SI KUTU BUKU

SI KUTU BUKU
Satu minggu kemudian ...


__ADS_3

Pagi pukul 07.00 ...


Hari minggu ...


Selama satu minggu ini, Rasya berada di rumah Gio untuk membantu merawat dan membantu menjalankan laundry ibu Heni.


Hari minggu ini, Rasya meminta izin pulang karena ada urusan penting.


"Kau adalah anak yang baik, ibu tidak pernah menyangka kau akan membantu ibu!" ucap Nyonya Heni merasa bahwa Rasya merupakan anak yang berbakti


Selama satu minggu ini, banyak hal yang sudah dilakukan oleh Rasya.


Dia membantu banyak hal bahkan mencuci pakaian sendiri.


Sebenarnya nyonya Heni tidak tega, karena Rasya tak terbiasa untuk melakukannya.


Hanya saja dia tak mau di bantu.


"Bu, terima kasih telah mengajarkan aku kemandirian."


"Iya sama-sama. Hati-hati di jalan."


"Oke, ibu juga."


Nyonya Heni melambaikan tangan ketika Rasya sudah siap untuk tancap gas.


Rasya tersenyum.


"Dia anak baik, hanya saja ibunya yang kurang perhatikan dirinya."

__ADS_1


Ketika sang ibu sedang menutup gerbang kecil itu, datanglah Anggi dan Cleo.


"Oh kalian berdua mau ambil laundry?" tanya sang ibu.


"Oh tidak, kami ingin menjenguk Gio."


"Oh begitu, oke silahkan masuk. Dia baru saja makan."


"Wah aku baru saja membelikannya ini."


"Buat nanti saja bisa."


Sang ibu dan dua gadis itu masuk ke dalam rumah Gio.


Perlahan berjalan menuju kamar.


"Cleo?" panggil Gio.


"Iya, aku mau sekolah besok, sudah banyak hal yang tidak aku lakukan, pasti PR menumpuk ya."


"Kau harus jaga kesehatan dulu, sekolah bisa nanti."


"Heh, tidak boleh seperti itu. Kau harus mendukung aku untuk sekolah lagi."


"Iya, terserah kau saja. Kau memang orangnya bandel dan tidak bisa di atur."


"Hehe, btw Rasya dimana? dia baik telah membuat aku menjadi sembuh."


"Rasya merawat mu dengan baik?"

__ADS_1


"Iya."


Cleo merasa bahwa Rasya memang sudah melakukan hal yang terbaik, dia menjadi orang yang lebih berguna dari sebelumnya.


Rasya tidak lagi menjadi arogan serta terobsesi terhadap satu hal, pemuda itu lebih memilih untuk menjadikan dirinya belajar atas semua yang pernah dia lakukan.


Sang gadis mendekat ke arah Gio, lalu mengatakan satu kali membuat jantung Gio berdetak sangat cepat.


"Aku sebenarnya sudah dari Rasya dan aku mencintaimu, kau memiliki perasaan yang sama?"


Gio tidak mampu mengungkapkan apapun, dia sangat senang tetapi merasa bersalah ketika harus menjadi kekasih Cleo.


"Aku hidup seperti ini saja tidak apa-apa, yang penting adalah kebahagiaan ibuku. Aku tidak membutuhkan cinta siapapun lagi, kau harus kembali kepada Rasya!"


"Aku tidak menyukai Rasya, aku hanya menyukaimu!"


"Tidak, aku adalah orang yang paling merepotkan seluruh dunia, sedangkan Rasya? memiliki segalanya dan mampu membuat kehidupan orang lain menjadi lebih baik, kau harus bersamanya demi aku!"


"Gio!"


"Aku tidak pernah memiliki perasaan apapun, bahagialah bersama Rasya!"


Sang gadis merasa sedih tapi dia menerima.


"Ya, aku memahami apa yang kau inginkan jadi aku tidak akan memaksa, tapi aku mohon kepadamu aku hilang bahwa ada perasaan lain yang kau simpan untukku!"


"Maaf, aku tidak seperti itu dan tidak ada rasa untukmu."


Gio merasakan sakit yang teramat ketika mengatakan tidak untuk orang yang sangat dia cintai, melakukan semua ini semata untuk membalas budi atas apa yang dilakukan oleh kepada keluarganya.

__ADS_1


Meski ibu Rasya sangat jahat pada keluarganya tetapi, Rasya adalah orang baik yang harus diberikan hal-hal yang terbaik juga.


*****


__ADS_2