SI KUTU BUKU

SI KUTU BUKU
Terlambat.


__ADS_3

Saat sang ibu dan Gio ada dalam gerbong kereta yang sudah melaju, Rasya sengaja tak melihat wajah itu.


"Gio!"


"Apa? dia ada dimana?"


"Dia sudah naik kereta!"


"Astaga! Gio! Gio!"


Dua orang itu seperti ingin menghentikan kereta yang sudah melaju dengan cepat.


Namun, kenyataannya tidak bisa.


Rasya mencoba menenangkan sang gadis yang menangis tiada henti.


Dia sama sekali tidak menyangka akan mendapatkan cobaan yang sangat berat yaitu ditinggalkan oleh orang yang sangat dia sayang.


"Apakah Gio sama sekali tidak mendengar kata hatiku? harusnya kami bersama dan tidak ada halangan lagi, tetapi apa yang terjadi? maunya sangat mudah ditebak! aku pasti akan kehilangan kau!"


Sang gadis bisa kehidupan yang sangat hancur ketika ditinggalkan oleh Gio, tidak menginginkan apapun tetapi semuanya begitu mudahnya meninggalkan dirinya.


Dia harus melewati hari-hari yang cukup berat ketika laki-laki yang sangat dia cintai kabur dari dirinya sendiri, dari tanggung jawabnya tentang sekolah dan masa depan.


Akan tetapi sang gadis tidak memahami apapun, apa yang terjadi, sangatlah rumit, hingga pada akhirnya kedua orang itu harus merelakan kepergian ibu dan Gio.


.


.

__ADS_1


.


Rasya menemani sang gadis di stasiun sampai malam hari, dia ingin menyusul dua orang itu.


Tetapi sang pemuda, mengingatkan besok harus sekolah, dia akan menemani mencari Gio, tetapi harus izin dulu kepada pihak sekolahan.


"Kau saja yang mencari izin, aku ingin menyusul Gio," ucap sang gadis yang merasa hidupnya sangat buruk ketika harus kehilangan seorang pemuda yang sangat dia cintai.


Dia sangat hancur.


"Hm, kau tidak perlu melakukan hal itu karena hidup ini hanyalah sebuah sandiwara, kau akan jadi lakon yang lemah jika terlalu banyak memikirkan hal-hal buruk! lebih baik pulang, aku akan mengantar!"


Awalnya sang gadis malas, namun pada akhirnya mau mengikuti apa yang sang pemuda katakan.


Dua orang itu meninggalkan stasiun untuk datang kembali besok.


"Ya, aku tahu."


"Dua orang itu lalu berjalan keluar dari area stasiun menuju tempat kosan cewek.


.


.


Di jalan raya ...


Sang pemuda mengajak Cleo berbicara, tetapi tidak ada jawaban sama sekali, justru yang ada hanya sebuah tangisan.


"Aku tahu kau sedih, tapi kau harus bersemangat."

__ADS_1


Sang pemuda benar-benar memberikan semangat yang penuh kepada Cleo, dia tidak akan menunjukkan bahwa dia masih mencintai seorang Cleo.


Dia hanya ingin kebahagiaan kakak dan temannya itu, Cleo merupakan gadis yang baik dan tidak boleh mendapatkan kesedihan terlalu dalam.


Rasya pasti akan memberikan suatu hal yang luar biasa kepada Cleo suatu saat nanti.


"Aku belum bambu memahami perasaanmu tetapi pada dasarnya aku tahu kau sangat mencintai Gio, janganlah bersedih terlalu lama!"


"Aku membawa koper mu dan sangat berat, rasanya seperti memikul beban kehidupan yang sedang aku jalani, haiss! kenapa aku menjadi sangat rapuh!"


Sang gadis jawaban yang tidak sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Rasya.


"Kita pulang ke mana?"


"Kosan ku lah, memangnya mau ke mana lagi?"


"Aku memiliki tempat yang bagus untuk makan malam! di sana tempatnya sangat murah, kan mudah sekali mendapatkan makanan yang enak, kau bisa membayar nanti dengan uang dua juta mu itu."


"Haha, kenapa kau mengingatkan aku dengan hutang? dasar!"


Sang pemuda rasa senang karena gadis yang bersamanya tidak merasa sedih lagi, cukup bahagia dengan hasil karyanya.


Sebuah hasil karya yang bisa mengukir senyum di bibir sang gadis.


Selama ini, dia sama sekali tidak mau memahami apa yang dirasakan oleh Cleo, jadi dia merasakan bahwa cinta yang diberikan Cleo untuk Gio, suci dan penuh makna."


Fix, cinta keduanya merupakan cinta sejati.


*****

__ADS_1


__ADS_2