SI KUTU BUKU

SI KUTU BUKU
Sesampainya di sekolah.


__ADS_3

Obrolan mengenai seorang Rasya, berhenti ketika berada di depan gerbang sekolah.


Mereka semua masuk ke dalam arah sekolah dan memarkirkan sepeda motor di tempat parkir yang sudah disediakan.


"Gio, aku duluan ya," ucap Chiko, seorang tetangga yang dulu benci pada Gio, tetapi karena ibu Gio sangat baik, akhirnya mereka saling mengenal.


Beberapa yang lain juga melakukan ejekan dan mengerjai Gio, tetapi berlalu karena sikap ibu Gio yang mempertegas bahwa mereka bukan hama.


Lama kelamaan, ibu dan Gio, mendapatkan tempat di hati para pembenci.


"Ya Chik," jawab Gio.


Saat semua murid yang bersamanya tadi pergi, tiba-tiba saja ada seorang murid laki-laki yang menghampirinya.


"Kau yang bernama Gio?" tanya murid itu.


"Iya ada apa?" jawab Gio.


"Ibuku sudah bercerai dengan ayah, aku tidak pernah menyalahkan kau tetapi kau hanya perlu tahu satu hal, harta ibuku tidak akan pernah dibawa oleh ayahmu!"


Gio terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Rasya, dia tidak memahami apapun.


Lalu dia mengajukan pertanyaan," Kau anak ayah dari istri kedua?"


"Ya benar sekali."


Gio sebenarnya sudah curiga sejak awal tetapi tidak mau terlalu memikirkan hal ini.


Gio ingin cuek, tetapi Rasya mencegahnya.


"Kau mau pergi kemana?" tanya Rasya sambil menahan pundak Gio.


"Aku ingin pergi ke kelas, sudah jam 07.00."


"Aku ingin memberikanmu peringatan, kita memang saudara satu ayah, tapi aku tidak sudi bersaudara dengan anak pelakor sepertimu!"

__ADS_1


Gio marah, tangannya mengepal.


Namun, dia bisa menahan diri.


"Maaf, aku harus pergi."


Gio menghindar, alhasil si Rasya mengumpat.


"Cemen! kau hanya murid laki-laki pengecut!"


Gio tidak mau berkelahi, dia memilih terus maju ke depan.


.


.


.


Kelas Gio ..


"Gio, istirahat nanti apakah kita bisa bicara?" tanya si gadis.


"Maaf, aku tak bisa."


"Gi!"


"Sorry, aku lebih baik menjaga harga keluarga, aku di sini untuk bersekolah bukan mencari keributan. Kau jaga Rasya, dia adalah kekasihmu."


Raut wajah Cleo terlihat menyedihkan, bagaimana tidak, dia sudah putus dari Rasya, kenapa harus kembali?


Justru Rasya yang meminta Cleo bersama Gio.


"Aku sudah putus dengannya, aku selama ini tidak masuk karena ada urusan keluarga."


"Aku sudah tidak peduli."

__ADS_1


"Gio!"


Gio tetap cuek.


.


.


Jam pertama ...


Semua murid nampak bersemangat sebab guru MTK tidak ada, karena ada rapat.


Semua mengerjakan soal MTK dengan canda tawa, meski hanya berlangsung selama satu jam setengah, tapi sangatlah menyenangkan.


Gio dan Rasya terlihat tak bersahabat, Gio juga merasa jika laki-laki itu sengaja datang ke sekolah untuk menyiksanya.


Namun, Gio harus pandai menyikapinya.


"Aku sudah selesai ketua kelas, aku izin ke toilet."


"Oke Gio!"


Gio keluar dari kelas, Cleo terlihat sedih.


Rasya mendekatinya.


"Cleo, aku sudah bilang, kau bisa dengan siapa saja, dia juga tak masalah jika mampu membuatmu bahagia?" ucap Rasya yang memiliki banyak rencana di kepalanya.


"Aku tidak paham denganmu, tiba-tiba lepaskan aku, tiba-tiba datang kemari. Aku cemas kau memiliki satu rencana meresahkan, Rasya!"


"Aku hanya ingin kau bahagia, itu saja. Kita masih SMA, tak ada artinya cinta monyet. Kau harus menikmati cinta tak berharga dengan Giomu itu!"


"Rasya!"


Sang gadis merasa kesal dengan murid laki-laki yang sok berkuasa itu.

__ADS_1


*****


__ADS_2