
"Kau tahu tidak? di depan toilet ada orang pingsan?" ucap seorang murid yang ada di meja sebelah Cleo.
"Iya, aku rasa dia Gio!" jawab teman yang lain.
Deg!
Sang gadis ingin segera beranjak dan memeriksa siapa yang sebenarnya pingsan di depan toilet.
Dia benar-benar merasa bahwa tidak ada yang bisa diandalkan.
Gio juga disakiti.
"Kau mau kemana?" tanya Rasya.
"Aku sudah melakukan apa yang kau mau, kau menyakitinya? pembohong!"
Cleo segera pergi dari hadapan Rasya.
Rasya terkejut dengan apa yang terjadi, dia merasa tidak memerintahkan apapun kepada anak buahnya tetapi kenapa ada kejadian seperti ini.
.
.
.
Unit Kesehatan Sekolah ...
Gio di bawa oleh salah satu murid ke dalam UKS, dia secara tidak sengaja menemukan Gio dan langsung bergerak cepat.
Dia melaporkan kepada guru tentang masalah ini.
__ADS_1
Cleo yang langsung mendapatkan informasi bahwa Gio ada di UKS, langsung otw ke sana.
Dia langsung masuk ke dalam UKS yang sudah ada tiga orang.
"Cleo, sepertinya dia satu kelas denganmu?" tanya teman dari kelas yang lain, yang kebetulan mengenal Gio.
"Iya, biarkan aku saja yang menjaganya."
Sang gadis kemudian mendekat kepada Gio yang terbaring lemah, dia masih dalam kondisi pingsan.
"Gio, sebenarnya apa yang terjadi padamu?" batin sang gadis merasakan sakit hatinya melihat Gio kesakitan dengan luka hampir di sekujur tubuhnya.
Di saat yang seperti ini, Rasya datang juga, dia tidak tahu apa-apa.
"Cleo?" panggil Rasya dari arah pintu.
"Untuk apa kau kemari?"
Cleo sepertinya sudah malas dengan Rasya yang hanya berbohong.
"Para guru sudah menyelidiki, jika itu adalah ulah mu, aku tidak akan membiarkanmu! aku tak akan memaafkanmu Rasya!"
Rasya tidak merasa melakukannya sehingga mengelak.
"Aku tidak melakukan apapun, dan dia seperti itu, bukan karena aku!"
"Bohong! lebih baik kau pergi saja dari sini."
Rasya tidak mau.
"Gio, dia kakakku."
__ADS_1
"Apa?"
"Kau belum tahu?"
"Belum, aku sama sekali tidak pernah tahu akan hal ini, Gio adalah pemuda sederhana. Dia tak pernah macam-macam, aku tahu kami saling suka, tapi dia selalu diam."
Rasya lalu berpikir, apa yang dikatakan ibunya adalah satu kebohongan.
"Ibu mengatakan padaku jika Gio dan ibunya merampas ayah dan memperkaya diri. Ini apa? bahkan Gio hidup sederhana?" batin Rasya yang mulai berpikir ada keanehan.
"Sebentar Cleo, aku ingin menelepon ibuku."
"Terserah kau!"
Rasya terlihat keluar dari UKS dan segera menelpon ibunya.
"Ibu? apa ini? ibu telah berbicara kebohongan?" tanya Rasya sangat kecewa.
"Ibu tidak berbohong, Heni memang melakukan kecurangan. Dia telah menceraikan ibu dan berusaha mengambil harta ibu, dia memperkaya diri sendiri dengan istri pertama, serta anaknya."
"Cih, semua omong kosong! pasti ibu yang telah membuat Gio terluka?"
"Haha, ibu hanya meminta teman-temanmu, ibu memberikan mereka uang. Mudah sekali merayu anak muda."
"Ibu sangat jahat! aku tidak mau pulang, aku malas tinggal dengan ibu yang pembohong!"
"Rasya! dengarkan ibu nak, Rasya!"
Sekarang Rasya sudah memahami apa yang terjadi, dia tidak akan membuat segalanya menjadi rumit, dia hanya perlu mencari keberadaan ayahnya yang sudah pergi, serta info dari ibu Gio.
Rasya masuk ke dalam UKS.
__ADS_1
"Aku minta tolong jaga Gio, Cleo. Aku sesuatu yang harus aku lakukan."
*****