
Sore hari ...
Pukul 16.00, masih hari minggu ...
"Apa kau tahu, kita sudah mengobrol selama berjam-jam?" ucap Cleo.
Dia bahkan lupa mengirimkan pesanan kepada salah satu pelanggan.
"Oh iya, kau mau datang ke rumahnya Steve ya? aku ambil paketnya, dia beli satu set pencuci muka serta serum, semua itu demi kekasih hatinya. Bahkan semua itu dia berikan untuk hadiah."
Anggi kemudian beranjak dari tempat duduknya dan mengambil paket yang sudah ia bungkus.
"Ini, kau antar ya," imbuh sang teman.
"Ok, aku pergi dulu, aku pinjam motormu ya."
"Ya."
Cleo terlihat keluar dari kosan itu dan menuju garasi, setelah sampai garasi dia langsung menaiki motor Anggi.
Perlahan tapi pasti, Cleo membuka gerbang kosannya dan pergi dari tempat itu perlahan.
"Huh, suasana sore ini sangatlah indah, tidak pernah menyangka akan merasa lega ketika bercerita kepada Anggi, dia adalah orang yang pertama kali menerimaku menjadi teman tapi bukan gadis manja yang memiliki banyak harta, dia mendapati aku sebagai seorang gadis tidak punya apapun. Aku belum bisa memberikan balasan yang setimpal," batin Cleo sambil mengendarai motor menuju tempat Steve.
Namun, dia melamun dan tidak sengaja menyerempet seorang pria.
"Maaf! aku tidak sengaja!"
Cleo turun dari motornya dan membantu seorang laki-laki yang membawa koper.
Dia ketika mendapati wajah Rasya.
"Rasya?"
__ADS_1
"Cleo?"
"Apa yang kau lakukan di sini? harusnya kau ada di rumahmu kan?" tanya Cleo.
"Ceritanya sangat panjang, kau mau ke mana?" jawab Rasya.
"Aku mengirimkan paket kepada pelanggan, kau ikut aku saja, belum makan kan?"
"Iya, tapi aku merepotkan tidak?"
"Tidak sama sekali, aku hanya ingin membantumu."
"Ya, terima kasih."
Rasya merasa kakinya cukup sakit sehingga dia harus berhati-hati naik ke motor itu.
Sekarang Rasya sudah membonceng Cleo, mereka berdua terlibat pembicaraan ketika motor berjalan dengan kecepatan standar.
"Aku diusir oleh ibuku, aku pergi ke rumah Ryo, dia memberiku banyak baju dan celana, ada sepatu juga. Lalu dia memberikanku uang cash," ucap Rasya.
"Iya, kita pernah mendapatkan masalah ketika bertemu dengan polisi, kita membuat masalah, dia yang menyelesaikannya."
"Haha, kok masih ingat itu juga?"
"Aku takkan pernah lupa ketika Ryo memberikan uang untuk polisi itu, karena kita melanggar Lalu lintas."
"Iya, sebenarnya kita bisa sidang, tapi kita kan sedang ujian, jadi dia tidak mau kita terlambat!"
"Sungguh luar biasa Ryo."
Rumah Steve tinggal beberapa blok lagi, Rasya tak sengaja memeluk Cleo, laki-laki itu langsung meminta maaf.
"Maaf Cleo, bukan maksudku untuk memelukmu tetapi jalannya sangat terjal, mungkin kau tidak tahu jika ada polisi tidur."
__ADS_1
"Tidak masalah."
Keduanya cukup canggung karena selama ini permusuhan, tapi hari ini Cleo dan rasa terlibat perbincangan yang cukup akrab.
.
.
.
Rumah Steve ...
"Wah, kalian balikan ya?" tanya Steve.
Dia adalah kakak kelas Cleo dan Rasya, di sekolah yang dulu.
"Heh, sok tahu kau!" sahut Cleo.
"Ya kan aku sangat senang jika kalian berdua bisa bersama lagi, otak kalian kan sama, sama-sama cerdas dan tidak bisa diatur!"
"Hm Steve!"
"Haha, oke-oke. Semuanya berapa?"
"Dua juta saja."
"Siap."
Steve memberikan uang kepada Cleo.
"Terima kasih ya Steve."
"Oke."
__ADS_1
*****