Si Gendut Kesayangan CEO

Si Gendut Kesayangan CEO
EPS. 28


__ADS_3

Diana terbangun dari tidurnya, lalu dia meregangkan badannya. "Huuaaaaa, lumayan juga nih pegelnya. Gak kebayang, gimana capeknya para pekerja disana, yang tiap hari harus memantau dan merawat kebun. Ya, gak dy. Ehh, buset, masih tidur ya?" ujar Diana.


Karena tak mendapat respon dari maudy, diana reflek melihat ke tempat tidur maudy, Dia terkejut, dan langsung bangun dari tempat tidur, melihat ke arah jam dinding, sambil mengucek kedua matanya. "Bener kan udah pagi, udah jam 05.30, duh, kemana sih ni anak. Diculik? gak mungkinlah ya, pasti penculiknya mikir, mau kasih makannya entar gimana. Hmmm...." Diana memeriksa ke toilet, ke dapur, tetap saja dia tak menemukan maudy.


Tiba-tiba terdengar suara ketokan dari pintu *tok tok tok* Diana sontak terkejut, detakan jantungnya meningkat, setelah mendengar suara ketokan itu, lalu dia berjalan mendekati pintu dan *kreeeekk* pintu terbuka. "Yaampun maudy, lo ngagetin gue banget tau gak sih! dari mana aja lo pagi-pagi buta gini udah di luar?" tanya diana panik.


"Aku cuma jalan-jalan keliling, menghirup udara segar, dan ini tadi ke toko sayur di depan beli pepaya. Kamu lebay banget ih, tapi makasih ya, berasa ada emak aku disini, hahahaha." ucap Maudy. Dengan menunjukan wajah tanpa dosa.


"Kayaknya, aku tau, arahnya kemana nih, kalau udah keliling pagi-pagi, pulang-pulang bawa buah pepaya, pake training pula. Lo diet ya?!" tanya diana. Matanya melotot seperti buaya yang siap memangsa.


"Kok gitu amet sih na reaksinya, emang aku ga boleh diet?" tanya Maudy.


"Hem, aku cuma khawatir dy, kamu ingetkan dulu pernah masuk rumah sakit karena diet? belum lagi, kamu kan ada riwayat sakit magh" tegas diana.


"Sini-sini, duduk dulu. Diana ... sebelumnya makasih ya na, udah perhatian banget sama aku, aku inget banget kok dulu pernah masuk rumah sakit karena diet, yaa ... alasannya memang karena pola diet yang ekstreme, makanya kali ini, aku ubah polanya jadi diet sehat. Jadi ... kamu tenang aja ya" ucap maudy pelan.


"Udah ah, gak tau, gue mau mandi, mau sholat." Diana langsung mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi.


Shafira terbangun dari tidurnya "Huaaaaaa, capek banget. Eh, ndut, tumben udah bangun? Wihhh, apaan tuh? Pepaya? Jangan bilang kamu mau diet?" tanya shafira. Maudy mengangguk, sembari mengupas kulit pepaya. "Hahaha, gak salah tuh? udahlah, gendut ya gendut aja, terima aja kenyataan" ejeknya.


Maudy tak menghiraukan ucapan shafira, dia terus melanjutkan kegiatannya, mengupas kulit pepaya. Setelah itu, dia memotong dan memasukkan pepaya tersebut ke dalam kotak bekal miliknya. Maudy mempersiapkan semuanya dengan penuh semangat dan kebahagiaan, sehingga diana tak tega untuk menghalanginya.


"Gue kok curiga ya, kemarin kamu di apain aditya sih dy? tiba-tiba berubah cepet banget gini? Atau jangan-jangan, kesambet kamu ya?" tanya diana.


"Ah, ngawur" jawab maudy.


"Mending ngawur, daripada kamu, ngelindur" ujar diana.


***


Sesampainya di kantor. Seperti biasanya, Ken udah stay di depan pintu masuk, membagikan sarapan pagi kepada seluruh karyawan. Menu sarapan pagi ini sangat tradisional, tapi gak diragukan lagi, pasti semua orang suka deh, nasi goreng kampung. Salah satu makanan favorite maudy, sampai-sampai hampir saja dia mengurungkan niatnya untuk diet.

__ADS_1


"Loh, gak ngambil sarapan dy? tanya ken.


"Oh, aku udah bawa sarapan ken" jawab maudy.


Diana berbisik kepada ken. "Lagi diet" ucapnya pelan, sambil menunjuk ke arah maudy.


***


Diana membuka kotak sarapannya di depan maudy. "Eemmmm, aromanya enak banget, pasti ini nasi goreng, bukan nasi goreng biasa deh." Dia menyuap satu sendokan nasi kemulutnya. " Mmmm... beneran enak banget, asinnya, manisnya, pedesnya, pas banget mantap deh. Nyesel pasti, kalau gak nyobain."


Mendengar ucapan diana, maudy reflek menelan ludah, makanan itu seolah memanggilnya, meminta untuk dimakan, rasanya nasi goreng itu sudah ada di dalam mulutnya. Akhirnya maudy tersadar. "Emm, gak-gak, gila lu na, godain orang diet, dosa tau. Udah ah, aku mau ke dapur aja." Maudy berjalan ke dapur, sesampainya di dapur, dia membuka kotak bekal makanannya, dan mengambil satu demi satu potongan buah pepaya untuk dimakan, sambil berkhayal yang dimakannya adalah nasi goreng super lezat.


"Hmm, nasi goreng tadi enak banget pasti ya." Sambil menatap pepaya di tangannya. "Stop maudy, stop. Kamu lagi diet, semangat" gumamnya dalam hati. Untuk lebih bersemangat, dia membuka ponselnya, dan membaca lagi pesan yang dikirimkan oleh aditya semalam. Tiba-tiba kadar semangatnya semakin meningkat drastis dan sangat menggebu-gebu, dua kata singkat, yang dikirimkan aditya, mampu menjadi booster untuk maudy.


***


Setelah selesai sarapan, maudy menyelinap ke depan ruangan aditya bertingkah bak detektif yang sedang membututi targetnya. "Pokoknya, hari ini, aku harus mendapatkan petunjuk, soal wanita yang diceritakannya kemarin" gumamnya dalam hati. Maudy memperhatikan setiap gerak gerik wanita yang berurusan dengan aditya.


"Ini suara kayaknya aku kenal." gumam maudy dalam hati. "Tapi kok, suaranya dekat banget ya." Perlahan dia, memutar badannya kebelakang, dan ... dia terkejut, melihat Ken, sedang berdiri tepat di belakangnya. "Ee-ee-e ... Ken, ngapain disini?" ujarnya


"Kamu yang ngapain disini?" tanya ken.


"Hemmm, ini ken, lagi, eee-- lagii ...." ujar maudy grogi.


"Ngintip ya kamu? aku laporin nih, ke aditya" ujar ken.


"Plis, plis, plis, jangan donggg ken." Mengeluarkan jurus rayuan mautnya.


"Yaudah, kalau gak mau dilaporin, kamu balik ke lobby sekarang juga!" ucap ken.


***

__ADS_1


Maudy bergegas kembali ke lobby, menemui diana dan shafira.


"Yaampun dy, kemana aja sih lo? Dari tadi dicariin juga. Ayo keruangan kak bunga sekarang, kita diminta menghadap beliau" ucap diana.


"Maaf ya na, pliss jangan marah, tadi aku keliling-keliling sebentar" ucap maudy.


"Keliling-keliling di didepan ruang aditya mungkin lebih tepatnya." Diana tertawa dan menarik maudy menuju ruangan bunga.


***


*tok tok tok* "Permisi kak, izin masuk" ucap diana.


Mereka membuka pintu, dan melangkah perlahan ke hadapan bunga dengan wajah sopan. Di dalam ruangan sudah ada shafira, yang dari tadi menghilang entah kemana.


"Silahkan duduk" ujar bunga.


"Ada apa ya kak kita dipanggil kesini?" ucap diana.


"Oke baiklah, jadi alasan saya memanggil kalian adalah untuk penyampaian renstra kerja, apa-apa saja yang akan kalian lakukan selanjutnya di kantor ini nantinya." ucap bunga.


[Bunga menjelaskan terkait renstra kerja, dan S.O.P kerja di kantor PT. Putra Jambi]


"Baik, sampai disini, ada yang ingin ditanyakan?" tanya bunga.


"Tidak kak" jawab mereka serentak.


"Silahkan keluar dari ruangan saya, dan persiapkan diri kalian, karena mulai besok sudah mulai beraktifitas" ujarnya.


Maudy, diana dan shafira pun berdiri dari sofa dan hendak meningalkan ruangan.


"Maudy, kami tetap disini" ucapnya.

__ADS_1


Seketika Shafira tersenyum kecil, mendengar ucapan bunga. Hmm, sepertinya mereka sudah merencanakan sesuatu.


__ADS_2