
Beberapa menit kemudian ...
Keduanya sudah selesai makan, terlihat jelas perasaaan yang ada di antara keduanya sangat bahagia.
"Terima kasih telah menemani aku ya Anggi," ucap Cleo.
"Biarkan aku yang bayar semua makanan ini," jawab Anggi.
"Hm, tidak perlu sampai seperti itu, aku tidak enak hati."
Cleo merasa bahwa Anggi sudah terlalu baik, jadi tidak mau merepotkan lagi.
Namun nyatanya Anggi lebih suka repot.
Alhasil Anggi yang membayar semua itu.
Dua orang sudah selesai makan, kemudian pergi dari tempat itu dan kembali ke kosannya.
..
Beberapa menit kemudian ...
Keduanya sudah berada di depan kosan cewek dan ada Rasya di sana.
"Aku mohon, jangan begini sayang," ucap Rasya yang sudah stand by dan langsung menghampiri Cleo.
"Rasya, maaf aku tidak bisa," jawab Cleo yang tidak mau lagi mendapatkan satu masalah hanya karena Rasya yang sudah membuatnya hancur.
Hatinya masih bisa menahan, tapi tidak semudah itu sembuh.
Rasya justru bersimpuh di hadapan Cleo, berharap ada satu titik terang mengenai hubungan mereka berdua.
Cleo yang malas berurusan dengan Rasya, tetap dengan pendiriannya.
__ADS_1
"Maaf Sya! aku tidak bisa. Kau pulang lah!" Cleo benar-benar sudah tidak mau merasakan sakit itu lagi dan memaksa Rasya untuk tidak menganggunya.
Hingga terdengar suara lantang Rasya.
"Apa ini karena ada cowok lain?"
Cleo terhenti ketika ingin masuk gerbang kosannya, dia kesal.
Namun Anggi menggengam tangannya.
"Jangan katakan apapun," baik Anggi.
Cleo masuk ke dalam dengan Anggi yang mendorong motornya sampai ke dalam area kosan.
Anggi mengunci gerbang kosannya lalu masuk ke dalam.
Dia memarkirkan motornya di garasi dalam yang sudah di siapkan.
Anggi dan Cleo masuk ke dalam kamar.
"Aku tidak suka kau marah dan mengatakan nama Gio," pinta Anggi.
"Iya Nggi, maaf, aku hanya ingin dia pergi."
Cleo merasa bahwa ketika dia mengatakan sudah ada yang dekat dan dia dekat dengan Gio, semuanya akan beres.
Rasya bukan orang yang mudah menyerah.
Hari ini dia belum mendapatkan, besok dia mana mencari cara yang lain.
Dering ponsel milik Cleo terdengar, dia menatap ponselnya dan ada sebuah pesan masuk.
"Cleo, sampai besok pagi, aku akan tetap di sini jika kau tidak memaafkan aku!"
__ADS_1
Anggi tersenyum, dia berkata," Ayo kita buktikan, apakah dia bisa bertahan sampai esok hari?"
"Aku tidak paham tetapi rasanya ngantuk. Aku cuci muka dulu ya, aku tidur di kamarmu."
"Oke deh siap!"
Anggi juga ikut cuci muka, setelah itu kedua orang yang sedang dekat karena ada suatu hal, yaitu mengenai Rasya yang terus menunggu di luar kosan, akhirnya memejamkan mata dan terlelap dalam tidur panjangnya.
.
.
Esok paginya ...
Dua orang yang sudah bangun pagi, kembali mengecek halaman kosan dari jendela, ternyata tak terduga sekali.
Rasya masih ada di sana dengan tubuh yang basah kuyup.
"Hah? tadi malam hujan ya?" batin Cleo.
"Kau bawa masuk saja dia," pinta Anggi.
"Nanti ibu kos bagaimana?"
"Biarkan aku yang mengatakan kepada ibu kos."
"Ini tidak apa-apa ya?"
"Iya, daripada kau malu karena Rasya ada di sana. Bisa di ledekin lho."
"Nanti kau bisa membawanya pulang setelah lebih enakan, hari ini kau libur saja. Aku akan mengurus izinnya."
"Astaga kau baik sekali."
__ADS_1
"Iya sama-sama."
*****