
Sepanjang perjalanan menuju rumah Gio, sang pemuda melewati jalan yang cukup terjal, gang sempit serta persawahan yang sangat indah.
"Kau tahu dari mana ada tempat seindah ini?" tanya sang gadis.
"Haha, aku tahu karena memang selalu ketika mantanku mengejar, kau sudah paham jika gadisku memang banyak!"
Cleo diam saja karena tidak mau terlalu ikut campur urusan pribadi sang mantan kekasih.
Dia hanya mengiyakan apapun yang dikatakan oleh pemuda yang sok percaya diri itu.
Dua puluh menit kemudian sampailah di jalan raya yang berada di pinggiran kota, ini jalan pintas menuju kosan cewek.
"Oh, ternyata tembusnya lewat sini ya," ucap sang gadis yang baru saja mengetahui bahwa ada jalan seperti ini.
Selama ini, dia sama sekali tidak mengetahuinya.
"Haha, kau selalu berada di daerah ini tetapi sama sekali tidak memahami jalan, aneh."
Rasya kembali meledek sang gadis dan membuat dia harus mendapatkan cubitan.
"Haha, aku paham, tapi jangan cubit aku, sakit tauk!"
"Kau sedikit mengesalkan!"
Dua orang itu, senyum karena kembali menjadi dua orang yang heboh.
__ADS_1
Dua orang yang selama ini jarang bercanda tetapi setelah menjadi mantan justru lebih seru.
"Aku boleh menanyakan sesuatu kepadamu?" tanya seorang Cleo.
"Boleh, memangnya kau ingin bertanya apa?" tanya sang pemuda.
"Dulu aku sangat kaku tapi sekarang begitu bebas?"
"Iya, aku memang seperti ini dari dulu hanya saja banyak tekanan dari ibu, jadi aku harus benar-benar menjadi orang yang kuat. Kadang perasaanku harus aku ubah menjadi lebih dewasa karena keadaan."
Sang Ibu memang memberikan andil yang sangat besar untuk mengubah seorang Rasya menjadi pemuda yang cukup menyebalkan serta penuh dengan egoisan.
Ini dibuktikan dengan rasa iri terhadap Gio, dia bahkan belum mengetahui hal yang sebenarnya tetapi sudah menge-judge Gio sebagai anak pelakor yang jahat.
Kini dia ada bawa harta yang banyak tidak akan membuat hidupnya menjadi lebih baik.
Justru, memiliki harta yang banyak akan menjadi bumerang untuk diri sendiri jika lupa untuk bersyukur.
Ini yang coba diterapkan oleh seorang Rasya.
Rasya melakukan dari hati untuk setiap langkah kehidupannya agar lebih berwarna dan bermakna.
Dia sudah mendapatkan pelajaran yang sangat berharga seperti kemarin, sang Ibu adalah contoh yang buruk dan dia tidak boleh mengikutinya.
"Aku paham, ibumu hanya ingin yang terbaik untukku kau jangan merasa tertekan ya?"
__ADS_1
"Iya, aku sudah paham tentang semua itu, aku rasa aku sudah baik-baik saja dan tidak perlu dikasihani."
"Aku tidak mengasihanimu hanya saja kau terlalu polos ketika mendapatkan informasi dari luar, kau kurang mencari kebenaran yang ada dan lebih mengedepankan emosi."
"Hehe, maaf ya jika aku seperti itu, semoga kedepannya menjadi lebih baik dan tidak ada hal yang dirugikan dengan sikap yang aku tunjukkan."
Rasya merubah jati dirinya menjadi pemuda yang tangguh dan memberikan hal yang terbaik untuk orang-orang yang ada di sekitar.
.
.
.
Rumah Gio ...
Kedua orang itu sampai di depan rumah Gio, tetapi justru tidak ada tanda-tanda kehidupan.
"Apa mereka pindah ya?" ujar Cleo.
"Aku juga tidak paham, coba kau tanya orang yang akan datang kemari."
"Ya."
*****
__ADS_1