
Setelah selesai makan malam Gio kamar karena sudah mengantuk.
Dia segera menata beberapa buku pelajaran yang terjadwal hari ini, setelah itu dia pergi tidur.
Gio berdoa kepada Tuhan agar tidur dengan nyenyak agar besok bisa menjalankan hari-hari dengan baik
Di saat itu juga, dia teringat akan seorang gadis yang selama ini membuatnya terombang-ambing dalam kegalauan yang tidak jelas.
"Aku bertekad untuk melupakannya dan aku harus bisa!"
Gio mulai memejamkan matanya dan pergi tidur.
.
.
.
Pagi harinya, ada tamu yang tidak diundang yaitu seorang pria dewasa mencari Gio.
"Apakah benar ini rumahnya nyonya Heni yang seorang janda, dengan anak bernama Gio?" tanya pria itu kepada ibu Gio, kebetulan sang Ibu sudah ada di depan rumah.
__ADS_1
Dia sedang menyapu halaman.
"Ini, ini adalah rumah yang kau maksud, apa yang ingin kau katakan?"
"Aku anak buah dari mantan suamimu, aku mau minta baik-baik dan jangan marah-marah, datanglah ke restoran zzzz, tuan besar menunggu kalian berdua."
"Aku tidak tertarik untuk bertemu dengannya karena aku sudah membencinya, bilang padanya jangan pernah ingat kami lagi!"
"Nyonya, ini bukan masalah apapun aku tuan besar hanya rindu kalian berdua, jika pun kau tidak mau, aku pasti datang lagi dan menjemputmu bersama anakmu."
"Aku bukan kabur dari sini dan kau tidak akan pernah bisa menemukanku!"
Ibu Gio terkejut dengan apa yang dikatakan oleh pengawal yang bertugas untuk menjaga mantan suaminya itu.
Sang ibu teringat akan zaman dulu yang penuh cobaan tetapi dia mencoba untuk tetap tegar dan tidak mau menggubris apapun yang dikatakan oleh pria yang baru saja datang itu.
.
.
.
__ADS_1
Kini sang ibu, sudah berada di dalam rumah, dia berjalan menuju kamar Gio.
Dia tidak perlu mengetuk pintu karena pintu sudah terbuka.
"Gio? apakah kau sudah bangun?" ucap sang ibu.
"Iya, bukan hanya bangun, tetapi aku sudah berolahraga tadi. Ini baru saja pukul 05.30, aku berlari di belakang rumah. Lalu setelah selesai, aku berada di kamar saja. Tadi ada apa ya? ibu juga ngapain di depan rumah lama sekali."
Sang Ibu bimbang untuk mengatakannya karena sang putra tidak akan membiarkan ayah kandungnya menyakiti ibu.
"Ada siapa?"
"Tidak ada apa-apa."
"Aku tidak percaya dengan apapun yang Ibu katakan karena selama ini, ibu selalu mengatakan baik-baik. Padahal sebenarnya Ibu sangat membutuhkan ayah untuk menemani hari tua ibu, apakah itu tidak merasa bahwa kehidupan ini berputar? terus berputar dan menjadikan kita berada di dalam satu titik yang sama. Ibu bisa memaafkan ayah, kita akan menjalani hidup yang berbeda, dan lebih baik lagi."
"Nak, ibu sama sekali tidak ingin membohongimu tetapi, tetapi ketika kau mengatakan hal itu, Ibu merasa bahwa kau harus tahu yang sebenarnya. Ibu, baru saja mendapatkan kabar bahwa ayahmu sudah bercerai dengan istri keduanya. Entah apa yang terjadi di antara mereka, ayahmu ingin bertemu kita dan meminta datang ke sebuah restoran, namanya restoran zzzz."
"Aku tahu di mana restoran itu berada jadi, tidak ada salahnya untuk kita bertemu dengan ayah, sudah tidak menikah lagi dengan wanita lain. Ibu, selesaikan dengan baik-baik. Bicarakan semuanya dengan ayah biar apa yang di hati ibu itu bisa dilampiaskan."
*****
__ADS_1