SI KUTU BUKU

SI KUTU BUKU
Pulang.


__ADS_3

Setelah berdebat cukup lama akhirnya, Rasya yang mengeluarkan uang untuk membayar semuanya.


Sang gadis, tidak diperbolehkan untuk mencampuri urusan pembayaran ini.


Dia berdali adalah seorang laki-laki dan harus bertanggung jawab atas temannya.


Memang ya, kalau seorang pria dengan mental orang kaya selalu melakukan hal ini di manapun.


Sang gadis diam-diam tersenyum karena mendapati Rasya lebih dewasa dalam memberikan keputusannya.


"Aku akan membayar semua ini tuan, Ini uangnya 5 juta."


Sang pelayan yang sedari tadi menunggu sambil mengantuk, tiba-tiba saja mendapatkan kegembiraan.


"Oke tuan, kalian boleh membayarnya di kasir."


Keduanya bahkan lupa jika dia sedang makan di restoran bukan di warung pinggir jalan.


"Haha aku hampir lupa dengan apa yang aku lakukan di sebuah restoran, aku ini terlalu memikirkan hal-hal yang tidak penting yaitu ibuku. Dia keras kepala dan membuatku pusing!"


Sang pemuda beranjak dari tempat duduknya lalu memberikan uang kepada kasir.


Setelah membayar, dia mengajak sang gadis untuk pergi dari restoran itu.


.


.


.

__ADS_1


Di luar restoran ...


"Aku merasa sangat kenyang dan sangat mengantuk."


Sang pemuda benar-benar kelelahan karena berjalan dari rumah sampai ke tempat itu, perumahan di daerah Steve, sebenarnya dia ingin berteduh di sana tetapi justru diserempet oleh seorang gadis yang sangat dia kenal yaitu Cleo.


Alhasil rasa takutnya menjadi sangat banyak, makan makanan yang sangat enak serta memiliki cita rasa yang tinggi.


Namun, kembali lagi ke awal yaitu dia yang membayar.


"Haha, sok-sokan ngajak aku makan padahal aku tidak bisa membayar!" ledek Rasya sambil naik di atas motor.


"Hm, restoran ini dulu sangat murah bahkan aku hanya mengeluarkan uang satu juta untuk makan bersama dua orang," cetus sang gadis membela diri.


Dia tidak mau disalahkan karena selalu membayarkan makanan orang-orang yang bersamanya, tapi hari ini dia cukup apes, sehingga mendapatkan ledekan tak kunjung hati.


Ledekan dari seorang Rasya akan selalu diulang sampai kapan membuat Cleo harus tahan mental.


"Mau pulang atau ngedumel mulu?" cetus sang pemuda.


"Pulang, aku mau pulang saja, karena kau selalu mengejekku!" jawab seorang Cleo dengan senyum penuh kebahagiaan.


Dia tidak pernah menyangka akan mendapatkan hal seperti ini, sebuah rasa nyaman yang dihadirkan oleh mantan kekasih.


.


.


.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian mereka memutuskan untuk segera pergi dari restoran itu, karena ada beberapa hal yang harus dilakukan salah satunya menjenguk Gio.


Kini Rasya memutuskan untuk duduk di jok depan, sedangkan Cleo berada di jok belakang karena dia ingin ngebut.


"Kau siap?"


"Siap! kau hati-hati karena kakinya masih sakit!"


"Ashiiap, aku selalu hati-hati kau saja yang tidak tahu."


"Kau memang orang yang ngeyel dan selalu menyebalkan!"


"Haha, ya aku memang seperti itu dan kau sudah memahaminya sejak dulu."


Sang pemuda menghidupkan mesin motor, lalu tancap gas menuju rumah Gio.


Rasya mengendarai motor itu seperti pembalap, kemudian sang gadis menegurnya.


"Jangan lewat jalan besar, aku tidak pakai helm."


"Ya kan, aku pakai, kau tenang saja."


"Ih ngeyel sih kalau dibilangin."


"Aku tahu jalan tikus yang cukup di jitu."


"Ya, kau lewati jalan tikus itu, aku tidak tahan dengan kecepatan motor ini."


"Haha."

__ADS_1


*****


__ADS_2