SI KUTU BUKU

SI KUTU BUKU
Masih Flashback.


__ADS_3

Dua orang itu terlihat keluar dari rumahnya, seorang wanita yang senang menghampiri keduanya.


"Aku suka, kalian putih apa yang aku katakan tetap satu hal yang tidak aku sukai itu orang miskin yang suka menghambur-hamburkan uang!"


Sang wanita sangat benci dengan Nyonya Heni karena memiliki harga diri yang tinggi.


Gio masih dalam keadaan sakit, tetapi harus pergi dari rumah itu.


Wanita yang sudah menghancurkan kehidupan keluarga itu, merasa sangat bahagia dan bahagia.


"Bagus, tidak ada perlawanan sama sekali! silakan pergi dari rumah ini karena aku membeli tanah serta bangunannya, aku juga memiliki surat penting atas kepemilikan rumah ini!"


"Dasar wanita jahat!"


Gio hampir saja melukai ibunya Rasya, untung itu langsung sikap menarik tangannya.


"Tidak perlu membalas kekerasan dengan kekerasan, kita lebih baik mengalah karena kita miskin! memiliki uang adalah yang berkuasa sehingga tidak perlu kita lawan."


Sang pemuda, apa yang dikatakan oleh ibunya dan besaran pergi meninggalkan wanita yang sangat angkuh itu.


"Huft, mengusir nyamuk sangatlah mudah!"


Sang wanita pergi dari tempat itu dan meninggalkan luka yang sangat dalam untuk Gio serta ibunya.


Flash back : off


.

__ADS_1


.


.


Di depan rumah Gio.


Seorang pria yang merupakan tetangga nyonya Heni memaparkan menjadi saksi mata ketika dua orang itu diusir dari rumahnya sendiri.


Dia menceritakan apa yang terjadi beberapa menit yang lalu.


"Jadi begitu Nona, tuan, aku juga tidak pernah menyangka jika wanita itu benar-benar mengusir Gio dan ibunya," ucap si pria.


"Aku tidak menyangka jika ibu melakukan itu!"


Rasya mengepalkan tangannya karena emosi.


Dia sama sekali tidak menyangka jika seorang ibu yang selama ini dia turuti keinginannya justru melakukan hal-hal di luar nalar dan cenderung kriminalitas.


"Apakah kau yakin itu ibumu?" tanya Cleo mencoba memastikan.


"Iya, dari ciri-ciri dan mobil yang dikatakan oleh bapak ini, sudah cukup menjadi bukti bahwa ibu datang kemari untuk mengusir keluarga Gio dari rumah mereka sendiri."


Sang pemuda dekat untuk mencari keberadaan kakaknya.


"Pak, apakah bapak tahu kemana arah mereka pergi?" tanya Rasya.


"Aku tidak tahu pasti tetapi kau hanya perlu ke stasiun, keduanya menuju stasiun."

__ADS_1


Satu titik terang telah ditemukan, saatnya mencari untuk mendalami apakah mereka pergi ke desa atau ke tempat lain.


"Terima kasih atas informasi yang telah bapak berikan."


"Iya nak, sama-sama. Bapak pergi dulu ya? karena ada pekerjaan."


"Ya pak, hati-hati."


Bapak itu pergi, Rasya masih menatap rumah Gio dengan pandangan yang nanar.


"Aku pernah tinggal di tempat ini dengan seorang ibu yang sangat baik, dia kami tidak membedakan kasih sayangnya, kami diperlakukan sama!"


"Sabar Rasya, kita akan menemukan mereka berdua! lebih baik kita segera menyusul ke stasiun daripada nanti ketinggalan!"


"Oke!"


Rasya dan Cleo, kembali menaiki motor dan tancap gas menuju stasiun, bulan stasiun itu hanya beberapa meter dari rumah Gio.


.


.


.


Sepanjang perjalanan keduanya tidak mengatakan sepatah ataupun karena otaknya penuh dengan kan masing-masing mengenai Gio dan sang ibu.


"Aku tidak tahu perasaan apa ini, tapi aku sangat merindukan Gio," batin Cleo.

__ADS_1


"Aku harus menemukan ibu, aku tidak akan pernah melupakan jasanya meskipun hanya satu minggu aku bersamanya," batin sang pemuda dengan tekad yang sangat besar untuk menemukan dua orang itu.


****


__ADS_2