SI KUTU BUKU

SI KUTU BUKU
Cinta masih adakah?


__ADS_3

Malam harinya ...


Kos cewek ...


"Anggi, apa kau tidak ingin makan sesuatu?" tanya Cleo.


"Ada apa Cleo?" jawab Anggi heran.


"Aku ingin makan mie pedas pinggir jalan itu, antar aku ke sana ya?"


"Oke, sebentar aku ambil kunci motor dulu."


Anggi yang sedang duduk di teras langsung beranjak dari tempatnya dan masuk ke dalam kamar kosnya.


Ketika menunggu Anggi keluar dari kamar, tiba-tiba saja ada suara klakson mobil.


Beberapa menit kemudian seorang Rasya turun dari mobil itu.


"Cle, aku ingin bicara denganmu, tolong jangan menghindar!"


Sang pria yang merupakan Rasya, tidak mau hubungannya dengan gadis cantik bernama Cleo berakhir.


Padahal, dia sudah menguruskan muka yang sangat dalam di hati gadis itu.


"Aku tidak mau mengatakan apapun kepadamu karena hubungan kita sudah selesai, apakah tahu bahwa aku ini terasa sakit hati denganmu? aku ingin pergi dan kau tidak boleh kemari lagi!"


"Kau mau kemana? aku akan mengantarmu!"


"Tidak perlu! kau pergi dari sini daripada aku akan memanggil pak RT, biar kau ditangkap dan dianggap sebagai pembuat onar di malam hari!"


Rasya memberi untuk mengalah, dia tidak mau menjadikan dirinya orang yang bodoh dan mendapatkan kecaman dari warga sekitar.


Rasya, masuk ke dalam mobilnya dan langsung tancap gas meninggalkan kosan yang ditempati oleh si gadis cantik.


Beberapa menit kemudian keluarlah Anggi dari kamarnya.


"Aku mendengar kau sedang ribut dengan Rasya, apakah kau ingin pergi bersamanya?"


"Aku tidak butuh dia. Sudahlah jangan urus orang tidak tahu diri itu!"


"Oke, kau tunggu aku di depan ya, aku keluarkan motor dari garasi."

__ADS_1


"Ya."


Anggi mengeluarkan motor dari garasi sedangkan Cleo, membuka pintu gerbang kosan itu.


Dia sudah siap naik motor Anggi, setelah itu meminta salah satu temannya untuk menutup gerbang.


Dia dan sang teman akhirnya tatap kas menuju warung pinggir jalan yang biasa menjual mie pedas kesukaan Cleo.


...


Di sepanjang perjalanan menuju pinggir jalan sang gadis menangis terisak.


"Jika masih suka jangan seperti itu, kau harus memperjuangkan apa yang sudah kau mulai! berdasarkan hati kau harus memberikan keputusan yang jelas, kalau masih suka harusnya kau meminta dia membuat komitmen untuk tidak menyakiti hatimu lagi, kau sumpah dia mau berubah dan meninggalkan kebiasaan mendekati para gadis cantik di belakangmu!"


"Aku tidak tahu apa yang ada di dalam hatiku sebenarnya, aku ingin meninggalkan Rasya tetapi dia begitu berkesan terhadapku. Dia terlalu menyebalkan ketika sudah mengemis kepadaku, tetapi cinta ini sungguh menyakitkan, aku ingin lepas dan move on dari pria kurang ajar itu!"


"Kau bisa melakukannya ketika mampu, aku tidak perlu takut untuk mengambil keputusan!"


"Sebenarnya, aku sama sekali tidak takut karena menjadi seorang yang pemberani adalah tujuan utamaku di dalam kehidupan ini. Kau tahu aku sejak bersekolah di tempat yang dulu, aku sangat keras kepala dan hanya Rasya yang mampu menaklukkan hatiku yang keras ini."


"Iya, semaksimal aku tetapi kau harus ingat bahwa tidak semua hal bisa kau handle dengan baik, aku adalah seorang gadis dengan perasaan yang rapuh meskipun sangat kuat! katakan saja jika kau suka, lakukan akhir yang baik bersamanya!"


"Anggi, aku tidak bisa melakukannya dengan segera meskipun kata-kataku saat kasar kepadanya."


"Cukup, aku ingin makan saja."


"Ya."


...


Warung pinggir jalan ...


Dua orang itu sudah sampai di dekat warung yang dimaksud, Anggi mematikan mesin motornya dan meminta Cleo lebih dulu selanjutnya baru dirinya.


"Pesan Cleo, aku akan membayar apapun yang kau makan."


"Serius!"


Sang gadis kemudian memesan mie pedas serta makanan pendamping lain, dua gelas es jeruk serta camilan.


Dia seperti orang yang sedang mengamuk ketika marah, makanan pedas menjadi saksi bahwa dia sedang tidak baik-baik saja.

__ADS_1


Anggi dan Cleo duduk lesehan untuk menunggu pesanan, Anggi punya pesan mie goreng spesial dan segelas es teh.


Beberapa menit kemudian makanan yang sudah dipesan datang.


Anggi cukup senang ketika sahabat meluapkan amarahnya dengan memakan semua makanan yang ada.


"Luar biasa kau ini, bagaimana bisa memakan semua ini dalam satu waktu?"


"Bisa saja, kalau hatiku sudah tidak boleh pasti aku akan memakan mie pedas ini!"


"Oke, kita nikmati saja."


Anggi dan Cleo, segera menyantap makanan yang sudah mereka pesan, tapi sebelum semua itu mereka sudah berdoa.


"Cleo, aku merasa kau lebih baik dengan Gio saja," ucap Anggi di sela makan malam mereka.


"Aku merasa mempunyai pemikiran sama denganmu, biasa aja aku ingin dekat dengannya sebagai seorang teman agar tidak terlalu kentara jika ingin bersamanya, mau Rasya menganggap Gio adalah rival."


"Ya benar, kau harus menjadikan pemuda culun itu teman yang baik, yaitu seorang yang rajin dan tidak pernah mengeluh. Dia belajar dengan giat agar bisa mengangkat derajat ibunya. Aku paham tentang Gio dari dulu, hanya saja kita tidak pernah satu kelas."


"Apa dia benar-benar culun atau hanya pura-pura?"


"Sebenarnya, dia itu hanya sering belajar dan matanya sedikit terganggu, untuk gayanya memang seperti itu dari dulu karena takut membebani ibunya yang hanya seorang ibu rumah tangga dengan sambilan laundry. Aku sering berbicara dengan ibunya yang sangat baik, darinya, ku tahu jika keluarga mereka ditinggalkan oleh pria yang tidak bertanggung jawab."


"Kau tahu semua tentang pemuda itu?"


"Iya, aku kenal karena dulu pernah mendekatinya, tapi aku terlalu kaya raya untuk bersamanya, itu yang ibunya katakan mewakili seorang Gio."


"Aku juga dari orang yang berada tetapi, oh ... dia selalu menghindar karena takut padaku, dia takut aku akan melakukan hal yang sama denganmu, takut dihina oleh seorang dari keluarga kaya?"


"Kurang lebih seperti itu, tapi aku rasa kau tidak boleh minder! selama ini kau bisa bersikap biasa saja dengan siapapun, bahkan dengan orang yang baru saja kau kenal seperti Gio."


"Dia baik dan apa adanya, itu yang membuatku sayang dan tidak bisa lepas dari seorang Gio, undangan pertama yang sangat berkesan Dan dia yang selalu menjaga image sebab merasa dirinya tidak tampan ataupun penampilannya yang culun."


"Ya, apa yang kau katakan ada benarnya tetapi kau harus berhati-hati jika nanti Rasya mengetahui semua ini, dia pasti akan mencari Gio dan menghajar si culun."


"Ya, aku paham!"


Dua orang itu kembali melanjutkan acara makannya dan menikmati malam ini hanya berdua dengan sahabat.


Rasanya syahdu tak terkira.

__ADS_1


*****


__ADS_2