujar Rey.
"Tunggu-tunggu, kita posting-posting dulu dong." Diana mengambil beberapa gambar dengan sudut yang berbeda-beda. "Yaudah, ayo makan," ucap Diana.
Makanan di atas meja, habis, tak tersisa, Maudy dan diana sangat kekenyangan, karena mereka tak mampu menahan diri, untuk memesan banyak makanan.
"Duh, gila, kenyang banget" ujar Diana.
"Iya nih, gak telap bediri rasanya" kata Maudy..
"Makanya, makan itu secukupnya saja, kalian berdua kalap banget sih. Baiklah Maudy ini terakhir kali ya, kamu makannya kayak gini. Mulai besok kamu udah harus atur pola makan. Jangan lupa besok pagi kita joging," ucap Rey.
"Siap coach, mohon bantuannya" ujap Maudy.
"Kalian kesini pakai apa?" tanya Rey.
"Pakai taksi online, Rey" sahut Diana.
__ADS_1
"Oh, yaudah, kalau gitu biar aku antarin pulang, kebetulan aku bawa mobil. Biar sekalian tau juga tempat tinggal kalian" ucap Rey.
Maudy dan Diana memyetujui tawaran Rey. Sebelum diantar pulang kerumah, Rey membawa Maudy dan Diana berkeliling Kota Jambi.
"Makasih ya coach untuk malam ini, kami berdua seneng banget, akhirnya bisa keliling Jambi" ucap Maudy.
"Santai aja, next time kita jalan-jalan lagi ya.Oh iya, panggil aku Rey aja, jangan coach, biar lebih dekat" ujarnya.
"Iya Rey, terimakasih ya, kami pulang dulu, maaf ya gak bisa ajak mampir, karena ini mess perempuan" ucap Maudy.
"Thanks, Rey" ucap Diana.
Diana dan Maudy pun turun dari mobil, lalu masuk ke dalam mess.
"Kenyang banget gue dy" ucap Diana. Sambil mengelus perutnya.
"Iya ni sama, begah perut gue. Kantong juga ikut begah deh kayaknya" ujar maudy.
"Kamu sih, mesan banyak banget, jadi aku ikut kena imbas juga deh, ngabisin makanan kamu. Padahal tadi pagi katanya diet" ucap Diana.
"Hehehe, maaf, Na. Abis enak-enak banget makanannya. Dietnya mulai besok, hehehe," ucap Maudy.
"Eh, Dy. Tapi kamu sadar gak sih, menu-menu di cafe itu, sama percis kayak menu-menu yang ada di cafe saat pertama kali Ken ajak kita makan, ketika sampai di Jambi?" tanya Diana.
"Hem, gak inget gue, Dy. Udahlah lupain aja, gak penting.Oh iya kirim dong foto-foto tadi" ucap Maudy.
"Tumben, gak penting, biasanya aja, apa-apa yang berhubungan dengan Aditya pasti penting" ujar Diana.
"Udah ah, Na. Jangan dibahas lagi, gue lagi bete banget. Kirimin dong foto-fotonya" ujarnya.
"Oke-oke, udah dikirim tuh, via WA" jawab Diana.
"Makasih, Na. Gak sabaran deh pengen upload, bagus banget viewnya" ucap Maudy.
Lalu maudy mengepost salah satu vidio pendek ke media sosialnya, tanpa disadarinya, di vidio tersebut tampak wajah Rey sekilas.
***
*Ting Tong* [🔔 Maudy mengirimkan cerita baru]
Notifikasi masuk di handphone Aditya, ternyata selama ini Aditya selalu memantau medsos Maudy. Aditya langsung mengklik notifikasi tersebut, tiba-tiba matanya terbelalak, hatinya memanas setelah melihat vidio tersebut.
__ADS_1
"Siapa pria ini?" gumamnya dalam hati.