
Aditya turun dari mobil dan membukakan pintu untuk Maudy. "Ayo turun, pelan-pelan" ucapnya dengan lembut.
Maudy hanya bisa melongo, melihat sikap Aditya yang begitu peduli dengannya.
"Hey, kamu liatin apa? Ayo turun!" ucap Aditya.
"Eee, iya pak." Maudy pun turun dari mobil.
Aditya berjalan masuk ke dalam cafe, tiba-tiba dia berhenti dan melihat ke arah Maudy. "Ingat, klien satu ini aku serahkan padamu" ujarnya.
Mendengar ucapan Aditya, wajah Maudy seketika memucat dan jantungnya berdetak kencang. Dia tidak menjawab ucapan Aditya, bahkan tidak meresponnya walau hanya dengan sebuah isyarat.
"Gilaak, ni orang ngerjain aku, atau gimana" gumamnya dalam hati.
Aditya memalingkan wajahnya, dan tersenyum tipis, melihat ekspresi wajah Maudy yang sangat tegang dan kaku. Lalu dia melanjutkan langkahnya masuk ke dalam cafe, mereka pun segera menghampiri klien yang sudah datang lebih dulu dan menunggu kehadiran mereka.
"Maaf pak saya terlambat" ujar Aditya.
"Ohh, tak masalah, saya juga baru sampai, silahkan duduk" ucap klien itu. "Siapa wanita ini?." Menatap Maudy.
Aditya melihat Maudy dengan memberikan isyarat agar dia memperkenalkan dirinya. "Perkenalkan saya Maudy, saya adalah mahasis--."
Aditya memotong ucapan Maudy. "Dia sekertaris saya."
__ADS_1
Mereka duduk, lalu memesan beberapa makanan dan minuman sebelum melakukan meeting. Maudy terlihat sangat canggung sekali, karena ini adalah pertama kalinya dia diminta untuk mempersentasikan proposal kepada klien. "YaAllah, gimana ini, aku aja belum paham apa isi proposal itu, bagaimana kalau gagal, apa yang akan dilakukan Aditya padaku, jangan-jangan dia akan memberi nilai jelek untuk matakuliah magang ku" gumam maudy dalam hati.
"Maudy, tolong keluarkan proposalnya" ucap Aditya.
Maudy mengeluarkan proposal dari tas nya dengan perlahan, berharap waktu bisa berhenti. "ini pak."
Aditya mendekatkan wajahnya ke telinga Maudy dan berbisik. "Apa kamu sudah siap untuk mempersentasikan isi proposal ini?" tanya Aditya. Merespon pertanyaan Aditya, Maudy hanya menggelengkan pelan kepalanya. "Baiklah aku yang akan persentasikan proposal, tapi kamu tau kan konsekuensinya?."
Maudy tak merespon ucapan Aditya, karena dia juga sebenarnya tak siap menerima segala konsekuensi yang dikatakan Aditya. "Dasar makhluk astral, aku di sodorkan buah simalakama, serba salah. Benar-benar jahat banget sih, aku kan gak tau apa-apa. Konsekuensinya pun aku gak tau apa, huh, abis mau gimana lagi, daripada proyeknya gagal" gumam Maudy dalam hati.
"Hey, kenapa melamun?" tanya Aditya. Lalu Maudy mengangguk, memberikan isyarat bahwa dia setuju dengan ucapan Aditya.
Aditya mengambil proposal yang ada ditangan Maudy. "Siap-siap menerima konsekuensinya" bisik Aditya. Sambil tersenyum jahat.
Maudy memperhatikan Aditya dengan sangat khusuk, kata per kata, mimik wajah, gerakan tangan, kepala, seluruhnya secara mendetail, bahkan tak ada kesempatan untuk mengedipkan mata, sangking mempesonanya lelaki dihadapannya. "Hem, wajar saja, dia bisa mencapai semuanya dalam waktu yang bisa dibilang sangat singkat, emang dia memiliki skill dan kemampuan yang, diatas rata-rata. Ketika dia sedang serius begini, auranya itu semakin menyengat, ahhh, rasanya pengen menghentikan waktu, biar bisa memandangi kamu selalu" khayalan Maudy. Sambil menopang dagu dengan tangannya.
"Eheemm."
Maudy tersadar dari khayalannya. "Hmm, udah selesai pak?" tanya Maudy.
"Kamu gak lihat kliennya udah gak ada lagi" jawab Aditya.
"Haa?? Kapan perginya pak" tanya Maudy bingung.
__ADS_1
"Makanya jangan bengong, malu-maluin aja" ucap Aditya. Lalu dia berdiri dari kursinya dan berjalan ke parkiran.
"Duuhhh, mampus gue" ucap Maudy dalam hati. Menyusul Aditya ke parkiran.
Di parkiran Aditya membukakan pintu untuk Maudy. Mendekatkan kepalanya ke wajah Maudy, dan berbisik. " Kamu masih ingat kan kesepakatan kita?."
Maudy mengangguk memberi isyarat bahwa dia mengingatnya.
"Aku mau ...."
.
.
.
Information:
Hai pembeca setia, maaf ya sudah membuat kalian menunggu terlalu lama 🥺. Jangan lupakan novel ini ya. Maaf karena author menghilang beberapa hari, karena ada sedikit kesibukan yang menyita waktu, hati dan pikiran yang benar-benar membuat saya tak bisa melanjutkan menulis alur cerita. InsyaAllah, kita mulai update terus ya.
Semoga kalian masih setia disini. Mohon dukungannya selalu.
with love ❤
__ADS_1