Si Gendut Kesayangan CEO

Si Gendut Kesayangan CEO
EPS. 31


__ADS_3

Hatinya terus gelisah tak tenang. Lalu dia menghubungi seseorang, via chat WA. "Ken, tolong cari tau tentang pria ini." Dia mengirim postingan Maudy.


*Ting Tong* Ken mengecek pesan masuk di handphonenya. "Haduh, apa lagi ini. Hmm, maudy lagi, maudy lagi, dasar bucin. Apaan tuh CEO Srigala, gak cocok, yang cocok CEO Bucin" ujarnya.


***


Keesokan harinya, pagi-pagi sekali, Rey mendatangi mess tempat maudy tinggal, sesuai janjinya kemarin, dia akan mulai melatih Maudy hari ini.


"Maudy, maudy, bangun," teriaknya. Sambil menggedor pintu.


Maudy terbangun, mendengar teriakan Rey, dia langsung bergegas bangun dari tempat tidurnya dan melihat arlojinya. "Mampus, hari ini kan mulai latihan, haduhh, pakai acara telat bangun" gumamnya dalam hati.


"Iyaa Rey, sudah bangun kok," sahutnya. Dia langsung mengganti pakaiannya, dengan tergesa-gesa. Setelah itu, dia membuka pintu.


"Mmm, hehehe, maaf Rey, telat ya?" ujarnya.


Rey melihat jam yang ada di tangannya. "Yupps, telat 10 menit, push up 10 kali" ucap Rey.


"Tapi, Rey--" ucapnya.


"No, no, no. Maudy, push up" tegas Rey.


Maudy pun melakukan push up di hadapan Rey. Nafasnya terengah-engah, keringatnya bercucuran, karena memang sebelumnya dia jarang olahraga.


"Gimana, capek gak? Ini hukuman, agar kamu lebih menghargai waktu dan komitmen. Jangan sampai satu keteledoranmu, merusak segala usaha yang sudah kamu lakukan. Jangan lakukan kesalahan lagi" ucap Rey.


"Siaap Rey" ujar Maudy.


"Ini minum dulu, biar nambah energi" ucap Rey. Memberikan sebotol minuman untuk Maudy.


"Terimakasih, Rey," ujarnya.


"Peraturan pertama, kamu harus banyak minum air mineral. Satu hari 3 liter, wajib, gak boleh nawar," tegas Rey.


"Ok, itu mudah banget." sahut Maudy.


"Semoga saja memang mudah ya. Ok, hari ini kita akan mulai dari olahraga yang ringan dulu. Tapi cukup membuat mandi keringat," ucap Rey.

__ADS_1


"Apa itu Rey?." tanya Maudy.


"Kardio," jawab Rey.


Rey mulai melatih Maudy, mulai dari melakukan pemanasan, dan mencontohkan berbagai gerakan-gerakan senam kardio. Keringat Maudy mulai bercucuran membasahi tubuhnya. Setelah selesai melakukan gerakan senam kardio, Rey mengajari maudy melakukan pendinginan, agar tubuhnya tidak keram.


"Huuh, seger, tapi lumayan melelahkan juga ya Rey" ucap Maudy.


"Ini baru permulaan, Dy. Oh, ya, Nanti siang aku akan datang ke kantor mu, mengantarkan makan siang."


"Ok, terimakasih Rey."


***


Setelah Rey pulang, Maudy bergegas mandi dan bersiap-siap, untuk ke kantor. Dia sedikit nervous hari ini, karena ini adalah kali pertama mereka akan resmi melakukan tugas-tugas kantor.


"Eh, udah siap aja, Dy" ujar Diana.


"Iya, Na. Abis olahraga, langsung mandi, wihhhh, seger banget" ucapnya.


"Haa, tadi Rey datang?" tanya Diana.


Diana bangun dari tempat tidurnya, dan mempersiapkan diri. Setelah itu, mereka berjalan ke kantor bersama. Seperti biasanya, di depan pintu kantor Ken sudah stay membantu karyawan lain untuk membagikan sarapan pagi. Kali ini ada yang berbeda, karena ada Aditya, yang juga ikut membantu membagikan sarapan pagi kepada karyawan.


Maudy dan Diana menghampiri mereka untuk mengambil sarapan. "Ini," ucap Aditya. Sambil mengulurkan tangan, memegang kotak makanan, kepada Maudy.


Maudy mengambil kotak makanan yang diberikan Aditya. "Terimakasih." Kotak itu diberikannya kepada Diana. Lalu dia mengambil satu kotak makanan lagi di tangan Ken untuk dirinya. "Terimakasih, Ken" ucapnya. Lalu dia menarik tangan Diana dan berjalan masuk ke kantor. Aditya melongo melihat sikap Maudy. "Uhuk, ada yang ngambek kayaknya" ucap Ken.


Pada siang harinya, Aditya datang ke ruangan para staff membawa singkong keju untuk mencari perhatian Maudy. "Selamat siang, rekan-rekan. Karena kalian sudah bekerja keras, ini ada sedikt cemilan, bisa kalian makan sambil bekerja." Matanya melirik ke sudut ruangan, tempat duduk Maudy.


Semua orang maju kedepan untuk mengambil jatah cemilan, hanya Maudy saja yang tak bergerak dari tempat duduknya, dia masih asik mengerjakan pekerjaannya, tanpa menghiraukan kehadiran Aditya dan singkong keju.


"Hemm, kenapa dia diam saja, bukannya dia paling suka dengan singkong keju," pikir Aditya.


"Duuhhh, pengen banget makan cemilan, tapi yang ada diet ku gagal lagi. Tahan maudy, tahan," gumamnya dalam hati. Sambil menggigit bibir dan menelan ludah.


"Yaudah, kalau gitu saya permisi, selamat bekerja kembali," tegas Aditya.

__ADS_1


Para staff merasa heran melihat perubahan sikap Aditya. "Eh, kamu ngerasa aneh gak sih, tumben kan ya, si boss kayak gini?" ujat salah satu staf.


"Iya sih, tapi yaudahlah, jangan dipikirin banget, sering-sering aja kayak gini, ya gak."


Tak sengaja mendengar pembicaraan staff kantor. "Heemm, iya juga sih, kalau dipikir-pikir sikapnya agak beda ya" gumam maudy dalam hati.


***


Aditya kembali ke ruangannya, dia gelisah melihat perubahan sikap Maudy padanya. Belum lagi mengingat perihal postingan Maudy, semakin membuat hatinya kalut.


*Tok-tok* Seseorang mengetuk pintu ruangannya. "Masuk." ucap Aditya.


"Ken, aku ingin menyampaikan sesuatu perihal permintaan mu kemarin malam."


"Hmm, gimana?," tanya Aditya.


"Pria itu kemarin malam nongkrong di cafe kita yang di dekat danau, bersama Maudy dan Diana, namanya Rey. Aku dapat informasi ini dari karyawan cafe kita, lelaki itu cukup sering datang ke cafe kita" ujarnya.


"Apa hubungan mereka?" tanya Aditya.


"Hemm, belum ada informasi tentang itu, Dit" jawabnya.


Lalu Ken pergi meninggalkan ruangan. Mendengar kabar itu hati Aditya semakin kacau, pikirannya gelisah, seperti ada luka yang menggores di hatinya. "Sebaiknya aku tanyakan langsung pada Diana siapa pria itu" gumamnya dalam hati.


Pada jam istirahat Aditya menghampiri Diana di ruangannya, tapi diperjalanan dia melihat ada seorang pria asing, dengan pakaian santai duduk di kursi loby, sedang menunggu seseorang, lalu Aditya menghampirinya. "Maaf, anda ada keperluan apa?" tanya Aditya.


"Mengantarkan makanan," jawab Rey. Sambil menunjukkan kotak makanan yang ada di tangannya.


Tak lama kemudian Maudy datang menggampiri Rey. "Saya mengantarkan makan siang" jawab Rey. "Ini makan siang kamu, Dy, jangan lupa dihabiskan ya." Memberikan kotak makanan pada Maudy.


"Aahh, iya, terimakasih Rey, aku udah nungguin loh dari tadi, kelihatannya enak banget nih" jawab Maudy.


"Enak dong, aku masak sendiri loh. Hmm. yaudah aku pulang dulu. Sampai bertemu besok ya" ujarnya.


Melihat kejadian di depannya, Aditya hanya terdiam mematung, hatinya semakin panas, melihat kedekatan Maudy dan pria asing itu.


"Selera kamu gak berkelas." ucap Aditya. Menunjukkan wajah sombong.

__ADS_1


Maudy tak menghiraukan ucapan Aditya. "Permisi pak" ujarnya. Lalu berjalan meninggalkan Aditya.


Aditya mulai merasa kesal dengan perubahan sikap Maudy padanya. "Maudy, lihat saja, aku akan buktikan, kalau aku bisa lebih baik dari pria itu" gumam Aditya dalam hati.


__ADS_2