
Cleo menghampiri Rasya, di temani oleh Anggi.
Rasya tersenyum dengan wajah yang pucat.
"Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Anggi agak kesal.
Harusnya Rasya tak seperti ini.
Namun, nyatanya Anggi juga memarahi Rasya.
"Sya, kau itu sudah bersalah. Jadi harus bertobat."
Bruk!
Rasya jatuh tersungkur, dia berada di dalam pelukan Cleo.
"Kenapa jatuhnya milih ini," batin Anggi.
Anggi membantu memapah tubuh Rasya masuk ke area kosan yang tidak boleh ada laki-lakinya.
Namun semua ini demi kebaikan, jangan sampai keduanya mendapatkan masalah lebih pelik ketika mengurus seorang Rasya yang kerasa kepala.
.
.
Kamar Anggi ...
"Di sini saja, aku akan bilang dia itu adikku," ucap Anggi.
"Apa ibu kos tidak curiga?" tanya Cleo ragu.
"Justru tidak ada yang meragukan karena aku yang mengakui dia siapa. Kau ambil obat di kotak obat, dia sudah terlihat pucat dan harus segera mendapatkan obat."
Cleo melakukan apa yang di katakan oleh Anggi, ada luka juga di lengan, seperti terjatuh dari motor.
Sebelum melakukan apapun, keduanya bingung.
__ADS_1
Badan Rasya basah dia masih berada di atas sofa yang ada di dalam kamar Anggi.
"Bagaimana cara mengganti bajunya?" tanya Anggi.
"Aku akan menelpon Gio."
"Kau jangan telepon dia, yang lain ada?"
"Aku tidak ada nomor lainnya, untung tadi malam dia miscal, jadi aku tahu nomor miliknya. Sebab aku yang memberikan nomor itu."
"Oh begitu, oke. Kau lakukan saja, bisalah nanti di urus sama Gio."
"Iya Anggi, kita mana bisa mengganti bajunya."
"Merepotkan sekali."
..
Setelah itu, Cleo menelpon Gio.
"Gio?" sapa Cleo.
Terdengar jelas dari suaranya.
"Aku ingin minta tolong kepadamu," pinta Cleo.
"Ada apa ya?"
"Kau datanglah ke kosan cewek, ada seorang pemuda yang tadi malam menungguku. Dia meminta maaf padaku dan aku mengabaikannya. Namun, keesokan harinya tiba-tiba basah kuyup. Aku tidak bisa membawanya pulang, nanti dikira aku melakukan hal buruk padanya. Nah, sebelum semua itu terjadi, aku atau tolong kepadamu untuk membawa baju laki-laki dan yang membantu mengenakan baju pada tubuh laki-laki itu."
"Siapa laki-laki itu?"
"Mantanku, Rasya!"
Suara Gio sekejap menghilang, membuat Cleo harus memanggilnya berulang.
"Gio, bagaimana? kau bisa melakukannya."
__ADS_1
Suara Gio belum muncul, sampai Cleo mengira bahwa Gio sudah mematikan ponselnya hingga suara Gio kembali muncul.
"Murid laki-laki yang mengantarmu pulang?"
"Iya dia."
"Oke. Aku akan sayang."
.
.
.
Rumah Gio ...
"Aku sebenarnya malas datang ke sana, tapi karena Cleo yang meminta, aku sama sekali tidak bisa menolaknya," ujar Gio.
Pagi ini masih jam 05.00, kebetulan guru MTK sedang libur karena ada rapat di balai kota, kebetulan jam pertama adalah MTK.
Alhasil dia bisa datang terlambat.
Gio bersiap dengan satu setelan bajunya.
Kemudian keluar dari kamar untuk menuju dapur, Gio ingin berpamitan kepada ibunya.
Sang ibu sedang memasak, dia terlihat sedang menggoreng ikan.
"Gio pergi dulu ya."
"Mau kemana kau pagi-pagi sudah pergi?"
"Aku ingin ke rumah temanku, dia basah kuyup dan butuh bantuan pakaian, padahal teman-temanku cewek dan cowok sendiri. Mereka tidak bisa mengganti baju seorang laki-laki. Jadi mereka minta bantuan."
"Oke, ibu izinkan. Jangan lupa, sebelum jam 07.00 sudah pulang, kau itu sekolah!"
"Iya bu, siap!"
__ADS_1
*****