
Selama satu minggu ini Gio mendapatkan perlakuan yang tidak baik sehingga membuatnya harus mengatakan kepada ibunya, Gio ingin pindah sekolah aja.
"Ibu, namaku sudah sangat jelek di sana, bagaimana bisa aku bersekolah di tempat yang selalu mendapatkan banyak kata-kata kasar dan perlakuan tidak baik?"
Gio kita tinggal sangat kesal dengan apa yang menimpa dirinya.
"Gio, Ibu tidak pernah melarang apa yang kau inginkan tetapi berpikirlah dulu, dalam sebuah hubungan, pasti banyak sekali orang yang tidak menyukaimu. Kau tidak perlu melakukan apapun, tunjukkan bahwa kau memang kuat dan tidak mudah ditindas!"
Ibu menguatkan seorang Gio, sehingga panggilan telepon yang sangat diharapkan terdengar dengan jelas.
"Bu, aku masuk ke kamar dulu ya."
"Oke, jangan lupa mandi dulu karena bajumu itu bau sampah! dasar, anak-anak zaman sekarang sungguh meresahkan. Aku sudah seminggu iki mendapatkan 3 panggilan ke sekolah untuk bertemu dengan wali kelas Gio, selama satu minggu Gio pulang dengan bau sampah. Sungguh sangat luar biasa!"
Sang ibu menepuk keningnya, dia merasa pening.
Setelah menghela nafas, dia kembali bekerja.
..
Di kamar Gio ...
"Halo, aku mohon kau sangat menggangguku lagi!" ucap Gio.
__ADS_1
"Kenapa?"
"Orang-orang yang menjadi anak buah kekasihmu, mereka menghancurkan kehidupanku. Aku harus berurusan dengan para guru. Aku tidak pernah menyesal mengenalmu, tetapi, kau jangan dekati aku oke?"
"Gio, kenapa kau melakukan semua ini padaku?"
"Karena seharusnya kau tidak mengenalku dan tidak menelpon, aku sudah muak dengan semua ini!"
"Gio, aku sangat marah padaku?"
"Iya, jangan hubungi aku lagi."
Gio selalu menutup panggil telepon itu dan memblokir nomor Cleo.
"Begini lebih baik, aku tidak mau ke urusan dengan Cleo, yang paling penting adalah ibuku!"
"Dia sangat menyayangi, tetapi aku justru melakukan hal yang buruk, huft! jika ini bagian dari takdir aku akan merelakan."
Sang ibu menahan perasaannya lalu kembali bekerja.
.
.
__ADS_1
.
Dua jam kemudian ...
Gio masih terlelap tidur, tiba-tiba saja ada seorang gadis yang datang.
Sang ibu yang kebetulan masih berada di depan rumah sambil menjemur baju, terlihat tidak terlalu suka dengan kehadiran gadis itu.
"Gio sedang istirahat dan jangan pernah menganggunya."
"Maaf bi, aku harus menemuinya karena ada urusan yang ingin aku selesaikan."
"Tidak ada, aku sekarang paham kenapa Gio mendapatkan masalah, itu karena dirimu pastinya! mulai detik ini jangan pernah mendekati anakku!"
Sang ibu sudah selesai menjemur pakaian lalu masuk ke dalam rumahnya.
Sang gadis yang bernama Cleo, mencoba sabar karena apa yang dikatakan oleh ibu memang benar adanya.
"Aku juga tidak bisa memilih, karena sejatinya aku hanya akan memilihmu. Gio, muka kau paham bahwa aku sangat menyayangi dan ingin yang terbaik untukmu. Rasya, bukan siapa-siapa aku lagi karena aku sudah bebas darinya."
Sang gadis naik motor kembali dan pergi dari sana, dia membawa rasa sedihnya sangat mendalam karena Gio merupakan seorang laki-laki sangat perhatian dan menyayangi dirinya.
"Aku tidak pernah tahu alasanmu melakukan semua ini, sampai Ibu juga membenciku padahal pada awalnya kami terlihat sangat akrab."
__ADS_1
Sang gadis segera pulang ke kosannya dengan perasaan hampa dan menyedihkan.
*****