SI KUTU BUKU

SI KUTU BUKU
Merelakan.


__ADS_3

"Oke, aku tidak akan bersama siapapun! hatiku hanya untukmu, apakah kau tidak bisa merasakannya?"


"Cleo, aku mohon padamu jangan seperti ini. Aku lebih menyukai dirimu bersama Rasya."


Cleo merasa kesal dan berpamitan pulang.


Dia mengajak Anggi untuk pulang juga.


Cleo beralasan karena ada tugas yang belum selesai.


Nyonya Hana memberikan izinnya dan tidak bisa menahan siapapun untuk pergi.


..


Sang ibu, mengantar dua anak gadis itu sampai di depan gerbang.


"Terima kasih atas kebaikan kalian menjenguk anakku," ucap sang ibu.


"Sama-sama bu, aku merasa bahwa Gio teman terbaik kami dan tidak bisa ditinggalkan begitu saja, kami akan selalu memperhatikannya sampai kapanpun."


Sang ibu sebenarnya memahami bahwa hadis yang ada di depannya menyukai anak laki-lakinya, dia tidak mau mencampuri urusan cinta Gio-Cleo, toh mereka berdua masih SMA.

__ADS_1


Jika mengatakan saling cinta hanyalah cinta monyet semata.


Dua gadis itu berpamitan untuk pulang ke kosan, sang ibu memberikan izinnya.


.


.


.


"Anak muda yang lucu."


Sang ibu tersenyum, dia teringat akan masa mudanya dulu.


"Hen!"


Dengan refleks, nyonya Heni menoleh.


"Kau?" ucap nyonya Heni terkejut mendapati ada seseorang pria yang berada tepat di depan matanya.


"Iya, aku hanya ingin menemui anakku, apakah Rasya sudah memberikan uangnya aku kirimkan padanya? aku hanya ingin memberikan nafkah."

__ADS_1


"Oh, jadi semua uang itu darimu? jika begitu aku akan mengembalikannya, mendapatkan uang jelas dari orang sepertimu!"


"Heni, aku hanya ingin meminta maaf karena kesalahanku yang dahulu, aku tidak pernah menyangka kau harus bekerja keras setelah kita berpisah, padahal aku sudah berjanji akan memberikan uang setiap bulannya!"


"Heh! apakah kau masih memiliki hati? sudah meninggal kami dan kembali lagi dengan uangmu itu! aku tidak habis pikir, kok ada orang yang menyebalkan sepertimu?"


"Heni, jangan keras kepala karena aku tahu anakmu sedang sakit!"


"Aku ya memahami anakku sendiri bukan kau, apakah kau merasa bahwa hidup ini begitu mudah ketika seorang pria meninggalkan wanitanya dalam keadaan berbadan dua, sedangkan pria itu pergi dengan wanita kaya raya! pria itu bangkrut, sang pria lalu kembali kepada wanita yang telah disakitinya! kau memang tidak bermoral!"


"Aku tidak pernah bangkrut karena memiliki perusahaan sendiri dengan modal yang aku miliki, aku merasa bersalah kepadamu dan anak kita jadi aku menceraikannya, aku juga tidak berharap kau mau menerimaku kembali karena kesalahan yang aku lakukan sangat besar. Aku ingin kau memaafkan aku dan berikan kesempatan untukku merawat Gio."


Air mata nyonya Heni tak bisa dibendung lagi dan dia menangis, seorang wanita yang selamat bertahun-tahun menjaga harga diri keluarga dan menjalani kehidupan yang sangat sulit hanya berdua dengan anaknya, seorang wanita yang tangguh dan tidak pernah mengeluh karena kehidupannya yang sulit.


"Aku telah merelakan kepergian mu dan jangan pernah kembali! aku merasa kau akan membawa masalah, hiks. Berikan kami nafas untuk sekedar hidup! tidak mau mantan istrimu mengetahui bahwa dirimu menemui kami, dia tidak akan tinggal diam dan pasti menyiksa kami berdua!"


Sang pria, memahami hal ini tetapi dia tidak mau terlibat dalam permasalahan yang sama.


"Aku akan mengurus Ibu Rasya itu, kau Tetaplah disini jangan pindah karena aku akan datang untuk memberikan solusi atas segala permasalahan mu, aku pamit dulu."


Sang pria kemudian pergi lagi dan meninggalkan Nyonya Heni seperti saat itu.

__ADS_1


*****


__ADS_2