
"Aku pasti akan menjaganya tanpa kau minta" ucap Cleo kesal.
Rasya memahami ini dan mulai menghubungi sang ayah yang sudah berganti nomor, tapi saat dia menelpon nomor itu, nomor sang ayah kembali aktif.
Sungguh demi apa, Rasya sangat senang.
Dia segera menelpon ayah.
"Ayah, kau berada di mana? sudah beberapa hari tidak bisa dihubungi? nomormu aktif dan aku langsung menelpon."
"Apa yang ingin kau tahu dariku nak?"
"Ayah, anak dari istri pertama, apakah dia bernama Gio?"
"Iya, dia adalah anakku dari Heni. Kau membencinya atau ingin melampiaskan kekesalan padanya?"
"Ayah, ini bukan masalah melampiaskan atau balas dendam, aku ingin mengetahui permasalahan yang pasti dari sudut pandang ayah."
"Untuk apa? ibumu adalah orang kaya dan dia memiliki kekuasaan! ayah memang pergi darinya dan tidak mendapatkan apapun, ayah berikan kepadamu semuanya! ayah hanya memiliki beberapa harta di desa. Ayah juga memiliki itu, tidak perlu mengemis kepada ibumu!"
"Iya yah, maaf sebelumnya aku ingin tahu bagaimana kisah Antara kalian bertiga?"
__ADS_1
"Cih, anak kecil tahu apa? kau seharusnya patuh dengan ibumu! matikan panggilan ini dan kau belajarlah dengan giat!"
"Tidak, sebelum aku mendapatkan apa yang aku inginkan."
"Keras kepala seperti aku, oke apa yang ingin kau tahu?"
"Ayah, ibuku telah menceritakan bahwa keluarga istri pertama ayah selalu mendapatkan uang dari ayah karena ayah sebenarnya masih mencintainya dan memberikan banyak uang, tapi pada kenyataannya tidak seperti itu. Mereka hidup sederhana dan tidak bermewah-mewahan, apa maksud semua ini?"
"Ayah hanya bertemu sekali dengan mereka, ayah ingin memberikan hak Gio, tetapi anak pertamaku tidak mau, dia lebih memilih hidup sederhana dengan ibunya. Aku usaha keras untuk menghidupi keduanya tetapi tidak pernah ada kejelasan, ibu Gio selalu mengembalikan uang yang aku kirimkan kepadanya. Dia bekerja sebagai laundry, mantan istriku sama sekali tidak pernah merepotkan dan tidak memakai hartaku. Mereka berdua sangatlah mandiri."
Rasya merasa bersalah karena begitu saja percaya dengan ibunya, selama ini dia telah mendapatkan informasi yang salah.
"Aku akan memperjuangkan hak kakakku, aku akan mengambil sebagian harta ibu."
"Aku akan berusaha keras untuk membantu kehidupan mereka, tanpa bantuan ibuku. Aku merasa selama ini tidak mendapatkan kasih sayang ibuku dan dia hanya memberikan aku harta, selain itu tidak ada lagi!"
"Kau sudah memahami kehidupan, aku merasa bangga padamu!"
...
Panggilan telepon itu, akhirnya berhenti.
__ADS_1
Keduanya membantu kehidupan keluarga Gio.
.
.
.
Ruang kepala sekolah ...
"Ibu sudah tahu juga Rasya tidak terlibat, ini murni dari beberapa siswa yang tidak suka dengan Gio, maaf, ibu telah salah sangka denganmu, kau adalah anak seorang wanita terhormat mana mungkin melakukan hal buruk," ucap ibu kepala sekolah.
"Aku hanya seorang anak biasa dan bisa melakukan kesalahan, ibu tidak perlu memandangku dengan kesempurnaan."
"Kau adalah siswa teladan, aku sangat bangga padamu! harusnya ada Gio yang pertama tetapi dia sedang sakit. Kau satu kelas dengannya kan? tolong aku beri dia semangat!"
"Baik bu, aku akan memberikan yang baik untuknya."
Ibu kepala sekolah memperlihatkan senyum yang merekah, beliau sangat senang ada salah satu siswanya yang peduli dengan sesama, dia tahu semua siswa memiliki kepedulian terhadap masing-masing.
Dia meminta Rasya kembali ke kelas karena waktu introgasi sudah selesai.
__ADS_1
*****