
Keduanya masih tetap situasi yang sama yaitu canda tawa yang cukup menyenangkan.
Apalagi Rasya benar-benar terlihat sangat bebas ketika bersama mantan kekasihnya, semua orang yang ada di restoran seperti tidak ada saja.
Resto itu bak milik mereka berdua.
Bahkan tawa itu membuat beberapa pengunjung merasa terganggu.
Rasya mendapatkan teguran.
"Haha, aku pernah mengatakan ini kepadamu, jangan tertawa di luar rumah seperti itu. Nanti dapat teguran dari orang lain lho, baru juga aku katakan sudah mendapat teguran."
"Kau selalu mengulang kata-katamu dan aku tidak suka, astaga!"
"Loh, itu kenyataan yang membuat kau menjadi orang yang menyebalkan, dari dulu kau tidak pernah mendengarkan."
"Ya, aku memiliki satu prinsip yang membuat orang lain tidak suka denganku yaitu keras kepala."
"Ya ya, aku tahu kau adalah orang seperti itu tapi, tapi aku rasa tidak seburuk itu sih, kau merupakan orang yang memiliki keteguhan hati yang tinggi. Kau kan berani keluar dari rumahmu yang sangat mewah itu, jadi seorang gelandangan serta meminta baju kepada Ryo, ini mencengangkan karena kau adalah termasuk pemuda yang manja. Ya, selama ini aku mengenalmu dengan kata manja itu, apakah benar apa yang aku katakan?"
Sang gadis memberikan satu kesimpulan yang nyata, dia tidak akan memberikan satu hal yang tidak penting tetapi pada intinya dia ingin orang yang ada di depannya menjadi lebih baik lagi.
Saat masalah dengan seorang Gio, Rasya tetapi kali ini pria itu hanya lemah tak memiliki kekuasaan.
__ADS_1
Seorang Rasya yang aku tiba-tiba saja menjadi orang biasa.
Orang tingkat kekayaan yang sama dengannya bahkan rumahku tidak memiliki.
"Makanannya sudah habis."
Rasya mengalihkan apa yang sebenarnya ingin disampaikan, dia sangat pandai melakukan hal ini.
"Hm, mengapa kau memberikanku satu hal yang menyebalkan? seharusnya tidak seperti ini, kau akui saja jika membutuhkan kosan cowok?"
"Haha, iya. Aku yang tidak mau membahas masa lalu dan ingin kosan cowok. Kau ada referensi untukku?" tanya sang pemuda.
"Tentu saja ada, aku akan memberikan alamatnya nanti setelah makan. Aku juga akan mengantarmu nanti, aku cukup baikan menjadi seorang teman?"
"Ya, mengakui kau cukup baik karena mau membonceng aku, memberi makan aku dan paling penting adalah mau menunjukkan satu kosan cowok untuk aku tidur malam ini."
Sang gadis terlihat sangat tidak baik-baik saja. Dia teringat akan Gio.
"Hm, kau selesaikan makan mu karena setelah ini kita akan ke rumah Gio."
"Oke siap!"
Kedua orang itu masih menikmati sisa-sisa makanan yang ada di jari-jari mereka.
__ADS_1
Kedua orang yang memiliki satu hal yang sama dan penuh semangat untuk menghabiskan makanan yang ada di depannya.
Duo kuliner dengan tingkat paling tinggi.
Setelah semua hidangan habis, Cleo ingin membayar.
"Berapa tuan?" tanya Cleo sambil membersihkan tangannya di dalam air kobokan.
"Lima juta nona."
"Apa?"
"Ssst, kau diam saja, biarkan aku yang membayar."
"Tidak, aku saja."
"Kau diam."
Dua justru berdebat membuat tuan pelayan menjadi bingung.
"Jadi, siapa yang akan membayar makanan ini!"
"Diam kau, kami sedang diskusi dan pasti akan membayar!"
__ADS_1
Sang pelayan memilih diam, dia menunggu dua orang sedang berdebat tentang uang segera membayar.
*****