SI KUTU BUKU

SI KUTU BUKU
Rumah Rasya.


__ADS_3

Ruang Tamu ...


"Apa yang kau lakukan selama seminggu ini?" tanya sang ibu dengan nada yang sangat tinggi.


Dia terlihat marah karena sang putra sama sekali tidak menjawab panggilan telepon darinya justru selalu direject.


Rasya seolah tidak mau mendengarkan apa yang dikatakan ibunya dan langsung pergi, Rasya tiba-tiba berhenti ketika sang ibu akan menghancurkan keluarga Gio.


"Ibu, aku sudah mengetahui segalanya dan Ibu jangan pernah berbuat aneh-aneh dengan keluarga mereka, ibu akan melawanku jika berani!"


Sang putra memberikan perlawanan yang cukup sengit sehingga sang Ibu tertawa.


"Haha, apa yang kau miliki sebenarnya? semua yang Ibu berikan adalah harta, kurang apalagi untukmu? kau jangan sok! ketika kau keluar dari rumah ini, mana bisa mendapatkan uang untuk hidup! kau yang membiayai segalanya dan kau hanya menerima!"


"Oh, jadi ibu perhitungan terhadap anaknya sendiri? Ibu merasa menjadi orang yang berkuasa? baiklah aku sudah memahami apa yang dikatakan oleh semua orang, mereka mengatakan bahwa ibu itu memang hanya terobsesi dengan diri sendiri serta kekayaan. Aku tidak heran jika ayah lebih memilih untuk pergi dan meninggalkan harta ibu!"


"Haha ... kau hanya anak kecil, tahu apa tentang masalah orang dewasa! ibu tidak pernah mengampuni jika melawan."

__ADS_1


"Ibu, aku tidak pernah melawan Ibu tetapi Ibu harus tahu jika kehidupan di luar sana lebih terbuka daripada pemikiran ibu yang sangat primitif, ibu telah merebut ayah dari Nyonya Heni, apakah ibu menyadari bahwa kesalahan itu sangatlah fatal? aku adalah korban dari keegoisan ibu, ibu memaksa ayah untuk bersama! jadi bukan ayah yang ingin menguasai harta, tapi Ibu yang ingin menguasai ayah! ibu sangat benci dengan Nyonya Heni karena dia lebih dari segalanya!"


Rasya sudah mendapatkan fakta yang terbaru, nyonya Heni sudah menjelaskan fakta yang sebenarnya dan tidak pernah mengatakan bahwa dirinya lebih baik dari siapapun, dari segala cerita yang diberikan kepadanya, dia memberikan pendapat bahwa ibunya sendiri yang memiliki obsesi yang terlalu berlebih.


Sehingga, sebagai seorang anak yang sudah beranjak dewasa sudah bisa berpikir akan hal yang baik dan buruk.


"Ibu sudah memutuskan agar kau segera pergi dari sini!"


"Oke, aku tidak pernah ingin tinggal di tempat orang yang sangat benci terhadap kebahagiaan orang lain, tidak akan membawa uang sebesar pun serta fasilitas yang ada. Aku pergi dulu!"


Rasya kemudian keluar dari rumahnya sendiri, membuat sang Ibu murka.


Sang ibu, hubungi salah satu anak buahnya untuk membuat kehidupan anaknya menjadi sengsara, dengan sengaja dia mengikuti langkah putranya, namun lewat anak buah.


Sang anak, tidak mengetahui apapun, dia hanya jalan kaki untuk nginap di rumah salah satu temannya yang berada di kompleks perumahannya, meskipun satu perumahan tetapi jaraknya cukup jauh.


..

__ADS_1


Rumah Ryo ...


Suara bel telah berbunyi, seorang satpam membuka gerbang.


Di sana dia melihat Rasya.


"Paman, ada Ryo?"


"Den Ryo, ada. Silakan masuk."


"Tidak paman, aku minta tolong kepada paman untuk memberitahu Rio kalau aku butuh baju dan sandal, aku berharap dia mau memberikannya."


"Loh, apa kau pergi dari rumah den?


"Tidak, aku hanya tidak punya rumah sekarang."


Sang satpam tidak mau terlalu mencampuri urusan Rasya jadi dia segera masuk untuk memberitahukan Ryo tentang keberadaan teman.

__ADS_1


*****


__ADS_2